International
Panic Shack Rilis ‘grin & bear it’, Lagu Punk Baru Yang Mengagumkan
Panic Shack, kuartet punk perempuan asal Cardiff (UK), kembali memanaskan mesin mereka lewat single terbaru bertajuk “grin & bear it”. Lagu ini menjadi materi anyar pertama sejak album debut self-titled mereka berhasil menembus UK Top 40 pada Juli tahun lalu. Bersamaan dengan perilisan single tersebut, Panic Shack juga melepas video musik penuh kekacauan yang direkam secara mandiri saat menjalani tur mereka di Jerman beberapa waktu lalu.
“grin & bear it” terdengar seperti ledakan frustrasi yang ditahan terlalu lama. Dentuman gitar kasar, ritme yang melaju tanpa ampun, dan energi vokal Sarah Harvey terdengar seperti amarah yang siap pecah di tengah rutinitas hidup yang melelahkan. Lagu ini diproduseri oleh Ross Orton, sosok di balik berbagai rilisan milik Arctic Monkeys dan Amyl and the Sniffers. Sentuhan Orton memberi karakter yang jauh lebih brutal dan padat dibanding materi-materi awal Panic Shack.
Menariknya, lagu tersebut sebenarnya sudah mulai ditulis sejak 2023. Sarah Harvey menulis draft awalnya saat menjalani shift malam yang melelahkan. Kala itu, “grin & bear it” hampir masuk ke album debut mereka, tapi band merasa lagu tersebut belum menemukan bentuk terbaiknya. Ada sesuatu yang terasa kurang menggigit.
Band ini mengaku terus membongkar dan menyusun ulang materi tersebut di sela pekerjaan harian dan jadwal manggung yang padat. Proses panjang itu akhirnya membawa “grin & bear it” ke arah yang lebih tajam. Menurut mereka, lagu ini kini benar-benar mampu merepresentasikan pesan utama tentang kejenuhan terhadap rutinitas kerja dan tekanan hidup modern.

Panic Shack Live Performance (credit: John Hayhurst)
Secara musikal, Panic Shack terdengar jauh lebih ganas dibanding rilisan sebelumnya. Gitar-gitar tebal bergerak seperti sirene kerusuhan, sementara groove punk mereka tetap terasa liar dan penuh energi DIY khas skena bawah tanah Inggris. Tidak ada ruang untuk kemewahan produksi yang terlalu bersih. Semuanya dibiarkan kasar, berisik, dan mentah, seperti kehidupan yang sedang mereka ceritakan.
Video musik “grin & bear it” pun membawa energi serupa. Direkam sendiri oleh para personel selama tur di Jerman, visualnya dipenuhi suasana backstage, dinding penuh grafiti, perjalanan jalanan, hingga kekacauan kecil yang terasa spontan. Alih-alih tampil glamor, Panic Shack memilih menunjukkan sisi paling berantakan dari kehidupan tur mereka. Hasilnya terasa sangat hidup dan selaras dengan karakter musik mereka yang liar dan tanpa polesan berlebih.
Perilisan single ini juga datang tepat sebelum Panic Shack memulai tur utama pertama mereka di Amerika Utara. Tur tersebut akan dimulai pada 9 Juni mendatang dan membawa mereka melintasi berbagai kota besar, dari Washington D.C. hingga Los Angeles. Langkah ini memperlihatkan bagaimana nama Panic Shack perlahan bergerak dari band punk DIY lokal menuju radar internasional.
Musim panas tahun ini juga akan menjadi periode sibuk bagi mereka. Selain tampil di festival besar seperti Green Man Festival dan Latitude Festival, Panic Shack dijadwalkan tampil bersama Super Furry Animals di Llangollen. Mereka juga akan kembali ke Amerika Serikat pada September mendatang untuk membuka tur milik Sex Pistols, termasuk tampil di CBGB Festival.
Di single baru “grin & bear it”, Panic Shack terdengar seperti band yang sudah lelah bersikap sopan. Mereka datang membawa kebisingan, frustrasi, dan energi punk yang terasa semakin brutal.

