Profile photo ofrafasya

Diterbitkan

pada

Trio asal Los Angeles, ill peach, mulai membuka arah rilisan terbaru mereka lewat album kedua bertajuk ‘EAVESDROPPING‘ yang dijadwalkan meluncur pada 26 Juni melalui Handwritten Records. Album ini terinspirasi dari pengamatan sederhana terhadap interaksi manusia: percakapan yang terdengar sekilas, kebiasaan kecil, hingga momen-momen intim yang sering terlewatkan.

Pendekatan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam single terbaru mereka, “Small Talk”, yang kini juga hadir dalam format video musik dengan pendekatan visual yang sama ganjilnya dengan ide lagunya.

Video musik “Small Talk”, yang digarap oleh Bowen Moreno sebagai sutradara sekaligus sinematografer dan editor, langsung memperlihatkan arah visual yang tidak biasa sejak detik pertama. Adegan pembuka menampilkan dua sosok manusia berkepala lalat yang sedang mengacak-acak tumpukan kertas di sebuah meja kantor. Visual ini terasa seperti metafora yang cukup jelas tentang kebisingan kecil yang sering terjadi di ruang kerja, sesuatu yang terlihat sepele namun terus berulang.

Jess Corazza, vokalis utama ill peach, kemudian muncul berjalan melewati dua sosok tersebut tanpa reaksi yang berarti, seolah menganggap situasi itu sebagai hal yang biasa. Di titik ini, video mulai mengajak penonton untuk melihat dari perspektif “pengamat diam” yang juga menjadi inti dari lagu.

Corazza bergerak dari satu ruangan ke ruangan lain dalam setting kantor, dengan gestur yang cenderung absurd, hampir seperti seseorang yang terputus dari ritme normal lingkungan di sekitarnya.

ill peach Small Talk

ill peach (credit : Lucy Sandler)

Seiring video berjalan, Corazza sesekali bergabung dengan personel lain ill peach dalam beberapa adegan performatif. Mereka tampil di ruang yang menyerupai aula kantor, sebelum berpindah ke area basement dengan pencahayaan redup.

Perubahan lokasi ini terasa seperti pergeseran suasana, dari ruang formal yang kaku menuju ruang yang lebih bebas namun tetap menyimpan kesan ganjil. Transisi ini memperkuat nuansa lagu yang menggambarkan rutinitas monoton, sekaligus keinginan untuk keluar dari siklus tersebut.

Salah satu momen paling mencolok muncul di bagian akhir video. Sosok manusia berkepala lalat kembali muncul, kali ini mengenakan pakaian formal seperti eksekutif, duduk di kursi kantor sambil berputar dengan ekspresi bahagia. Adegan ini terasa ironis, seolah menjadi sindiran halus terhadap rutinitas yang terus berulang namun diterima tanpa banyak pertanyaan.

Secara keseluruhan, video musik “Small Talk” tidak berusaha tampil megah, tetapi justru mengandalkan detail-detail kecil yang terasa akrab. Visual yang absurd dipadukan dengan setting kantor yang realistis menciptakan kontras yang menarik. Pendekatan ini sejalan dengan ide dasar lagu yang lahir dari kebiasaan mengamati percakapan sehari-hari: topik ringan yang terus berulang tanpa arah yang jelas.

Melalui video ini, ill peach menunjukkan bagaimana konsep “menguping” tidak hanya hadir dalam lirik, tetapi juga dalam cara mereka membangun narasi visual. Penonton ditempatkan sebagai pengamat, menyaksikan potongan-potongan kejadian yang tampak acak dan saling terhubung. Sebuah pendekatan yang terlihat sederhana di permukaan, tetapi menyimpan banyak detail untuk ditelusuri lebih dalam.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *