Connect with us

New Tracks

Solois Asal Padang, Ciaaacindy Akan Rilis Single Baru, “Bad Apple”

Dipublikasikan

pada

Oleh

Ciaaacindy

Setelah merilis EP pertamanya yang berjudul “October Rain”, Ciaaacindy tak berhenti untuk terus berekspresi dan menyebarkan karyanya. Ciaaacindy yang merupakan solois asal Padang, Sumatera Barat, berencana untuk meluncurkan single terbarunya yang berjudul “Bad Apple” pada tanggal 29 Desember mendatang.

Bad Apple Pada single terbarunya ini, Ciaaacindyi bukan lagi membahas tentang percintaannya, tapi menceritakan tentang bagaimana perjuangannya dalam menghibur dan memotivasi diri sendiri setelah satu tahun berwisuda ria, namun hingga saat ini ia masih belum bisa mendapatkan pekerjaan yang dinilai layak sebagai lulusan sarjana hukum di mata publik. Memiliki sebuah rasa ragu merupakan salah satu rintangan yang cukup besar bagi seorang Ciaaacindy.

Setiap orang pasti memiliki rasa ragu namun semua tergantung bagaimana cara kita untuk mengatasi dan mengolah perasaan tersebut. Mempertanyakan segala hal yang tidak seharusnya dipertanyakan juga merupakan hal yang perlu dikurangi karena itu yang menghambat kita untuk berproses, percaya pada diri sendiri atas langkah yang akan kita ambil. Setidaknya mencoba jadi kita tau 50:50 bakal berhasil atau ngganya planing kita,” ucap Ciaaacindy yang kerap dipanggil Cia ini.

Ciaaacindy yang keseharian bekerja sebagai berista di sebuah coffee shop di kota Padang ini menyempatkan diri untuk menyusun lirik “Bad Apple” nya di sela-sela waktu luangnya. Dalam penentuan nada di single “Bad Apple” ini, ia dibantu oleh Wayunq atau Wahyu Maulana yang juga seorang solois asal Padang. Proses produksi single “Bad Apple” dilakukan di studio Swampnoise, dibantu oleh Muhammad Alif Hanafiah atau yang lebih dikenal dengan Buya.

Sedangkan untuk artworknya, ia percayakan kepada Ferdy Rahmanda Pratama, seorang designer yang juga merupakan teman sepermainan Ciaaacindy. Gambar apel merah yang dimunculkan sebagai visualisasi single terbarunya ini mengandung filosofi tersendiri.

Aku memilih menggunakan gambar sebuah apel merah yang sudah digigit dan menuju busuk yang ditandai dengan adanya seekor ulat lengkap dengan tangga disisi apel tersebut. Filosofinya adalah, walaupun apel tersebut sudah tidak layak dikonsumsi oleh manusia, namun masih dapat berguna bagi si ulat. Yang dalam hal ini, walaupun ia tidak berguna bagi orang banyak, setidaknya ia dapat berguna bagi sebagian orang yang menganggap ia berharga. Sedangkan tangga pada sisi apel bermakna sebagai langkah bantu menuju tingkatan yang lebih baik dari yang saat ini ia miliki,” ucap Ciaaacindy menjelaskan.

Ciaaacindy berharap untuk dapat terus menulis dan menyebarkan karyanya agar dapat dinikmati dan diterima oleh semua orang, semoga!

Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *