New Albums
Kilas Balik Dan Pendewasaan Just For Today Dalam EP ‘Love, Lie And Lost’
Unit rock alternatif asal Jombang, Just For Today (JFT), kembali menunjukkan karya di skena musik independen lewat perilisan EP terbaru bertajuk ‘Love, Lie And Lost’.EP ini menjadi momen penting bagi band yang telah berkarier sejak 2011, sekaligus sebagai bentuk komitmen mereka untuk terus berkarya di dunia musik.
‘Love, Lie And Lost’ adalah potret dari perjalanan panjang Just For Today, dirangkum dalam lima lagu yang sarat emosi dan nuansa personal. Daftar lagunya mencakup “Katharsis”, “Numb”, “Schadenfreude”, “Defect”, serta “Freddy And Jason” yang turut menghadirkan Kris Suwono dari The Sun Goes Down sebagai kolaborator. Dari kelima lagu tersebut, JFT menunjuk “Freddy And Jason” sebagai lagu utama, sebuah pilihan yang mencerminkan dinamika batin dan sisi tergelap dari tiap personel band ini.
“Lagu ini jadi medium yang paling jujur buat kami berlima,” ungkap Demes, sang bassis. “Freddy And Jason mampu menangkap keresahan pribadi dan kolektif, dan justru dari situlah kami merasa benar-benar jadi musisi yang apa adanya.”
Proses kreatif ‘Love, Lie And Lost’ berlangsung sepanjang 2024, sepenuhnya diproduksi dengan dukungan teman-teman satu visi dari Mojokerto. Salah satu sosok penting di balik layar adalah Candra Megah yang berperan sebagai produser sekaligus co-writer.
Selain itu ada Andre Wahyu yang menangani mixing dan mastering, Januar Arib sebagai vokal latar, dan Krisno Suwono sebagai musisi tamu. Kehadiran Candra Megah menjadi pengalaman pertama JFT bekerja dengan produser profesional, sesuatu yang mereka anggap sebagai titik tolak penting dalam evolusi bermusik mereka.

“Kolaborasi ini benar-benar membuka perspektif baru,” kata Demes. “Ini adalah fase pendewasaan bagi kami, semacam transisi dari musisi yang bermain karena hobi, ke musisi yang mulai berpikir lebih serius soal kualitas dan arah kreatif.”
Lebih jauh, EP ini bukan hanya sebagai langkah karier, tetapi juga sebagai bentuk warisan. Just For Today memandang karya ini sebagai sesuatu yang bisa dikenang dan diwariskan, baik untuk para musisi di Jombang maupun untuk anak-anak mereka sendiri.
“Kami ingin anak-anak kami kelak tahu, bahwa kami pernah menciptakan sesuatu yang punya nilai,” tambah Demes. “Bukan cuma main band buat seru-seruan, tapi ada tanggung jawab yang kami pegang sampai sekarang.”
Sebagai band yang telah bertahan lebih dari satu dekade, Just For Today tak hanya membawa semangat kolektif, tapi juga kedewasaan dalam berkarya. Mereka berharap EP ‘Love, Lie And Lost’ bisa menjadi pemantik untuk membuka lebih banyak ruang lintas industri, mempererat komunitas, dan mendorong tumbuhnya generasi baru dari kota kecil seperti Jombang.
Didirikan oleh Achmad Riza, Ridwan Afrianto, Nurrani Robhi, dan Demes Febrian, Just For Today berawal dari kebiasaan nongkrong sepulang sekolah dan berkembang menjadi unit musik yang memiliki posisi tersendiri di peta alternatif Jawa Timur.
Sejak debut EP ‘Gold, Glory and Gospel’ (2013), JFT terus bergerak meski sempat vakum, dan kini mereka kembali dengan semangat yang lebih cerah, lebih dewasa, dan tetap setia pada akar musik mereka.
‘Love, Lie And Lost‘ sudah tersedia di berbagai platform digital. Ini adalah tonggak baru dari sebuah perjalanan yang dimulai dari kota kecil, dengan mimpi yang tak pernah mengecil.
Support Gigsplay Dengan Saweria
