New Tracks
Dari Percakapan Sederhana, “Menghitung” Tumbuh Jadi Lagu Penuh Makna
Percakapan sederhana di siang hari itu menjadi awal lahirnya sebuah karya baru yang penuh dengan perenungan. Dalam pertemuan tersebut, musisi Is (Pusakata), yang sedang berdiskusi dengan Haddad Alwi, membahas rencana kolaborasi lagu. Tapi sebelum terjun ke proses kreatif, mereka terlibat dalam obrolan yang justru membuka perspektif baru bagi ide lagu yang akan mereka ciptakan.
Dalam diskusi itu, Haddad Alwi menyampaikan pandangan yang kemudian menjadi inti dari karya yang sedang mereka siapkan. Ia menyatakan bahwa manusia pada dasarnya diciptakan untuk merasakan kebahagiaan. Pernyataan ini tidak hanya berhenti sebagai refleksi singkat, tetapi berkembang menjadi pemikiran yang lebih mendalam tentang hubungan manusia dengan Tuhan.
Haddad Alwi mengungkapkan bahwa dalam perjalanan hidupnya, ia pernah melihat dirinya sebagai sosok yang penuh dengan kesalahan, seperti halnya manusia pada umumnya yang tidak terlepas dari dosa.
Dalam keadaan tersebut, manusia cenderung terus memohon ampun dan berharap pada pertolongan Tuhan. Namun, seiring berjalannya waktu, cara pandangnya mulai berubah. Ia mulai menyadari bahwa kasih sayang, cinta, dan kelembutan Tuhan jauh melampaui kesalahan yang dimiliki manusia.
Pandangan ini membawa kesadaran bahwa hubungan spiritual tidak hanya berhenti pada pemahaman konsep, tetapi juga pada usaha untuk merasakan kehadiran kasih tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan dalam situasi yang paling sulit sekalipun, ia meyakini bahwa cinta Tuhan selalu ada dan tidak pernah menjauh dari manusia.
Gagasan tersebut memberikan dampak kuat bagi Is yang mendengarnya. Ia melihat bahwa selama ini banyak orang, termasuk dirinya, lebih sering mengenal Tuhan melalui nama-nama-Nya tanpa benar-benar menyadari dan merasakan setiap bentuk kebaikan yang hadir dalam hidup. Dari momen itulah kemudian muncul satu kata yang menjadi titik tolak lahirnya lagu berjudul “Menghitung”.
Lagu ini dirancang sebagai ruang refleksi, mengajak pendengar untuk meninjau kembali apa saja yang telah dimiliki, yang sedang dijalani, dan yang telah berlalu. Selain itu, “Menghitung” juga mengarah pada kesadaran akan hal-hal kecil yang sering terlewat untuk disyukuri dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pendekatan lirik yang kontemplatif, lagu ini mengangkat gagasan tentang pentingnya menghitung ulang berbagai nikmat yang sering kali tidak disadari. Pesan yang dihadirkan berupaya mengajak pendengar untuk memperlambat langkah sejenak, lalu meninjau kembali perjalanan hidup dengan sudut pandang yang lebih tenang dan penuh syukur.
Karya ini akhirnya dirilis secara resmi pada 10 April 2026 dan telah tersedia di berbagai platform musik digital. Dengan latar belakang cerita yang berasal dari percakapan pribadi dan refleksi spiritual, “Menghitung” hadir sebagai pengingat sederhana tentang bagaimana kita dapat melihat hidup dengan cara yang lebih utuh.

