International
Metric Luncurkan Single “Crush Forever” Jelang Album Baru
Band indie rock/synth-pop/new wave asal Kanada, Metric, bersiap merilis album terbaru mereka bertajuk ‘Romanticize the Dive‘ pada 24 April melalui label Thirty Tigers. Menjelang perilisan tersebut, mereka kembali memperkenalkan materi baru lewat single ketiga berjudul “Crush Forever“, yang memberi gambaran lebih jauh tentang arah emosional album ini.
Dalam pernyataan resminya, vokalis dan keyboardist Emily Haines menyatakan bahwa lagu ini adalah bentuk penghargaan pribadi untuk perempuan-perempuan yang tangguh. “Ini seperti surat cinta saya untuk perempuan kuat di dunia ini,” katanya, menekankan bahwa “Crush Forever” membawa semangat positif yang terasa hangat dan intim.
Sebelumnya, Metric telah lebih dulu merilis dua single pembuka, yaitu “Victim of Luck” dan “Time Is a Bomb”. Keduanya mendapatkan perhatian yang luas dan memberikan gambaran awal tentang karakter album yang sedang mereka siapkan. Seiring dengan rangkaian rilisan tersebut, band ini juga mengumumkan jadwal tur bersama Broken Social Scene dan Stars, memperpanjang kolaborasi panjang mereka yang telah terjalin sejak awal 2000-an.

“Romanticize the Dive” adalah album ke-10 dalam katalog Metric, melanjutkan perjalanan mereka setelah ‘Formentera’ (2022) dan ‘Formentera II’ (2023). Proses rekaman dilakukan di Electric Lady Studios, studio legendaris di New York yang juga pernah mereka gunakan sebelumnya.
Untuk produksi, band ini kembali bekerja sama dengan Gavin Brown, yang dikenal melalui kolaborasinya dalam album ‘Fantasies’ dan ‘Synthetica’. Ia didampingi oleh Jimmy Shaw dan Liam O’Neil sebagai co-producer, sementara proses mixing ditangani oleh John O’Mahoney.
Secara musikal, rilisan terbaru ini memperlihatkan kesinambungan eksplorasi Metric yang telah berkembang selama lebih dari dua dekade. Mereka tetap mempertahankan fondasi indie rock yang menjadi identitas utama, namun terus membuka ruang bagi pendekatan yang lebih luas, baik dari segi produksi maupun penulisan lagu. “Crush Forever” hadir sebagai salah satu titik yang menonjol, dengan nuansa yang lebih personal dan lirik yang terasa langsung.
Formasi band ini masih diisi oleh Emily Haines (vokal, keyboard), Jimmy Shaw (gitar), Joshua Winstead (bass), dan Joules Scott Key (drum). Keempatnya tetap menjaga dinamika yang telah terbentuk sejak awal perjalanan mereka, sekaligus terus berkembang mengikuti arah musikal yang mereka rancang bersama.

