New Tracks
BATDD Rilis “Tanggeria”, Menyusuri Duka Dan Pemulihan Dalam Lanskap Imajiner
Setelah menyelesaikan kisah fabel yang menggambarkan dunia delusi Bapak Loket Berkumis dalam EP “Tamasya Dibuka”, BATDD (Bimbingan Anak Tersiap di Dunia) melanjutkan narasi mereka dengan rilisan terbaru berjudul “Tanggeria”.
Jika sebelumnya pendengar diajak menjelajahi dunia surealis yang dihuni oleh tiga hewan berkarakter manusia dan satu anggur berkaki dua, kini cerita beralih ke tema yang lebih reflektif, menyentuh isu kematian, kehilangan, dan proses pemulihan yang perlahan membentuk kehidupan baru.
“Tanggeria” hadir sebagai bagian dari kisah yang masih berada dalam ruang imajiner yang sama, tetapi dengan pendekatan emosional yang lebih dalam. Lagu ini menggambarkan perjalanan batin Bapak Loket Berkumis, yang secara perlahan menemukan harapan dari delusi yang selama ini mengganggunya. Dalam salah satu liriknya, “Imajineria terurai menjadi rupa kamu”, terdapat makna tentang pertemuan antara ilusi dan realitas yang akhirnya saling berinteraksi.

“Imajineria terurai menjadi rupa kamu, sepenggal lirik dari lagu ‘Tanggeria’ yang terasa begitu emosional. Penggalan lirik itu menggambarkan ungkapan bahagia Bapak Loket Berkumis karena akhirnya menemukan kesembuhan atas delusinya lewat Emily, sang apoteker berwujud manusia setengah katak,” ucap Dika si Anggur yang mengisi gitar dan vokal.
Emily, karakter yang disebut dalam lagu ini, muncul sebagai sosok penting dalam proses pemulihan tersebut. Ia digambarkan sebagai apoteker dengan wujud setengah katak, yang membawa elemen penyembuhan melalui simbol Biji Pohon Malampa. Dalam dunia Tanggeria, Pohon Malampa dikenal sebagai sumber kehidupan dan pusat dari berbagai perubahan yang dialami oleh para tokohnya.
Secara musikal, BATDD mengolah “Tanggeria” dengan pendekatan yang cukup berani. Mereka memainkan banyak lapisan suara dengan garis melodi dan ritme yang berjalan sendiri-sendiri. Setiap elemen terdengar seperti memiliki arah yang berbeda, namun pada akhirnya tetap bertemu dalam satu kesatuan yang harmonis. Pola ini menciptakan dinamika yang terasa tidak biasa, sekaligus memperluas spektrum warna dalam komposisi mereka.
“Pas workshop Dika si Anggur minta tolong ke kita semua buat lagunya yang Tanggeria ini, untuk tabrakin semua melodi dan ritme soalnya dia bilang dia disuruh sama dewa musik,” tutur Dea si Gajah, yang juga mengisi vokal dan gitar.
Eksplorasi tersebut tidak hanya berhenti pada ranah audio. Visual dari “Tanggeria” juga mendapat perhatian khusus, terutama dalam penggambaran hutan Tanggeria, Pohon Malampa, hingga momen ketika Emily memberikan biji tersebut kepada Bapak Loket Berkumis. Untuk menerjemahkan imaji tersebut, Dea memilih pendekatan yang cukup unik dengan menggunakan tanah liat dan resin sebagai medium utama dalam pembuatan artwork.
Dea mengaku sempat kesulitan menerjemahkan cerita “Tanggeria” ke visual. Ide tak kunjung muncul meski sudah mencoba berbagai cara. Inspirasi baru datang saat berendam dan mendengarkan lagu tersebut. Dari situ, gambaran mulai terbentuk hingga akhirnya ia memutuskan membuat artwork berupa miniatur menggunakan tanah liat sebagai medium utama.
“Tanggeria” ditempatkan sebagai penutup dari rangkaian EP “Tamasya Dibuka”, sekaligus menjadi pengantar menuju album penuh bertajuk “TANGGERIA” yang tengah disiapkan. Lagu ini juga berfungsi sebagai perayaan atas kehidupan yang terus bergerak, bahkan setelah melalui fase kehilangan yang tidak sederhana.
Rilisan ini hadir di bawah naungan Greedy Dust dan sudah tersedia di berbagai digital streaming platform sejak 17 April 2026. Dengan pendekatan naratif yang konsisten dan eksplorasi musikal yang semakin terbuka, BATDD terus memperluas dunia imajiner mereka, mengajak pendengar untuk menyelami setiap lapisan cerita yang mereka ciptakan.
