New Albums

Lima Tahun Proses Kreatif, Flowr Pit Akhirnya Lepas Album Debut “Super Possible”

Profile photo ofArduino

Diterbitkan

pada

Flowr Pit

Setelah melalui perjalanan kreatif yang panjang selama lima tahun, Flowr Pit akhirnya meresmikan langkah besar dengan merilis album debut penuh bertajuk ‘Super Possible’ lewat Kolibri Rekords.

Album ini berisi sepuluh lagu yang disusun dalam dua bagian yang merekam potongan fase emosional Alfath Arya Nugraha sebagai sosok di balik proyek Flowr Pit. Ini adalah arsip dari perasaan, kegelisahan, dan pertumbuhan pribadi yang terakumulasi perlahan sejak masa pandemi hingga saat ini.

Di antara seluruh materi, lagu “Tenggelam” menempati posisi penting dalam keseluruhan narasi album. Ditulis di tengah situasi pandemi, lagu berbahasa Indonesia ini justru menjadi titik yang menguatkan niat Alfath untuk menuntaskan album debutnya.

“Tenggelam” menggambarkan rencana hidup jangka panjang yang sering kali terasa terlalu optimis ketika dihadapkan pada masa depan yang tidak sepenuhnya dapat diprediksi. Lagu ini menyoroti kecenderungan manusia untuk larut dalam proyeksi dan angan-angannya sendiri, hingga perlahan kehilangan pijakan pada realitas.

“Album ini adalah kumpulan dari apa yang saya rasakan, dengar, dan pahami pada satu periode hidup,” ujar Alfath. Ia menjelaskan bahwa ‘Super Possible’ berfungsi sebagai medium untuk bercerita, mengekspresikan emosi, dan menjadi ruang untuk melepaskan tanpa beban, terlepas dari apakah hasil akhirnya terdengar serius atau tidak di telinga orang lain.

Solois Flowr Pit

Pandemi 2020 disebut sebagai pemicu awal proses penulisan, sementara proses rekaman dan pascaproduksi yang berlangsung bolak-balik selama lima tahun menjadi pengalaman belajar yang sangat ia hargai. Alfath mengakui bahwa album ini mungkin tidak sempurna untuk semua orang, tapi baginya, ‘Super Possible’ adalah representasi paling jujur dari perjalanan yang telah ia jalani.

Secara musikal, ‘Super Possible’ menunjukkan perkembangan yang signifikan dari Flowr Pit jika dibandingkan dengan single sebelumnya seperti “Oh Frances!” dan “Air”. Meskipun nuansa indie rock tetap menjadi dasar, album ini kini mengarah ke lanskap yang lebih atmosferik dan sinematis.

Lapisan aransemen terdengar lebih matang, dengan pendekatan yang memberikan ruang bagi emosi untuk berkembang. Lirik-lirik yang bersifat personal tetap menjadi fokus, dan untuk pertama kalinya, Alfath lebih berani mengeksplorasi bahasa Indonesia sebagai medium ekspresinya.

Struktur album yang terbagi dalam dua babak, dibuka dengan “Act I: What a Time to be Alive!” dan diakhiri dengan “Act II: Faces of Death”, menciptakan kesan perjalanan yang tidak selalu linier. Lagu-lagu seperti “Coming of Age”, “Tiba Waktunya”, dan “Selamanya” terasa seperti refleksi tentang usia, perubahan, dan penerimaan terhadap waktu yang terus berjalan.

Flowr Pit merupakan moniker dari Alfath Arya Nugraha, seorang penulis lagu dan produser yang kini memasuki usia 30-an. Jika sebelumnya ia lekat dengan semangat college rock, ”Super Possible’ menunjukkan arah baru yang tetap bernuansa nostalgia tanpa terjebak di masa lalu.

Album ini menjadi tanda awal yang penting, sekaligus bukti bahwa proses panjang, keraguan, dan jatuh bangun dalam berkarya selalu mungkin untuk diwujudkan.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

âś… KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *