Connect with us

New Tracks

OCEAN OCEAN Perkenalkan Single Perdana Fight (Clown & Crown)

Published

on

Ocean Ocean

Kota Yogyakarta seperti tak pernah kehabisan seniman dan musisi. Anggapan ini tentu tak keliru, sebab dari waktu ke waktu kota yang dikenal sebagai kota gudeg ini memang tak pernah berhenti mengeluarkan musisi-musisi baru dengan karya orisinalnya, salah satunya adalah Ocean Ocean.

Pada Jumat 3 Juli 2020 silam, Ocean Ocean merilis karya perdananya berupa lagu berjudul Fight (Clown & Crown). Lagu tersebut juga sekaligus memperkenalkan Ocean Ocean yang baru terbentuk pada Februari 2016 ini.

“Lagu Fight (Clown & Crown) ini bertemakan keyakinan, perjuangan dan pembuktian. Dalam single ini juga, Ocean Ocean ingin memberikan sekaligus menyalurkan energi kepada para pendengarnya, terlebih dalam situasi dan kondisi seperti sekarang ini,” ujar Dibta Mahatma (drum) mengawali.

Ocean Ocean ingin agar semua yang mendengarkan lagu ini bisa mendapat energi ekstra, guna menghadapi segala pergumulan, realita kehidupan, segala hal baik dan buruk.

“Terlebih kepada mereka yang tersepelekan layaknya badut, yang pada akhirnya mendapatkan mahkota seperti yang tergambar pada artwork Ocean Ocean,” kata Candra Praba sang vokalis menimpali.

Sementara itu, Dibta menambahkan bahwa proses pengerjaan single perdana Ocean Ocean tak memakan waktu cukup lama. Dari tahap awal sampai akhir, tembang Fight (Clown & Crown) itu bisa dirampungkan selama kurang lebih dua bulan di Satrio Piningit Studio milik Sasi Kirono.

“Dalam proses kreatifnya, kami dibantu oleh teman-teman musisi Jogja seperti Anshar Azis (ALTER\EGO dan Kazzmir) untuk gitar, Tirta Graha (SaintJimmy) pada bass dan Wedhar Pranata Jati sebagai kibordis,” kata Dibta.

SEJARAH OCEAN OCEAN
Dibentuk pada 16 Februari 2016, grup band yang digawangi oleh Dibta Mahatma, Candra Praba, dan Arvin Situmorang ini awalnya bernama Lucylouie. Nama Lucylouie terinspirasi dari salah satu lagu The Beatles yang berjudul Lucy In The Sky with Diamonds, yang kemudian diambil nama Lucy-nya dan menambahkan kata Louie di belakangnya, agar tetap terasa aroma Inggrisnya.

Kurang lebih 1,5 tahun berjalan, kemudian mereka mengganti nama band itu menjadi Outpost yang berarti pos terdepan, yang bisa juga diartikan sebagai pionir atau pelopor. Pergantian nama pada tahun tersebut diikuti pula oleh bongkar pasang personel.

“Yang semula kami berempat, sempat pula menjadi berlima sampai pada akhirnya menjadi bertiga hingga saat ini. Dari hal tersebut pula kami berinisiatif mengganti nama band (lagi), tapi kali ini adalah nama yang akan kami gunakan untuk seterusnya; nama tersebut adalah Ocean Ocean,” ujar Dibta Mahatma.

Menurut Dibta, terinspirasi oleh kata ‘ocean‘ yang dalam Bahasa Indonesia artinya ‘samudera’. “Begitu juga harapan kami, bahwa band kami beserta karya-karya kami ini bisa meluas layaknya samudera. Kata ocean tersebut kami beri pengulangan seperti band idola gitaris kami, Duran Duran,” ujarnya.

Gaya bermusik Ocean Ocean sangat dipengaruhi oleh musisi-musisi asal Inggris, seperti The La’s, The Jam, The Verve, Morrissey, Duran Duran, The Beatles, dan tentunya the one and only; Oasis.

 

 

NARAHUBUNG
Dibta: 0816 562 368 | Email: [email protected]

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *