Losing Fight Rilis Album Perdananya ‘No Longer, Just A While’

0
13

Losing Fight, unit Alternative Rock/Youth Grunge yang berasar dari kota kuda, Kuningan Jawa Barat ini baru saja merilis album pertamanya dengan judul ‘No Longer, Just A While’ yang di rilis oleh Records Label independent asal Kuningan sendiri yaitu AUM Records. AUM Records juga akan merilis kaset dan merchandise lainnya dari album ‘No Longer, Just A While’ ini.

Album ‘No Longer, Just A While’ ini  berawal dari ide Restu Yawendra (Vocal/Guitar) yang di album ini Restu menulis keresahannya terhadap depresi, anxiety dan mental illnes yang di derita sebagian teman – temannya. Restu juga menulis bahwa yang berada di dunia ini akan hancur pada waktunya sampai tak tersisa, semua ucapan selamat datang pasti akan tergantikan oleh selamat tinggal pada akhirnya dan tidak dapat di pungkiri, semuanya akan mengucap selamat tinggal pada apapun.

“Album pertama ini adalah album untuk mengingatkan teman – teman semuanya, bahwa yang datang pasti akan pergi, dan yang di bangun akan hancur, tutur Restu menjelaskan.

Album ‘No Longer, Just A While’ di isi dengan 8 track keresahan lingkungan dan yang di alaminya secara pribadi, satu video musik yang di luncurkan ‘Life Like A Ghost’ oleh Losing Fight, menceritakan keresahan seorang pemuda yang merasa tidak di butuhkan pada lingkungannya, tetapi masih harus berjuang di hidupnya.  Video musik ini bisa di tonton di kanal Youtube Losing Fight, sedangkan lagu – lagu Losing Fight bisa di dengar di Bandcamp Losing Fight.

Menurut pendapat dan hasil jajak dengar dari beberapa penikmat musik, terutama teman-teman mereka, beberapa lagu direkomendasikan untuk di dengar, yaitu ‘Blossom’ yang menceritakan tentang pertemuan antara teman lama yang sudah lama berpisah, ‘Life Like A Ghost’, ‘No Clouds’ yang menceritakan tentang masa keputusasaan seorang yang mengalami depresi serta berkeinginan untuk bunuh diri dan ‘Farewell’, lagu yang berisi ucapan selamat tinggal Restu dan pertanyaan – pertanyaan absurd Restu tentang kenapa semuanya bisa hancur pada akhirnya kenapa tidak bisa bahagia selamanya saja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here