New Tracks

The Hauler Rawk Menyusuri Pencarian Cahaya lewat “Kabir”

Profile photo ofrafasya

Diterbitkan

pada

The Hauler Rawk

Ada banyak jalan yang kerap dipilih manusia ketika berbicara tentang pencarian makna dan cahaya. Sebagian menempuhnya lewat ritus ibadah, sebagian lain melalui perbuatan baik, perjalanan fisik, atau perjumpaan dengan sosok yang dianggap lebih memahami.

Tidak ada satu rumus tunggal. Selama dijalani dengan kesadaran dan tanggung jawab, setiap cara sah menjadi medium pencarian. The Hauler Rawk membaca proses itu dengan caranya sendiri, menyalurkan kegelisahan dan energi batin tersebut melalui musik.

Lewat karya terbaru berjudul “Kabir”, The Hauler Rawk merekam perjalanan spiritual yang tidak selalu terang dan mudah dikenali. Kata Kabir dipilih dari maknanya sebagai Yang Maha Besar, sebuah simbol tentang kebesaran yang kerap tak kasatmata namun bisa dirasakan kehadirannya.

Bagi The Hauler Rawk, lagu ini bukan sekadar komposisi bunyi, melainkan ruang refleksi yang lahir dari keraguan, keheningan, dan keinginan memahami sesuatu yang melampaui diri manusia.

Iun, gitaris sekaligus vokalis The Hauler Rawk, menjelaskan bahwa “Kabir” mengangkat tema tentang pencarian cahaya yang tidak selalu hadir dalam bentuk yang jelas. Ia hadir dalam isyarat kecil, perasaan samar, dan proses batin yang sering kali berjalan perlahan. Pendekatan ini terasa selaras dengan karakter musik The Hauler Rawk yang selama ini lebih mengandalkan atmosfer daripada narasi verbal.

Menariknya, “Kabir” menjadi pengecualian dalam diskografi mereka. Band asal Palu ini dikenal jarang menggunakan lirik, namun untuk lagu ini mereka memilih membuka ruang kata, sekaligus untuk pertama kalinya menggunakan bahasa Indonesia.

Band The Hauler Rawk

Tugas penulisan lirik dipercayakan kepada Naldi Cante, vokalis band Pekarangan, yang di lingkar musik Palu dikenal luas karena keluwesan bahasanya. Lirik “Kabir” bergerak dari rasa kabur dan gelap menuju kejernihan dan penerimaan, menggambarkan manusia yang perlahan belajar membaca tanda-tanda kecil dalam hidup.

Naldi menyebut lirik tersebut sebagai refleksi tentang kesadaran diri. Menurutnya, manusia kerap lupa menempatkan diri di tengah limpahan karunia yang telah diberikan, sehingga tindakan dan pilihan sering terasa rancu. Lagu ini mencoba mengajak pendengarnya untuk mengenali kembali posisi manusia di hadapan kebesaran yang lebih luas.

Pendekatan reflektif ini juga diterjemahkan ke ranah visual. Alih-alih menggunakan ilustrasi grafis, The Hauler Rawk memilih fotografi dan instalasi seni sebagai sampul lagu. Foto menampilkan objek kayu terbakar di hadapan sosok yang sedang berjalan, sebuah visual yang terbuka untuk banyak tafsir.

Elemen api, siluet, dan tanah memberi kesan mentah dan jujur, sejalan dengan tema pencarian spiritual yang bersifat fisik sekaligus emosional. Fauzan Kurnia, fotografer yang mengerjakan artwork tersebut, menyebut visual ini sebagai representasi perjalanan hidup menuju kesadaran dan harapan akan masa depan yang lebih besar.

Lokasi pemotretan dipilih di Desa Balane, sebuah tempat sunyi yang dianggap mampu memperkuat nuansa lagu. Menurut Iun, karakter alam di lokasi tersebut memberi ruang yang pas untuk membangun simbolisme visual yang dibutuhkan “Kabir”.

Secara produksi, lagu ini digarap di B90 Studio dan Effort Lab, dua ruang yang akrab dengan skena musik Palu. Prosesnya memakan waktu sekitar tiga bulan pada 2023, mulai dari penulisan hingga penyempurnaan. Rilisan yang baru dilepas hampir dua tahun kemudian sengaja tidak diburu, mengikuti semangat lagu yang menekankan proses dan kesabaran.

Bagi The Hauler Rawk, “Kabir” membuka kemungkinan baru tanpa harus meninggalkan identitas lama. Eksplorasi musik berlirik akan terus dijajaki jika memang cerita menuntut kehadiran kata, sementara pendekatan instrumental tetap menjadi bagian penting dari perjalanan mereka.

Dengan tempo yang pelan di awal dan ledakan di bagian akhir, “Kabir” menjadi teman yang pas bagi pendengar post-rock, stoner, dan metal yang ingin menyelami perjalanan batin melalui suara.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *