Music News
Oasis Tutup Tur Reuni, Spekulasi Album Greatest Hits Mulai Menguat
Setelah menutup rangkaian tur reuni mereka di São Paulo, Brasil, pada 23 November 2025, Oasis kembali memancing spekulasi seputar langkah berikutnya. Meski belum ada pernyataan resmi, kabar yang beredar menyebut bahwa band asal Manchester itu tengah mempertimbangkan untuk merilis album greatest hits sebagai lanjutan dari kesuksesan Oasis Live ’25 Tour.
Gagasan kompilasi sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi para Gallagher. Noel Gallagher pernah menyiapkan konsep album berisi materi B-side era 2000-an, sebuah langkah yang sempat ia yakini sebagai bentuk rekontekstualisasi karya Oasis setelah bubarnya band tersebut. Namun ide itu ditolak oleh Liam Gallagher, yang saat itu menilai Oasis belum waktunya kembali ke ranah kompilasi.
Situasinya kini berubah. Oasis Live ’25 Tour berhasil menyapu 41 kota di berbagai belahan dunia dan disebut melampaui segala perkiraan. Menurut laporan The Sun yang dikutip Daily Mail pada Senin (24/11), dua bersaudara itu sedang mengambil jeda untuk melihat kembali pencapaian besar yang baru saja mereka rekam.
Sumber tersebut menyebut momentum reuni itu bukan hanya menyentuh para penggemar, tapi juga berdampak langsung pada dinamika Noel dan Liam sendiri.
“Kembali tampil bersama adalah pengalaman yang luar biasa bagi keduanya, dan kehadiran Bonehead [Paul Arthurs] di pertunjukan terakhir memberikan emosi tersendiri,” ujar sumber itu. “Mereka tahu apa yang diinginkan penggemar. Permintaan akan tetap besar bila mereka memutuskan untuk merilis album hits baru atau melanjutkan dengan lebih banyak konser.”

Reuni OASIS (credit: REUTERS)
Beberapa wacana sudah mencuat meski belum ada keputusan final. Mulai dari kemungkinan residensi besar-besaran di Etihad Stadium pada musim panas 2026 hingga tawaran tampil di sejumlah festival besar seperti Coachella dan Benicàssim. Namun belum ada satu pun yang benar-benar dikunci oleh manajemen maupun para personel.
Di tengah kabar tersebut, Liam Gallagher tampaknya menjaga bara antusiasme fans agar tetap menyala. Dalam sebuah interaksi di media sosial, seorang penggemar menyuarakan kegelisahan terhadap kemungkinan tidak adanya tur lanjutan. Liam menjawab dengan nada yang tetap terbuka tanpa memberi kepastian.
“Kalian akan melihat saya tahun depan dan tahun berikutnya. Hanya saja belum tahu apakah bersama Oasis atau tidak. Kita perlu duduk dan membahas semuanya agar lebih pasti,” tulisnya. Ia juga menegaskan bahwa andai semua keputusan berada di tangan dirinya, tur Oasis akan terus berjalan tanpa henti. “Kalau tergantung saya, Oasis akan tur sampai mati karena itu hal terbaik di dunia. Tapi sayangnya tidak sepenuhnya begitu.”
Pihak Oasis belum memberikan komentar resmi terkait rumor album kompilasi maupun rencana lanjutan setelah tur reuni.

Tur Reuni OASIS (credit: Big Brother Recordings)
Oasis Live ’25 Tour menjadi momen penting karena untuk pertama kalinya sejak 2009 band ini kembali naik panggung dengan formasi utamanya. Tur tersebut diumumkan pada 27 Agustus 2024, hanya dua hari sebelum peringatan 30 tahun album debut legendaris mereka, ‘Definitely Maybe‘.
Selama tur reuni, setlist berisi 23 lagu ikonik Oasis yang menjadi soundtrack generasi: “Hello”, “Acquiesce”, “Morning Glory”, “Supersonic”, “Talk Tonight”, “Half the World Away”, “Little by Little”, “D’You Know What I Mean?”, “Stand by Me”, hingga “Wonderwall” yang selalu menjadi momen sing-along.
Awalnya hanya dijadwalkan 17 pertunjukan di lima kota Inggris dan Irlandia, tur ini berkembang pesat karena tingginya permintaan. Mereka menambah tanggal konser di Inggris dan Irlandia, lalu memperluasnya ke Amerika Utara, Australia, Amerika Selatan, dan Asia, termasuk Tokyo dan Seoul.
Dengan antusiasme yang belum reda, Oasis kini berada di persimpangan besar: kembali ke studio, memperpanjang tur, atau mungkin membuka babak baru dalam sejarah mereka. Para penggemar jelas masih menunggu, dan pintu untuk kejutan berikutnya tampaknya belum tertutup.
Support Gigsplay Dengan Saweria
