Connect with us

Music News

Industri Konser Bisa Kehilangan 130 Triliun Tahun Ini Karena Pandemi Covid-19

Published

on

Woodstock Foto oleh Markus Spiske

Bulan ini industri musik live berada dalam mode menunggu dan melihat tentang dampak COVID-19.  Sebuah laporan yang dirilis pada hari Jumat kemarin oleh perusahaan riset Pollstar menjabarkan ruang lingkup kerugian yang dapat ditimbulkan oleh pademi corona pada bisnis musik dan hiburan. Pollstar memproyeksikan bahwa pendapatan untuk industri ini bisa turun hingga Rp. 130 triliun di tahun 2020 ini.

Rob Prinz, Ray Waddell, Andy Gensler

“Pada tahun 2008, bisnis ini sangat terpukul,” kata Andy Gensler, editor eksekutif Pollstar, “tetapi setelah itu meledak. Dalam dekade terakhir ini telah mengalami zaman keemasan.”

Laporan Pollstar menjabarkan berbagai skenario berdasarkan berapa lama yang dibutuhkan untuk mengalahkan pademi COVID-19 ini, hasil laporannya terlihat sangat menakutkan. Live Nation dan AEG, promotor besar yang sudah lama bermain di industri musik dan hiburan, telah membatalkan atau menunda semua tur saat ini. Dari Rp. 176 triliun awal yang diproyeksikan untuk pendapatan di tahun 2020 ini, Rp. 125 triliun masih belum dibukukan dan dapat hilang jika pademi corona ini masih berjalan selama sisa tahun 2020.

Pandemi COVID-19 telah membalikan keadaan yang seharusnya menjadi tahun “emas” bagi bisnis konser. 100 tur yang dimotori oleh promotor besar mengalami kenaikan sebesar 11% dibandingkan dengan waktu yang sama tahun lalu. Banyak nama-nama besar seperti Elton John, Rolling Stones dan Eagles semua dijadwalkan untuk tampil di musim panas tahun ini. Meskipun banyak tur yang “dipaksa” dibatalkan karena izin penyelenggaraan tidak dapat dikeluarkan, mereka masih berharap bahwa pandemi COVOD-19 ini tidak akan sampai di akhir tahun.

Menyikapi pademi ini, para promotor besar kelas dunia seperti Live Nation, AEG, WME, dan UTA telah bersepakat membentuk gugus tugas untuk menilai ancaman kerugian dan kerusakan dan untuk memastikan bahwa “upaya pencegahan dan protokol yang berkelanjutan adalah demi kepentingan terbaik para seniman, penggemar, staf, dan komunitas global , ” Kata mereka dalam sebuah pengumuman resmi bulan ini.

“Masih ada pasar besar untuk bisnis live,” katanya, “dan itu tidak akan hilang dalam waktu dekat.”

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *