New Albums

“Revolution Autumn #3” Arsipkan Satu Dekade Skena Emo Revival Indonesia

Profile photo ofrafasya

Diterbitkan

pada

Revolution Autumn #3

Setelah melalui jeda panjang selama lebih dari satu dekade, kompilasi independen Revolution Autumn kembali dengan rilisan penutup bertajuk ‘REVOLUTION AUTUMN #3’.

Proyek ini menjadi bagian akhir dari trilogi yang dimulai sejak pertengahan 2010-an, sekaligus berfungsi sebagai arsip audio yang merekam perjalanan skena emo revival di Indonesia. Album ini dirilis dalam format double-cassette, dengan dua edisi, versi Hitam dan versi Putih, yang dirancang untuk menjadi satu kesatuan naratif.

Sejak pertama kali muncul sekitar tahun 2014, Revolution Autumn tidak hanya berfungsi sebagai kompilasi musik, tetapi juga sebagai dokumentasi budaya dari pergerakan skena DIY yang berfokus pada berbagai turunan emo seperti skramz, midwest emo, dan post-emo.

Proyek ini digagas oleh pelaku skena seperti Indra Menus dan Akhmad Alfan Rahadi, yang merasa perlu untuk mengarsipkan gelombang baru musik emosional yang kembali merujuk pada akar emo era 1990-an, dengan pendekatan yang lebih intim, eksploratif, dan berbasis komunitas.

Dalam perjalanannya, setiap volume yang dirilis mencerminkan perubahan baik secara musikal maupun sosial. Hingga memasuki “REVOLUTION AUTUMN #3” pada 2026, kompilasi ini berkembang menjadi rangkaian rilisan yang tidak hanya memetakan evolusi sound, tetapi juga merekam dinamika komunitas yang tersebar di berbagai kota.

Untuk edisi terbaru ini, proses kurasi dan produksi dilanjutkan oleh figur-figur dari komunitas seperti Sendhi dari The Living Society serta Akhmad Alfan Rahadi dari Ikatan Keluarga Midwest, dengan dukungan dari sejumlah kolektif dan label independen di berbagai daerah.

Sebagai penutup, rilisan ini tidak hanya mengandalkan kekuatan audio, tetapi juga memperkuat narasi melalui pendekatan visual. Artwork diciptakan oleh Farhan Endy, terinspirasi dari bunga anggrek milik Ezra, drummer Enamore.

Visual ini terhubung dengan riset akademik yang membahas kemungkinan arah desain untuk proyek ini. Tema yang diangkat berfokus pada perubahan dan proses bertahan, yang direpresentasikan melalui karakter-karakter yang ada.

Album Kompilasi Revolution Autumn #3

Referensi tanaman yang digunakan berasal dari keluarga Dendrobium tipe Spatulata dan Vanda, khususnya Dendrobium violaceoflavens dan Vanda tricolor, yang dikenal sebagai spesies asli Indonesia.

Proses pertumbuhan tanaman ini, yang memerlukan waktu yang cukup lama, diibaratkan sebagai perjalanan skena ini. Hal ini menunjukkan bahwa sesuatu yang dirawat secara kolektif, meskipun pernah meredup, tetap memiliki potensi untuk tumbuh kembali pada waktu yang tepat.

Lebih jauh, “REVOLUTION AUTUMN #3” juga mengangkat kesadaran akan kondisi global yang semakin tidak menentu. Dalam konteks ini, kompilasi ini berfungsi sebagai dokumentasi yang berusaha menjaga jejak suara, emosi, dan karya dari komunitas emo revival Indonesia.

Ada upaya untuk memastikan bahwa rekaman ini tetap ada, bahkan di tengah kemungkinan situasi ekstrem yang dapat mengganggu keberlangsungan banyak hal, termasuk kultur musik itu sendiri.

Album ini menampilkan 23 band dari berbagai wilayah di Indonesia, yang bersama-sama merepresentasikan perjalanan skena emotive selama lebih dari sepuluh tahun. Kehadiran nama-nama ini dalam satu rilisan menunjukkan jaringan yang luas sekaligus memperkuat posisi kompilasi ini sebagai ruang bersama bagi komunitas yang terus berkembang.

Rilisan ini diproduksi secara terbatas sebanyak 200 kopi, melalui kerja sama sejumlah label independen seperti Memori Records, Steven House Records, Anxydad Records, Haum Entertainment, serta Komite Rungkad Yogyakarta. Distribusi dilakukan melalui skema pre-order yang dimulai pada 16 Februari 2026, sebelum akhirnya tersedia secara umum pada 28 Februari 2026 dengan harga ritel Rp200.000.

Setiap paket rilisan terdiri dari dua kaset dengan warna yang berbeda, lengkap dengan stiker dan mini zine. Pemilihan format fisik ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bagian dari usaha untuk melestarikan tradisi rilisan analog dalam dunia musik independen.

“REVOLUTION AUTUMN #3” hadir bukan hanya sebagai penutup dari sebuah seri, tetapi juga sebagai rekaman kolektif yang memuat perjalanan panjang sebuah skena. Di dalamnya tersimpan jejak komunitas, eksplorasi musikal, serta hubungan antar pelaku yang terus terjaga, bahkan ketika waktu berjalan dan kondisi berubah.

Poster Album Kompilasi Revolution Autumn #3

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *