New Albums
Black Rawk Dog Akhirnya Rilis Album Penuh Perdana Setelah 8 Tahun
Black Rawk Dog akhirnya menuntaskan penantian panjang dengan merilis album penuh pertama mereka berjudul ‘Shamrock, Piper & Scissors!’ pada 19 Agustus 2025 dengan format CD. Album ini hadir delapan tahun setelah EP debut ‘Suburban’s Folk Stories‘ dirilis pada 2017. Sebelumnya, band asal Yogyakarta ini sudah lebih dulu melepas single pembuka, “Shamrock! Shamrock!”, pada 9 Agustus melalui Bandcamp.
Album ini memuat sepuluh lagu yang khas dengan banjo dan bagpipe bergaya Celtic, dipadukan dengan hentakan punk rock yang energik. Black Rawk Dog tetap konsisten mengangkat narasi kehidupan kelas pekerja: getir, penuh kesialan, namun tetap menyimpan harapan akan masa depan yang lebih adil. Dari awal hingga akhir, album ini seperti menghadirkan ironi sempurna: lirik yang pahit justru dibawakan dengan musik riang yang membuatnya terasa cocok untuk berdansa sekaligus merenung tentang realitas hidup yang sering tak berpihak.
“Tema besar album ini memang serius, soal politik dan pembangunan kota. Tapi kami sengaja memberi judul plesetan dari ‘Rock, Paper, Scissors’ agar tidak terkesan terlalu berat. Sama seperti remaja yang sedang asyik menjelajahi taman bermainnya, Black Rawk Dog juga sedang tumbuh dengan gagasan baru, kesadaran, dan jejaring pertemanan,” kata Edrea, vokalis sekaligus wajah depan band ini.

CD Album ‘Shamrock, Piper & Scissors!’
Proses rekaman dilakukan di Rezzroll Studio dengan dukungan label StateScam Records. Album ini merangkum perjalanan Black Rawk Dog dari 2018 hingga 2024. Jika sebelumnya mereka lebih dekat dengan nuansa Irish, kali ini nuansa Scottish lebih terasa dengan dominasi instrumen bagpipe.
Eksperimen lain juga muncul lewat tambahan string section di lagu “Shamrock! Shamrock!” yang menambah warna emosional tersendiri. Musik dan liriknya seperti catatan perjalanan para personel yang menemukan alasan untuk terus bermain bersama: bahwa hidup dengan segala keruwetan tetap layak untuk dirayakan.
Untuk sampul album, Black Rawk Dog menggandeng Jhon Angga. Visualnya menampilkan anak-anak yang tetap ceria di tengah kekacauan dunia. Lewat konsep itu, mereka ingin menyoroti bagaimana banyak anak di berbagai belahan dunia, dari Palestina hingga Papua, kehilangan ruang aman untuk bermain.
Di tengah kekerasan dan perampasan ruang hidup, kepolosan anak-anak justru menjadi simbol harapan. Semangat hidup mereka adalah pengingat bahwa selalu ada kemungkinan untuk membangun dunia baru, seperti pesan dari salah satu nomor penting di album ini, “We carry a new world, here in our hearts.”
Perjalanan Black Rawk Dog dimulai pada 2010, ketika Boliph dan Edrea mendirikan band ini hanya dengan alat seadanya. Awalnya mereka membawakan lagu-lagu Dropkick Murphys dan Flogging Molly, tapi minimnya referensi membuat dua personel lain memilih mundur.
Baru pada 2012 mereka mulai menemukan komunitas Celtic punk di Indonesia, termasuk menghadiri perhelatan Yogyakarta Celtic Punk Night pertama. Dari situ, mereka belajar banyak hal, termasuk mendapatkan akses ke instrumen tradisional seperti tin whistle, banjo, dan mandolin.
Meski hanya belajar secara otodidak, Boliph mampu menguasai empat instrumen tradisional dalam waktu singkat. Tahun 2013, band ini bertambah menjadi delapan personel dan resmi menggunakan nama Black Rawk Dog. Sejak saat itu mereka terus berbagi pengetahuan, mengalami bongkar pasang formasi, tapi tetap berjalan dengan semangat yang sama: merayakan hidup lewat musik yang keras, riuh, tapi selalu menyimpan optimisme.
Support Gigsplay Dengan Saweria