Connect with us

Articles

Mr. Sonjaya, Tentang Kesederhanaan Laras Sahaja

Published

on

Bagi Mr. Sonjaya, pengalaman bersosialisasi yang sederhana bisa memiliki makna yang tinggi. Lewat musik lah Mr. Sonjaya merespon apa yang dilihat, dirasa dan didengar sehari-hari menjadi sebuah dokumentasi musikal yang menceritakan tentang manusia, alam atau pun pemilik manusia.

Tanggal 12 Juni 2015, Mr. Sonjaya merilis album ke 2 yang diberi judul Laras Sahaja. Sebuah dokumentasi nada atau harmoni dan ungkapan sederhana manusia saat merasakan sesuatu terhadap lingkungan sekitar. Kepekaan terhadap respon dari hal-hal yang sederhana ini sebenarnya sudah dirasakan ketika Mr. Sonjaya merilis single pertama yang berjudul “Sang Filsuf”. Sebuah lagu perkenalan dari Mr. Sonjaya menuju Laras Sahaja yang sempurna.

Laras Sahaja mengajak beberapa seniman untuk terlibat di dalamnya, mereka mengajak Ary Juliant, Agus Roekmana dan Ahmad Murfid Sururi. Mr. Sonjaya menyiapkan 10 lagu di Laras Sahaja ini, termasuk 2 lagu lama yang dikemas menjadi ‘baru’.

Kesederhanaan Mr. Sonjaya, kerendahan hati mereka serta keramahannya dituangkan ke dalam musik yang terasa penuh arti, dalam, dan penuh harapan. Tentu saja musik yang mereka tulis tidak hanya untuk mengekspresikan sesuatu yang sederhana dan hasil yang sederhana juga, mereka mengharapkan sesuatu bisa berubah, baik bagi mereka, juga bagi yang mendengarkannya.

Laras Sahaja, yang berakar pada kesederhanaan harmoni berbanding terbalik dengan pesan di dalamnya yang tidak sederhana. Namun penuh dengan hal-hal yang kompleks. Hal ini merupakan suatu nilai aktivitas bermusik yang baik, dari sesuatu yang sederhana bisa menghasilkan sesuatu yang besar.

Dimas Dinar Wijaksana, Ridha Kurnia Waluya, Andry Chayadi, Nuansa Gema dan Yaya Risbaya mendokumentasikan aktivitas bermusiknya lewat Laras Sahaja. Melalui album baru ini pun mereka akan mendapatkan kesempatan yang besar untuk lebih banyak berinteraksi dengan lingkungannya.

Laras Sahaja menjadi penantian yang cukup lama, bagi Mr. Sonjaya dan juga bagi pendengarnya. Album ini rilis 6 tahun setelah Paket Musik 2009 Detik dirilis pada tahun 2009. Maka Laras Sahaja menjadi penantian yang akan ditunggu banyak pihak. Laras Sahaja akan dirilis secara mandiri dan terbatas sebanyak 150 keping CD.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *