International
“Echoes” Dan Visi Baru Sorry Menyongsong Perilisan ‘COSPLAY’
Band indie rock asal London, Sorry, resmi mengumumkan album terbaru mereka berjudul ‘COSPLAY‘ yang akan dirilis pada 7 November melalui Domino. Bersamaan dengan kabar ini, mereka juga memperkenalkan single baru “Echoes” yang dilepas lewat video musik. Sorry juga mengumumkan jadwal tur mereka di Amerika Utara sebagai bagian dari rangkaian promosi album.
Sorry digawangi oleh Asha Lorenz, Louis O’Bryen, Lincoln Barrett, Campbell Baum, dan Marco Pini. ‘COSPLAY’ hadir setelah rilisan ‘Anywhere But Here’ pada 2022, serta album debut mereka ‘925’ yang sempat masuk ke peringkat #35 dalam daftar Top 100 Albums of 2020. Dengan catatan perjalanan yang konsisten ini, ‘COSPLAY’ diposisikan sebagai babak baru dalam eksplorasi musik mereka.
Album ini juga akan memuat dua single yang sudah lebih dulu dirilis: “Jetplane” pada April lalu, serta “Waxwing” yang keluar Juni 2025. Kehadiran dua lagu tersebut memperlihatkan arah musikal yang ingin digarap Sorry, memadukan nuansa eksperimental dengan karakter khas mereka yang gelap, rapuh, namun tetap penuh dinamika.
Single terbaru “Echoes” memperlihatkan sisi introspektif band yang lebih dalam. Melalui aransemen yang bergerak antara ketenangan dan ketegangan, Sorry menciptakan atmosfer yang melayang, seolah suara-suara masa lalu ikut berbisik dalam setiap bait.
Video musiknya menegaskan karakter visual Sorry yang sejak awal dikenal imajinatif dan agak surealis, memberikan pengalaman audiovisual yang terasa padu. “Echoes” pun semakin menegaskan kecenderungan mereka untuk menyelipkan narasi personal di tengah lapisan musik yang terkesan kabur dan penuh tekstur.
Dalam pernyataan resminya, ‘COSPLAY’ digambarkan sebagai album yang dengan cermat menghapus sekaligus menggambar ulang batasan-batasan yang telah dibangun Sorry sepanjang karier mereka. Album ini disebut sebagai sebuah dunia di mana siapa pun bisa menjadi siapa saja, baik di masa lalu maupun masa kini, nyata maupun imajiner, hidup ataupun mati. Konsep itu menghadirkan kebebasan penuh bagi Sorry untuk melepaskan diri dari segala belenggu yang selama ini membatasi mereka.
Dengan konsep tersebut, ‘COSPLAY’ jelas bukan sekadar kelanjutan, melainkan pernyataan artistik yang memberi ruang luas untuk eksperimentasi. Sorry tampaknya ingin mengajak pendengar menembus realitas sehari-hari menuju ruang imajinasi yang mengalir, di mana identitas bukanlah sesuatu yang tetap, melainkan sesuatu yang bisa dimainkan dan dipertanyakan ulang.
Rencana tur Amerika Utara yang menyertai perilisan ini juga memperlihatkan ambisi Sorry untuk memperluas jangkauan mereka. Dengan materi baru yang sarat imajinasi serta rekam jejak musikal yang kian solid, ‘COSPLAY’ berpotensi memperkuat posisi Sorry sebagai salah satu band paling menarik dari London yang terus menantang batasan musik indie kontemporer.


