New Tracks
Ninety Horsepower Lepas “Gusar”, Angkat Narasi Berserah Yang Humanis
Ninety Horsepower kembali mengisi ruang pendengar dengan single terbaru mereka, “Gusar“, yang dirilis pada 3 November 2025 lewat Burakku. Lagu ini adalah sebuah pernyataan emosional tentang arti bertahan di tengah dunia yang menuntut kita untuk terus kuat tanpa jeda.
“Gusar” menggeser sudut pandang tentang perjuangan. Di tangan Ninety Horsepower, berserah bukan sinonim dari menyerah, melainkan keberanian untuk tetap bergerak ketika pikiran dan tubuh sedang ingin berhenti total.
Bayu Fajri, penulis lagu, menjelaskan keresahan di balik lagu ini. Menurutnya, budaya hari ini sering mengagungkan semangat pantang menyerah hingga membuat banyak orang lupa bahwa ada batas yang tidak bisa selalu dilawan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa ada ketenangan yang muncul saat kita berhenti memaksakan diri,” ujarnya. “Gusar” lahir dari pengalaman personal Bayu yang membutuhkan suara pemandu di saat paling lelah. Lagu ini seolah hadir sebagai sahabat yang menenangkan, bukan heroik secara bising, tapi lembut yang merangkul.
Lirik-liriknya sudah cukup menggambarkan posisinya sebagai anti-hero dalam narasi perjuangan modern. “Tak perlu hidup berlari untuk mengejar / Hal yang tertambat pilihan jalan yang sukar”, menjadi pengingat bahwa hidup tak selalu tentang mengejar sesuatu.
Menurut Bayu, keyakinan dalam bait “takdir tak akan tertukar” adalah cara untuk memahami batasan yang tak kita kuasai, namun tetap menemukan ruang untuk bernapas. Di balik lapisan kontemplatif ini, “Gusar” juga merayakan hal-hal kecil yang sering tak dianggap penting.
Gina, vokalis, membagikan bagian personal dari lagu ini. “Ada masa di mana sebuah kopi susu bisa menyelamatkan hari,” tuturnya sambil tersenyum. Ia percaya kekuatan untuk bangkit kadang datang dari hal-hal yang sederhana.
“Aku bersyukur karena masih bisa memilih apa yang terbaik buat diriku. Itu keberanian tersendiri,” lanjutnya. Bagi Gina, “Gusar” adalah ajakan untuk tidak kehilangan diri sendiri di tengah ekspektasi dunia.
Secara musikal, Gusar membawa pendengar kembali pada warna rock Indonesia di awal 2000-an. Ada energi yang terasa akrab dengan sentuhan pop dan garage yang lembut, tanpa menghilangkan identitas indie rock yang telah melekat pada Ninety Horsepower sejak awal perjalanan mereka. Permainan instrumen mengalir dengan harmonis, mengiringi vokal yang bebas tanpa drama yang berlebihan.
Di tengah budaya hustle yang sering memaksa orang untuk terus berlari, “Gusar” hadir sebagai jeda yang sangat dibutuhkan. Lagu ini bukanlah solusi instan untuk kehidupan yang penuh tekanan, tetapi bisa menjadi teman yang memahami: bahwa berhenti sejenak bukanlah sebuah kegagalan. Dengan menerima dan mensyukuri hal-hal sederhana, kita dapat menemukan alasan baru untuk terus melangkah.
Ninety Horsepower telah dikenal sejak debut mereka pada 2018 sebagai band indie rock dari Jakarta, dengan lirik yang lugas dan musik yang memadukan indie-rock, garage, serta pop yang ramah di telinga. “Gusar” menjadi bukti bahwa mereka terus berkembang, tanpa kehilangan empati terhadap pendengar yang berjuang untuk bertahan setiap harinya.


