Music News
Video Musik “Aku Yang Tidak Bahasa Inggris” Menjadi Debut Visual Krokodils
Krokodils mungkin berangkat dari ruang yang sangat sederhana. Sejak terbentuk pada 2021 di sebuah gudang dalam gang buntu kawasan Kace Timur, band beranggotakan Delly pada vokal dan gitar, Friski di gitar, Reza atau Bandot di bass, serta Akbar di drum ini awalnya hanya ingin merekam momen.
Lagu-lagu pertama mereka dibuat sebagai arsip personal, semacam pengingat bahwa di masa muda mereka pernah bermain band. Namun perjalanan yang pelan tapi konsisten, pertemanan yang kian luas, serta respons dari sekitar membuat Krokodils mulai melangkah lebih jauh, termasuk lewat perilisan video musik perdana mereka.
Single “Aku Yang Tidak Bahasa Inggris” dipilih sebagai pintu masuk visual Krokodils ke publik. Pilihan ini terasa signifikan karena lagu tersebut menjadi satu-satunya materi mereka yang menggunakan lirik bahasa Indonesia.
Video musiknya pun tidak hadir sebagai tempelan promosi semata, melainkan perluasan cerita dari proses kreatif lagunya sendiri. Cerita sederhana tentang seorang laki-laki yang canggung saat merayu diterjemahkan ulang ke dalam bahasa visual yang ringan, jenaka, dan dekat dengan keseharian.
Ide lagu ini lahir secara tidak sengaja. Dalam satu momen santai, Reza terlihat berbincang dengan seorang perempuan lewat fitur live media sosial. Tingkahnya yang sok santai tapi terlihat kikuk memancing Delly yang saat itu sedang memetik gitar untuk memainkan sebuah riff spontan. Dari situ, benih lagu mulai tumbuh.
Draf lirik pertama ditulis Delly, lalu direvisi bersama saat sesi workshop hingga menemukan bentuk akhir. Narasi liriknya mengambil sudut pandang seorang laki-laki yang berusaha tampil keren dengan cara ugal-ugalan, tapi tetap kalah oleh rasa malu. Surat cinta itu ditutup tanpa nama pengirim, hanya dengan kalimat “dari aku yang tidak bahasa inggris”, sebuah upaya anti-mainstream yang justru berakhir sebagai kesalahan ejaan.
Cerita tersebut kemudian diadaptasi ke dalam video musik oleh rumah produksi lokal Bangka, Makitem Projek, yang bekerja sama dengan Ruang Imaginer Grak. Naskah ditulis ulang oleh Dio Andika yang sekaligus bertindak sebagai sutradara. Bandot dipercaya memerankan karakter utama yang mempertegas keterhubungan langsung antara cerita lagu dan personel band.
Kehadiran sejumlah figur lokal seperti selebgram Silvia Fugaha dan Gelby Matthew, serta stand-up comedian Ramadani, memberi warna tambahan. Kejutan datang lewat keterlibatan Acin, vokalis The Panturas, yang tampil sebagai salah satu karakter dan memperluas jangkauan perhatian terhadap video ini.
Produksi video musik “Aku Yang Tidak Bahasa Inggris” juga mencerminkan semangat kolektif skena kreatif Bangka Belitung. Sejumlah pihak mendukung realisasi karya ini, mulai dari PT TIMAH Tbk, Sekaban Pictures, Sultan Multimedia, Paps Group, Daidu, Daekery Donut, hingga Warkop Komang. Dukungan tersebut menunjukkan bahwa kerja kreatif lintas disiplin masih menemukan ruang hidup di daerah.
Lewat video musik ini, Krokodils ingin memperlihatkan bahwa Bangka Belitung tidak hanya menyimpan potensi musik dengan karakter seperti surf rock versi mereka, tetapi juga memiliki ekosistem film dan seni yang serius.
Harapannya, karya ini bisa memicu kepercayaan diri baru bagi musisi dan pekerja kreatif lokal agar tidak lagi dipandang sebagai pelengkap acara semata. Krokodils berharap suatu hari nanti, kolom pekerjaan di KTP bisa mereka isi dengan keyakinan penuh sebagai musisi atau seniman, tanpa perlu ragu bahwa hobi ini layak diperjuangkan.


