Music News
Jugo Djarot Luncurkan “DERAU”, Single Kedua Dari PERSEMBAHAN ALTAR
Jugo Djarot kembali melanjutkan perjalanan menuju proyek live session “PERSEMBAHAN ALTAR” lewat perilisan single terbaru bertajuk “DERAU (dari PERSEMBAHAN ALTAR)”. Lagu tersebut resmi tayang di YouTube serta berbagai layanan streaming digital pada 15 Mei 2026 dan menjadi single kedua yang dirilis menjelang sesi pertunjukan intim dari EP debutnya, ‘ALTAR‘.
Melalui “DERAU”, Jugo memperlihatkan sisi yang lebih personal dari semesta “ALTAR”. Jika rilisan sebelumnya lebih banyak memperlihatkan arah musikal dan suasana umum dari proyek tersebut, kali ini ia masuk lebih jauh ke wilayah emosional yang terasa sunyi. Aransemen dibiarkan bernapas dengan sederhana, sementara detail-detail kecil dalam permainan musik justru terdengar semakin jelas dalam format live yang minim polesan.
“DERAU” menggambarkan hubungan seseorang dengan adiksi. Tapi yang dimaksud Jugo tidak selalu berkaitan dengan narkotika atau zat tertentu. Lagu ini lebih luas, menyentuh kebiasaan-kebiasaan yang terasa menyenangkan tetapi perlahan sulit untuk ditinggalkan.
“Lagu ini tentang rasa bersalah, kerinduan, dan kebutuhan untuk diterima. Saya membayangkannya seperti hubungan rahasia, bukan antara dua orang, tapi antara seseorang dengan adiksinya sendiri,” ujar Jugo.

Secara musikal, lagu ini membawa nuansa Pop Kreatif Indonesia yang kuat. Jugo mengambil inspirasi dari musisi legendaris seperti Chandra Darusman dan Chrisye, lalu mengolah pengaruh tersebut ke dalam warna musik yang lebih personal. Bersama Sinatrya Dharaka, ia meracik elemen soul dan R&B modern ke dalam aransemen yang hangat, ringan, tapi tetap melankolis.
“DERAU” juga menjadi pondasi penting bagi keseluruhan konsep “PERSEMBAHAN ALTAR”, sebuah proyek live session yang didasari oleh introspeksi, nostalgia, dan pengalaman emosional yang sangat personal. Dalam proyek ini, Jugo tampaknya memilih suasana sederhana agar inti lagunya terasa lebih tulus.
Seperti rilisan sebelumnya, Jugo kembali melibatkan kolaborator yang telah lama bekerja bersamanya. Nama-nama seperti Alit Djarot dari MPQ, Ariel Kaspar dari Bedchamber dan Glyph Talk, Rastafarian, Rezki Delian, serta Theodoros I. Aziz dari Magnolia Celebration turut berkontribusi dalam sesi ini.
Seluruh proses visual kembali digarap oleh Mokhamad Edhy yang bertindak sebagai sutradara, editor, sekaligus penanggung jawab perekaman. Diandra Indrabayu berada di belakang kamera, sementara dokumentasi fotografi ditangani Jatmiko Sutejo. Semua sesi direkam di ruang tamu Green Island Music, ruang kecil yang justru memberi nuansa intim pada keseluruhan presentasi.
Jugo Djarot dikenal sebagai penyanyi, penulis lagu, dan produser yang aktif di genre soul, pop klasik, dan musik atmosferik. Setelah bertahun-tahun terlibat dalam berbagai proyek bersama musisi Indonesia lainnya, ia kini kembali menampilkan identitas pribadinya lewat “ALTAR” bersama Kolibri Rekords, sebuah proyek yang penuh dengan refleksi diri, kerentanan, dan kenangan yang belum sepenuhnya selesai.

