New Tracks

“Lodse”, Kolaborasi Lintas Generasi Shaggydog, Rebellion Rose, Dan The Glad

Diterbitkan

pada

Shaggydog Rebellion Rose The Glad
Shaggydog, Rebellion Rose dan The Glad (credit: Jeffry)

Skena musik Yogyakarta sejak lama dikenal sebagai ruang uji coba yang hidup dan terbuka. Di kota ini, musik tumbuh lewat pertemuan, percakapan, dan kebiasaan berbagi tanpa sekat genre maupun usia. Banyak band dan musisi bergerak bersama, saling mempengaruhi, dan mengeksplorasi kemungkinan baru dengan cara yang organik.

Lingkungan yang cair ini membuat kolaborasi lintas generasi dan lintas gaya bukan sesuatu yang direncanakan secara kaku, melainkan lahir dari keseharian yang akrab.

Pemandangan personel band underground duduk satu meja dengan musisi yang akrab dengan industri nasional adalah hal lumrah di Jogja. Dari tongkrongan, obrolan santai, hingga sekadar saling menukar gelas minuman, sering muncul ide-ide yang kemudian berkembang menjadi karya bersama.

Sejarah kolaborasi di kota ini mencatat berbagai pertemuan tak terduga, seperti Shaggydog yang pernah menggandeng NDX AKA dalam lagu bernuansa dangdut “Ambilkan Gelas”, atau keterlibatan Ndarboy Genk dalam versi keroncong lagu “Di Sayidan”.

Band Shaggydog

Tradisi itu kini berlanjut lewat single terbaru Shaggydog berjudul “Lodse”, yang melibatkan Rebellion Rose dan The Glad. Lagu ini merekam suasana guyub rukun khas anak band Jogja, di mana perbedaan genre dan generasi tidak menjadi batas. Bagi Shaggydog, kolaborasi ini bukan sekadar strategi musikal, tetapi bagian dari cara bertahan dan tetap relevan.

Band kalau sudah lama tapi masih pengin nyambung dengan kondisi sekarang ya harus banyak komunikasi dengan yang lebih muda. Kolaborasi, bukan kompetisi terus,” ujar Shaggydog tentang alasan mengajak dua band dari latar generasi berbeda.

“Lodse” merupakan lagu ska ciptaan Raymond, gitaris Shaggydog. Judulnya diambil dari bahasa walikan khas Jogja yang berarti ngombe atau minum. Ide lagu ini berangkat dari kebiasaan berkumpul bersama teman-teman, ketika gelas berputar dari tangan ke tangan dan obrolan mengalir bebas.

Dari situ muncul pertukaran gagasan, bahkan wacana yang kadang berhenti sebagai wacana. “Terus kepikiran, kenapa tidak dijadikan lagu saja,” kata Raymond. Lirik berbahasa Jawa yang digunakan menegaskan akar lokal yang tetap dijaga di tengah kolaborasi lintas skena.

Kolaborasi lintas genre

Kolaborasi Shaggydog, Rebellion Rose dan The Glad

Proses rekaman yang berlangsung di studio Doggy House juga menyimpan cerita tersendiri. Saat pengambilan vokal, muncul momen-momen jenaka karena beberapa personel Rebellion Rose bukan penutur asli Jawa. Pelafalan yang kurang medhok justru menjadi sumber tawa di ruang rekam.

Celetukan spontan Hasbi, vokalis The Glad, turut mencairkan suasana dan membuat proses berjalan lebih santai. Menurut mereka, pengalaman semacam ini memperkuat ikatan pertemanan dan menambah keseruan kerja bersama.

Hasil akhirnya adalah sebuah lagu yang mudah diingat dan terasa akrab sejak dengar pertama, dengan penggalan refrain “lodse, lodse, lodse karo kancane” yang berulang dan mengajak bernyanyi bersama. “Lodse” hadir sebagai perayaan kebersamaan, bukan hanya antar band, tetapi juga antar generasi dalam satu ekosistem musik.

Single “Lodse” dari Shaggydog yang menampilkan Rebellion Rose dan The Glad dijadwalkan rilis di berbagai platform digital pada 26 Desember 2025 melalui DoggyHouse Records. Bersamaan dengan perilisan tersebut, tersedia pula merchandise berupa kaus dan bandana dengan artwork karya Arswandaru yang bisa didapatkan melalui Doggy Shop Jogja.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *