Kolaborasi Musisi dengan Penggemarnya Lewat Social Media

0
2676

Perkembangan musik yang ditemani oleh perkembangan teknologi mengarah pada perkembangan kreativitas juga. Dalam musik, saat ini batasan antara pencipta dan penikmat musiknya sudah sangat tipis. Penggemar dengan idolanya mampu berinteraksi dengan mudah dan cepat karena adanya media internet.

Internet dan sosial media adalah salah satu yang menyatukan penggemar dengan idolanya. Penggemar mampu melihat lebih dekat aktivitas bermusik atau bahkan di luar musik, cukup dengan mengikuti akun-akun idolanya di sosial media. Hal ini pun berlaku untuk berbagai informasi, baik yang personal atau pun bukan, hanya dengan mengikutinya di sosial media.

Adanya bentuk interaksi ini tidak sedikit banyak bentuk inspirasi yang muncul, baik inspirasi untuk penggemarnya, juga untuk sang idola. Semuanya saling menginspirasi dan terinspirasi. Seperti halnya di bawah ini, beberapa musisi ini mengajak para penggemarnya untuk berkolaborasi dengan bantuan sosial media.

Knife Party

Pada tahun 2014, ketika duo electronic asal Australia ini akan meramaikan festival di Tomorrowland, Knife Party mengajak penggemarnya untuk terlibat dalam produksi musik melalui Twitter. Para penggemar Knife Party akhirnya mengirim hampir 300 lagu dan duo ini pun memilih 20 lagu yang dianggap terbaik. 20 lagu hasil ciptaan pendengarnya ini pun diolah dan dikemas menjadi playlist selama 45 menit yang dimainkan di Tomorrowland.

 

A-Trak & Run DMC

Mereka akhirnya bekerja sama menjadi satu tim untuk menciptakan video musik interaktif di mana penonton bisa berinteraksi di video ini dengan cara mengeluarkan suara langsung yang secara otomatis akan mengontrol special effects yang akan muncul di video tersebut. Akhirnya perkembangan karya ini pun tidak hanya melalui berbicara atau mengeluarkan suara, namun bisa dengan cara mengetik sesuatu.

 

Avicii

Tahun 2014, DJ dan sekaligus produser ini mengumumkan tentang proyek “Avicii X You”. Proyek ini melibatkan 4000 penggemar Avicii dari 140 negara dan beberapa media menyebutnya sebagai kolaborasi terbesar di dunia. Avicii mengajak penggemarnya untuk menciptakan lagu bersama, dia memberikan 5 pilihan atau bagian bagi penggemarnya untuk mengirimkan bagian melodi, bassline, beat & rhythm, break dan effects. Avicii mengolahnya menjadi lagu berdurasi 7 menit dan 20% royalti dari single ini disumbangkan kepada House for Hunger.

 

Deadmau5

Lagu yang berjudul “The Veldt” milik Deadmau5 ini merupakan lagu instrumental. Pada proses pembuatannya bahkan Deadmau5 memberikan kesempatan bagi penggemarnya untuk menyaksikan langsung secara streaming. Proses pembuatan lagu dan layanan streaming tersebut berdurasi hampir 22 jam. Setelah selesai, banyak penggemar yang menambahkan vocal dan me-remix-nya. Akhirnya Deadmau5 pun merilis versi “The Veldt” milik penggemarnya juga.

 

KMFDM

Kelompok musik asal Jerman ini sudah banyak melibatkan penggemarnya di karya musiknya sejak tahun 2004. Yang paling unik adalah proyek “FanPhone” pada tahun 2007. KMFDM mengajak penggemarnya untuk mengirimkan voice message dan KMFDM menggunakan kumpulan voice messages ini di lagu “Superpower”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here