New Tracks
Puremoon Membuka Arsip Gelap Di Maxi-Single “All Your Words” Dan “Left Here”
Puremoon kembali menegaskan posisinya di kancah alternative/indie rock Bandung lewat rilisan maxi-single terbaru berjudul “All Your Words” dan “Left Here”. Band yang dikenal menghadirkan nuansa emosional dan atmosferik ini merilis dua lagu tersebut sebagai penutup fase sebelum mereka melangkah ke album ketiga yang sedang dipersiapkan.
Dibentuk oleh Naufal Ikhsan (gitar, vokal), Bryan Arkan (gitar), Irfan Lfz (drum), Rafi Azani (bass), dan Naufal Ariq (keyboard), Puremoon selalu menghadirkan musik yang berada di persimpangan antara melodi melankolis dan dinamika penuh intensitas. Rilisan terbaru ini memperlihatkan bagaimana mereka semakin matang dalam memadukan keduanya, tanpa kehilangan sentuhan khas yang sudah membentuk identitas band sejak awal.
“All Your Words” dan “Left Here” merupakan materi lama yang tidak sempat masuk ke album kedua mereka, ‘Fade‘. Alih-alih membiarkan lagu-lagu ini hilang begitu saja, Puremoon memilih merilisnya sekarang, sekaligus memberi kesempatan kepada pendengar untuk menyelami karya yang sebelumnya hanya tersimpan di balik arsip. Keputusan ini terasa tepat, karena dua lagu tersebut justru memperkaya narasi perjalanan band dan menampilkan sisi rapuh yang jarang mereka buka secara langsung.
Secara tematik, maxi-single ini memotret dinamika hubungan manusia yang rapuh dan sering tak terduga. “All Your Words” berangkat dari luka akibat pengkhianatan, saat kebohongan dan tuduhan menghancurkan kepercayaan. Lagu ini menangkap perasaan runtuh yang lahir dari kata-kata yang menyakitkan, sekaligus menyingkap kerentanan dalam relasi yang pecah.
Di sisi lain, “Left Here” lebih banyak berbicara tentang kehilangan: rasa hampa setelah ditinggalkan seseorang yang begitu berarti, serta keterjebakan emosional yang membuat seseorang sulit keluar dari lingkaran kesedihan.
Dua lagu ini lahir melalui proses yang sederhana. Puremoon merekam, melakukan mixing, hingga mastering dengan cara DIY, dikerjakan di rumah menggunakan peralatan seadanya. Meski begitu, kualitas produksinya tidak terdengar seperti karya rumahan. Justru sebaliknya, hasil akhir tetap rapi, detail, dan menunjukkan konsistensi mereka dalam menjaga standar artistik. Hal ini bukan hal baru bagi Puremoon, yang sejak awal terbiasa membangun atmosfer besar dari ruang yang kecil.
Aransemen pada maxi-single ini terasa khas Puremoon. Ada lapisan-lapisan suara gitar yang membentuk dinding bunyi, vokal yang terkesan lirih dan menusuk, serta sentuhan atmosferik yang membuat setiap denting nada terasa menggema lebih lama.
Walaupun mengusung tema melankolis, dua lagu ini tetap berdiri teguh di jalur indie rock, genre yang sejak lama menjadi pijakan mereka. DNA musik Puremoon begitu jelas terdengar, seakan menjadi peta yang menuntun pendengar mengenali mereka di antara banyak band lain.
Inspirasi dalam proses penulisan dan penggarapan datang dari musisi-musisi lintas benua, seperti Parannoul dari Korea Selatan, Yuragi dari Jepang, hingga Cruyff in the Bedroom yang dikenal dengan sentuhan shoegaze khasnya. Referensi itu memberi warna baru tanpa membuat Puremoon kehilangan jati diri. Hasilnya adalah rilisan yang mampu menjembatani pengaruh luar dengan sensibilitas lokal, dan memperkaya lanskap musik indie Indonesia yang semakin beragam.
Dengan dirilisnya “All Your Words” dan “Left Here” pada 11 September 2025 di berbagai platform digital, Puremoon memberi jeda sebelum melangkah ke bab berikutnya. Maxi-single ini bukan hanya sekadar pelengkap katalog, melainkan penegasan akan konsistensi mereka dalam menjaga kualitas, kesungguhan dalam berkarya, dan keberanian untuk merayakan sisi rapuh.
Pada akhirnya, dua lagu ini menjadi pengingat bahwa musik bisa lahir dari ruang sederhana, namun tetap mampu menggema luas dan menyentuh siapa saja yang mendengarnya.

