Connect with us

Articles

Tips: Cara Alternatif Menulis Lagu

Published

on

Musisi, merupakan profesi atau orang yang memiliki talenta untuk membuat dan bermain musik. Berbagai aktivitas dilakukan oleh musisi untuk menghasilkan sebuah karya audio dengan berbagai tujuan. Seperti komersil, hanyak untuk berekspresi, hanya untuk berbagi, dan lain-lain.

Musisi juga ditunjuk dan diberi label oleh wilayah kegiatannya, seperti musisi ‘kamar’, musisi laptop, komputer, studio dan lain-lain, dan lain-lain, dan lain-lain, kalian bisa memberi label sendiri.

Yang pasti, musisi memiliki target-target tertentu dalam pekerjaannya, mungkin Saya perlu memberi label juga, ada yang menganggapnya sebagai pekerjaan yang diberi deadline, ada juga yang (memaksa) menganggapnya sebagai hobi.

Musisi profesional, yang secara full time mengerjakan musik, musik untuk sebuah band, film, iklan, jingle dan sebagainya, dan sebagainya, dan sebagainya. Musisi part time yang mengerjakan musik di sela-sela waktu yang dianggap tepat.

Bagi musisi seperti ini, kita perlu mengatur dan mengelola waktu dan takaran kreativitas kita. Bagaimana cara untuk mendapatkan waktu yang tepat untuk membuat musik, menulis lagu? Berbagai musisi sudah memiliki dan mengetahuinya. Tetapi bagaimana bagi musisi yang sedang memulai proyeknya?

Gigsplay mencoba membuat daftar tentang pilihan waktu terbaik untuk menulis lagu, daftar ini merupakan pilihan alternatif yang bisa dicoba dan diterapkan bagi musisi atau siapapun yang tertarik.

Kondisi Perasaan

Banyak orang yang menganggap, ketika kita sedang mengalami perasaan sedih atau terpuruk adalah waktu yang tepat untuk berekspresi lewat musik.

Di mana lirik yang ditulis akan begitu ‘dalam’. Aransemen dan nada-nada yang ditulis begitu indah dan mengawang. Namun hal ini pun tidak sepenuhnya berhasil bagi semua orang.

Sebenarnya, kita mesti tahu dan menyadari bahwa kita sedang berada dalam kondisi perasaan dan keinginan untuk berekspresi. Hal ini berkaitan dengan keadaan hati kita, baik itu senang atau pun sedih, kondisi dalam perasaan kita sedang ingin berekspresi merupakan kondisi yang sangat baik untuk menulis lagu.

Kita akan dengan otomatis mengeksplorasi berbagai hal ketika dalam keadaan ingin berekspresi, dan setiap orang memiliki suasana hati yang bermacam-macam ketika ingin berekspresi. Bisa ketika sedang dalam mengalami depresi, jatuh cinta, rindu, dan lain-lain.

Hal ini akan membantu sebuah lagu memiliki pesan-pesan yang akan musisi bagikan kepada orang lain. Sebuah karya yang terbentuk dari perasaan si pembuat lagu.

Fokus

Jika kondisi perasaan kita sedang ingin berekspresi, maka kita akan memiliki tingkat fokus yang tinggi. Kondisi ini pun cenderung lebih jeli dan teliti dalam mengatur suasana lagu.

Fokus berarti memerhatikan dengan seksama terhadap apa yang sedang kita kerjakan. Beberapa musisi yang Saya ajak diskusi tidak jarang mengalami hilang fokus karena berbagai hal, mulai dari hal yang besar sampai hal kecil seperti internet.

Ini merupakan rumusan yang sangat standar, dan Saya rasa, kita semua punya cara tersendiri untuk fokus terhadap satu hal, dan yang pasti teman-teman Saya menyetujui, fokus adalah hal yang penting.

Jadi, kita pasti tahu apa yang bisa membuat kita fokus, bentuk lah suasananya supaya kita bisa fokus, mungkin bisa dengan cara mengubah ke dalam fitur ‘silent’ di smartphone bagi yang sering hilang fokus karena internet di smartphone.

Atau memilih dini hari yang memiliki suasana sepi bagi orang yang sering hilang fokus karena keramaian. Kamu tahu sendiri bagaimana cara menghilangkan hal-hal yang bisa membuat hilang fokus, dan coba paksakan.

Sendiri atau Bersama

Berbagai musisi punya cara tersendiri dalam penulisan lagu, ada yang melalui jamming session atau pun mengunci pintu kamar sendirian.

Dalam hal jamming session, ini berarti melibatkan banyak kepala dengan ribuan ide nada dan aransemen. Bisa menjadi alternatif cara yang positif bisa juga menjadi negatif.

Positif karena kita berbagi ide, semakin banyak kepala maka semakin banyak ide yang bisa kita susun dalam sebuah lagu. Namun hal ini bisa menjadi negatif karena dalam proses transformasi ide tersebut, tidak jarang menemukan sebuah ‘perkelahian’ ide, ada yang ingin memaksakan idenya untuk digunakan atau diterapkan dengan tidak mendengarkan atau menerima ide orang lain.

Berbagai cara bisa dipilih untuk menghasilkan satu karya yang dibentuk dari banyak kepala tersebut, seperti menunjuk satu orang yang dianggap sebagai utama, hingga saling mencampurkan dengan meringankan ego sendiri.

Untuk yang melalui cara sendiri, tentu saja sangat beragam, ada yang memilih benar-benar sendirian di kamar melalui banyak media, ada juga yang dipancing dengan berbagai hal seperti ditemani banyak orang dan meminta saran.

Cara Sendiri

Hal ini cukup unik, karena berbagai personal memiliki cara tersendiri untuk mendapatkan wujud permukaan lagu yang di awali oleh draft yang sangat mentah.

Saya pernah berbincang bersama Risa Saraswati yang tidak jarang menulis lagu di awali dengan nyanyian nada dan merekamnya di sebuah handphone.

Ada juga yang senang berpindah tempat, menyewanya lalu fokus menghabiskan waktu membuat musik. Selain itu juga ada yang melalui aplikasi smartphone, ada juga yang sepenuhnya melalui software komputer dan lain-lain.

Pastinya, tidak ada rumusan baku bagaimana untuk membuat kerangka lagu atau awalan sebuah lagu. Cari cara untuk memindahkan berbagai nada yang ada di kepalamu.

Tidak jarang juga ada yang melakukan transfer materi antar personil, seperti yang dilakukan oleh The Postal Service. Hal ini diungkapkan oleh Dina Homogenic bersama Dea, mereka membuat materi awal lagu secara masing-masing, lalu saling mengirim materinya melalui internet.

Bertahap

Banyak hal yang bisa menjadi kendala dalam penulisan lagu ini, berbagai pengaruh dari luar dan dalam diri musisi bisa bereaksi terhadap banyak hal dalam proses pembuatan lagu.

Beberapa teman musisi yang Saya ajak diskusi, mereka menyetujui bahwa tidak pernah memaksakan diri untuk menyelesaikan lagu dengan cepat dan instant. Semua mengalir dengan alami tanpa paksaan dari waktu atau pun pihak lain. Meskipun, tidak jarang lagu yang berhasil di pasaran dihasilkan melalui proses yang singkat.

Hal itu lah yang menjadi tolak ukur para musisi, proses singkat terbentuk dari banyak hal yang mendukung, seperti kondisi dan keadaan hati sedang ‘bagus’ dalam menulis lagu, inspirasi yang kuat, suasana yang fokus, dan lain-lain.

Beberapa musisi setuju, jika mereka merasa buntu, mereka tidak memaksakan untuk melanjutkannya, pada dasarnya mereka mengenyampingkan ini sementara, dengan cara-cara tersendiri yang bisa menyegarkan kembali suasana dan pikiran.

Setelah dirasa mendapatkan kembali suasana yang diinginkan, maka mereka kembali melanjutkan pekerjaan yang belum selesai tersebut dengan suasana yang kembali baru.

Selamat mencoba!

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.