New Albums

Anxieparty Menyongsong Fase Baru Setelah Rilis Album “Pencarian Peraduan”

Profile photo ofrafasya

Diterbitkan

pada

Anxieparty, unit emo-alternatif asal Malang, kembali menyalakan ruang dengar dengan album penuh perdana berjudul “Pencarian Peraduan”. Setelah dua tahun berkutat dalam proses yang mereka sebut sebagai perjalanan mencari tempat pulang, album ini akhirnya hadir dalam format digital dengan delapan nomor yang menggambarkan spektrum patah hati dan pergolakan batin.

Formasi Emir di vokal, Ersa di vokal tambahan, Sugab di gitar, Hanoi di bass, Azam di keyboard, dan Sandy di drum memperlihatkan bagaimana dinamika enam kepala bisa bertemu di satu titik emosional yang sama.

Perjalanan menuju album ini dimulai sejak 2023, ketika single debut “Senandika” memperkenalkan warna musik mereka. Empat single lain menyusul dalam rentang dua tahun, sampai akhirnya seluruh potongan cerita terkumpul dalam “Pencarian Peraduan”.

Daftar lagunya berisi “Senandika”, “Pencarian Peraduan”, “Metrik Ruang Waktu”, “N”., “Thanks God for The Pain”, “Ramu”, “Bukan Seperti Dulu”, dan “Entitas”. Masing-masing menonjolkan kisah yang berbeda, tapi tetap diarahkan ke satu tema besar yang berbicara tentang kegelisahan, kehilangan, dan pencarian jawaban.

Dari seluruh materi, “Entitas” dipilih sebagai focus track. Mereka melihat lagu ini sebagai pintu terakhir yang merangkum dinamika emosional album. Aransemen yang lembut dan lirik yang menyentuh hati menceritakan kisah tentang luka yang tak kunjung sembuh.

Band Anxieparty album Pencarian Peraduan

Menurut Anxieparty, “Entitas” mengambil sudut pandang seorang anak yang tumbuh tidak sesuai dengan harapan orang tuanya. Anak itu memilih jalannya sendiri, lalu menyampaikan rasa kecewa yang selama ini terpendam. Meski begitu, narasinya juga memberi penegasan bahwa sejauh apa pun seseorang bergerak, pengaruh orang tua tetap melekat.

Proses penggarapannya tidak selalu mulus. Mereka mengaku sering kesulitan menemukan waktu untuk berkumpul, baik untuk mematangkan materi maupun menyelesaikan rekaman. Ada satu lagu yang akhirnya tidak masuk album karena belum rampung menjelang tenggat.

Namun Anxieparty memandang hambatan-hambatan ini sebagai cara untuk mempererat ikatan di dalam band. Melalui segala benturan jadwal dan perbedaan sudut pandang, mereka merasa makin solid dan memahami arah yang ingin ditempuh bersama.

Kini setelah album dirilis pada 15 November 2025, tantangan berikutnya sudah menunggu. Mereka tengah menyiapkan launching party yang direncanakan berlangsung pada 12 Desember 2025. Bagi Anxieparty, momen itu tidak hanya menjadi perayaan, tapi juga jembatan menuju fase baru. Setelah penampilan tersebut, mereka berencana melanjutkan proses kreatif ke sebuah EP.

“Pencarian Peraduan” sudah tersedia di berbagai platform streaming dan menjadi jejak terbaru Anxieparty dalam merangkai kisah tentang tumbuh, tersesat, lalu mencoba menemukan rumah untuk kembali pulang.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *