International
Lukas Graham Rilis Single Baru “Second Chance” Jelang Album Baru ‘Good Times’
Penyanyi dan penulis lagu asal Denmark, Lukas Graham kembali membuka lembaran baru dalam perjalanan musikalnya lewat pengumuman album studio terbaru bertajuk ‘Good Times’ yang dijadwalkan rilis pada 14 Agustus melalui Virgin Music Group. Setelah bertahun-tahun dikenal dengan lagu-lagu pop emosional yang mendunia, kali ini Lukas mengambil pendekatan yang lebih personal, menggali kembali akar musik folk dan Celtic yang telah membentuk pandangannya tentang musik, keluarga, dan kehidupan sejak kecil.
Seiring dengan pengumuman album tersebut, Lukas Graham juga meluncurkan single terbaru berjudul “Second Chance”, sebuah lagu yang hangat dengan nuansa folk-pop dan semangat pesta “halaman belakang” yang terasa akrab dan meriah. Di balik ritme akustik yang mengalir lembut, lagu ini mengisahkan tentang keberanian untuk mengakui kesalahan, berusaha memperbaiki diri, dan memberi kesempatan kedua. “Second Chance” hadir dengan energi yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari dibandingkan karya-karya pop megahnya sebelumnya, tapi tetap mempertahankan karakter vokal Lukas yang emosional.
Video musik resminya semakin memperkuat suasana lagu tersebut. Visualnya dipenuhi dengan momen kebersamaan, tawa, tarian, dan pengalaman sederhana yang sangat manusiawi. Alih-alih tampil glamor, Lukas justru terlihat nyaman dikelilingi oleh orang-orang terdekatnya, menunjukkan arah artistik yang kini terasa lebih hangat.
Album ‘Good Times’ lahir dari usaha Lukas Graham untuk kembali terhubung dengan warisan budaya Irlandia dari mendiang ayahnya, Eugene. Sosok Eugene memiliki pengaruh besar dalam perjalanan musik Lukas sejak kecil. Ia dikenal sebagai penggemar musik folk yang sering mengundang musisi tradisional Irlandia untuk tampil di berbagai tempat di Skandinavia. Dari ruang keluarga itulah Lukas pertama kali mengenal melodi folk, instrumen akustik, dan tradisi musik yang kini ia peluk kembali di album terbarunya ini
Proses rekaman dilakukan di Nashville dan New York dengan melibatkan sejumlah musisi folk dan bluegrass yang memiliki hubungan personal dengan ayahnya. Musisi seperti Michael McGoldrick, Tim O’Brien, dan Stuart Duncan turut berkontribusi dalam album ini. Instrumen seperti uilleann pipes, mandolin, fiddle, dan gitar akustik memberikan nuansa yang lebih organik dibandingkan dengan karya-karya Lukas Graham sebelumnya.
“Orang-orang ini pernah tidur di sofa rumah orang tua saya,” ujar Lukas mengenai para musisi yang terlibat. “Saya ingin koneksi budaya itu tetap terasa hidup.”
Sebelum merilis “Second Chance”, Lukas telah memperkenalkan arah musik barunya melalui single “To Know a Girl”, sebuah lagu folk-pop berbasis banjo yang menunjukkan perubahan suasana dalam musiknya. Jika sebelumnya publik mengenalnya lewat lagu-lagu pop yang megah dan penuh emosi, album ‘Good Times’ terasa lebih intim, hangat, dan berakar kuat pada tradisi musik yang membesarkannya.
Lagu “7 Years” tentu masih menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam karier Lukas Graham. Dirilis pada 2015, lagu ini meraih kesuksesan global, memuncaki tangga lagu di berbagai negara, dan membawanya meraih tiga nominasi Grammy Awards. Sejak saat itu, Lukas terus membangun reputasi dengan lagu-lagu emosional seperti “Love Someone” yang berhasil meraih sertifikasi multi-platinum di banyak negara.
Tetapi di album ‘Good Times’, Lukas tampaknya tidak lagi terfokus pada skala besar atau kemewahan pop radio. Album ini terasa seperti perjalanan pulang, sebuah usaha untuk memahami kembali dirinya melalui musik yang tumbuh bersamanya sejak kecil.
Selain perilisan album, Lukas Graham juga dijadwalkan tampil sebagai tamu spesial dalam beberapa tanggal tur Amerika Utara milik Ed Sheeran dalam rangkaian Loop Tour 2026 yang dimulai pada bulan Agustus mendatang.


