Connect with us

Articles

Mengenal Lebih Dekat Lana Del Rey

Published

on

Menjelang album ke-4 yang berjudul Honeymoon rilis bulan September 2015, Lana Del Rey merilis single “High By The Beach”. Sejak perilisan itu, Lana Del Rey kembali menjadi pusat perhatian publik dan media. Produktivitas Lana Del Rey pun menjadi sorotan, di mana menaruh personal Lana Del Rey sebagai penyanyi yang dipuja-puja banyak orang menjadi konsumsi publik. Oleh karena itu, kehidupan dia pun menjadi objek penggalian bagi penggemarnya. Kini Lana Del Rey selain dikenal karena musiknya, kecantikannya juga kehidupan pribadinya.

Lana Del Rey pernah menjadi seorang alcoholic, dia mengakuinya pada sebuah wawancara dengan GQ di tahun 2012. “Aku pernah menjadi peminum berat. Aku pasti minum setiap hari dan aku sering minum sendirian”. Namun akhirnya sejak tahun 2004, Lana Del Rey mampu keluar dari zona alcohol tersebut dan berhenti menjadi peminum. Bagi dia, seseorang pasti mengalami masa-masa kegelapan, di mana hal-hal yang dianggap menyenangkan ternyata membutakan bahkan bisa merusak kehidupan.

Kisah percintaannya pun selalu menjadi pilihan utama untuk diperbincangkan publik. Tahun 2011, Lana Del Rey pernah menjalin hubungan dengan Barrie-James O’neil, vokalis dan gitaris band Kassidy. Namun hubungannya itu bertahan hingga 2014. Jika kalian mengenal Steven Mertens, produser debut album Lana Del Rey, dia juga merupakan mantan kekasihnya. Memang kisah percintaan Lana Del Rey sering disebut on-again and off-again, sekalipun dia sering menganggapnya cinta hidup dan matinya, namun tetap saja percintaan dia selalu tidak bertahan. Dalam wawancaranya bersama RollingStone dia pun menjelaskan bahwa pengalamannya bercinta dengan usia yang lebih muda itu tidak menyenangkan, oleh karena itu dia lebih menyukai laki-laki yang lebih tua dari dirinya.

Gayanya yang sangat feminin tidak berarti dia sangat tertarik dengan isu feminism. Dia sering disebut sebagai salah satu wanita antifeminist. Pada interview-nya bersama The Fader tahun 2014, dia menyebutkan bahwa dia sangat tidak tertarik dengan konsep feminist. Malahan dia lebih tertarik untuk mengikuti intergalactic possibilities.

Di balik keanggunan gaya pakaiannya itu, Lana Del Rey pun memiliki beberapa tato yang menempel di tubuhnya. Di tangan kirinya dia memiliki tato huruf “M” yang dia maksudkan untuk neneknya bernama Madeleine. Selain itu ada juga kata “paradise” di tangan kirinya. Sedangkan di tangan kanannya dia memiliki tato “trust no one” dan “die young” di jari tangan kanannya. Dia juga menambahkan tato
Nina and Billie” di bagian dadanya.

Lana Del Rey merupakan tipe perempuan yang kuat menjaga mood. Dia bisa menjaga perasaan tetap senang dan bahagia meskipun sedang terjadi sesuatu yang buruk. Dan bagi dia, kebahagiaan itu bisa muncul dari hal-hal yang biasa. Lana De Rey adalah perempuan yang menyukai pantai, suka menghabiskan waktu dengan mengendarai mobil, dia senang sekali menonton pertunjukan musik, menyukai summer dan senang ketika bisa menjadi bagian masyarakat biasa.

Kehidupannya bersama orangtuanya pun sangat menyenangkan. Lana Del Rey selalu berbincang tentang apapun dengan orangtuanya. Bahkan mereka sangat mendukung karirnya di musik. Satu-satunya sindiran dari orang tuanya adalah tentang lirik yang ditulis oleh Lana Del Rey yang menuliskan kata “My pussy tastes like Pepsi-Cola”. Bagi ayahnya ini merupakan suatu hal yang lucu, namun tidak bagi ibunya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.