New Tracks
Monkey To Millionaire Kembali Dengan “Nol”, Membaca Absurditas Yang Dianggap Biasa
Trio rock alternatif Monkey To Millionaire memulai tahun 2026 dengan merilis single terbaru berjudul “Nol” yang resmi dilepas pada 23 Januari. Karya ini menjadi langkah lanjutan Aghan Sudrajat (bass), Wisnu Adji (gitar, vokal), dan Raveliza (drum) setelah terakhir kali merilis materi baru pada 2022 lewat EP ‘The Golden Sound’.
Bagi band yang telah berkiprah lebih dari dua dekade, “Nol” menjadi simbol bahwa perjalanan mereka masih terus berlanjut, tanpa terburu-buru atau ambisi yang berlebihan.
Single ini terinspirasi dari cara Monkey To Millionaire melihat situasi di sekitar mereka. Wisnu Adji menyatakan bahwa batas antara yang wajar dan ganjil kini semakin kabur, bahkan saling bertukar tempat.
Berbagai peristiwa yang dulunya dianggap aneh kini diterima sebagai bagian dari keseharian, sementara hal-hal sederhana sering kali dipandang aneh. Kondisi ini menjadi latar belakang reflektif dalam penulisan “Nol”, sebagai respons terhadap realitas sosial yang semakin absurd.

Secara musikal, “Nol” menghadirkan pendekatan yang sedikit berbeda dibandingkan materi dalam ‘The Golden Sound’. Jika sebelumnya Monkey To Millionaire sering tampil dengan karakter yang lebih padat, kali ini mereka memilih nuansa yang lebih manis dan ringan.
Pilihan tersebut muncul dari kerinduan baik personal maupun kolektif untuk kembali pada rasa lagu-lagu yang pernah menemani mereka di masa lalu. Bukan sebagai bentuk nostalgia, melainkan upaya menghadirkan ruang bernapas di tengah hiruk-pikuk yang kian padat. Dari ide sederhana itu, band ini merangkai sebuah lagu yang mereka harapkan mampu memberi kelegaan, baik bagi pendengar maupun bagi mereka sendiri.
Monkey To Millionaire bukan nama baru dalam peta rock alternatif Indonesia. Sejak terbentuk di Jakarta pada 2004 dari pertemanan Wisnu Adji dan Aghan Sudrajat semasa SMA, band ini tumbuh melalui berbagai fase. Nama mereka mulai dikenal luas setelah menjuarai LA Lights Indiefest pada tahun yang sama.
Seiring berjalannya waktu, formasi trio yang kini diperkuat oleh Raveliza sebagai drummer tetap sejak 2022 memperkuat arah musikal mereka, setelah sebelumnya ia berperan sebagai additional player sejak 2018.
Empat album penuh telah mereka lepaskan, mulai dari ‘Lantai Merah’ (2009), ‘Inertia’ (2013), ‘Tanpa Koma‘ (2017), hingga ‘Bipolar’ (2019). Sejumlah EP dan rilisan visual juga menjadi bagian penting dari perjalanan mereka, termasuk ‘The Golden Sound’ dan dokumentasi konser intim berdurasi lebih dari satu jam. Dalam rentang waktu tersebut, Monkey To Millionaire menunjukkan konsistensi sebagai band yang terus bereksplorasi tanpa kehilangan identitas.
Single “Nol” tidak dimaksudkan sebagai pernyataan besar atau rangkuman dari seluruh fase perjalanan mereka. Bagi Monkey To Millionaire, lagu ini lebih merupakan medium untuk mengekspresikan energi kolektif dan sisi sentimental mereka dalam berkarya. Harapan mereka sederhana, semoga lagu ini dapat didengar dan dinikmati oleh pendengar apa adanya, sebagai sebuah karya yang utuh.
Selain tersedia di berbagai platform musik digital sejak 23 Januari 2026, “Nol” juga akan dibawakan secara langsung untuk pertama kalinya dalam sebuah showcase tunggal pada Rabu, 4 Februari 2026, di Krapela, Row 9, Jakarta Selatan. Pertunjukan ini menjadi momen penting bagi Monkey To Millionaire untuk kembali berinteraksi langsung dengan pendengar, menghadirkan lagu baru dalam suasana yang intim dan personal.

