Music News
Reality Club Rangkai Perjalanan 10 Tahun Dalam Konser Spesial
Sepuluh tahun yang lalu, empat anak muda merekam lagu di ruang-ruang sempit rumah mereka. Tanpa studio profesional, tanpa jaringan industri, bahkan tanpa latar belakang pendidikan musik formal, mereka hanya membawa keyakinan dan semangat untuk mencoba. Dari kamar dan lemari pakaian yang dijadikan studio sederhana, lahirlah musik yang kini dikenal dengan nama Reality Club.
Band ini beranggotakan Fathia Izzati pada vokal dan keyboard, Faiz Novascotia Saripudin pada vokal dan gitar, Nugi Wicaksono di bass, serta Era Patigo pada drum. Mereka memulai perjalanan tanpa peta yang jelas tentang industri musik, hanya didorong oleh keinginan untuk terus menciptakan lagu dan membagikannya kepada pendengar.
Kini, satu dekade setelah langkah awal tersebut, Reality Club telah menjadi salah satu nama penting dalam lanskap musik alternatif Indonesia. Untuk merayakan perjalanan ini, mereka bekerja sama dengan promotor Katarsis Live untuk menggelar konser bertajuk “(10) Years of Reality Club – Live in Jakarta”. Pertunjukan ini dijadwalkan berlangsung pada 6 Juni 2026 di Basketball Hall Senayan, Jakarta.
Bagi Reality Club, konser ini adalah kesempatan untuk menengok kembali perjalanan panjang yang telah mereka lalui bersama para pendengar. Lagu-lagu yang mereka tulis sejak awal karier hingga katalog terbaru akan dibawakan dalam satu rangkaian cerita yang merangkum pertumbuhan band dan hubungan mereka dengan para penggemar.

“Sepuluh tahun terasa seperti keajaiban bagi kami. Tidak ada yang kuliah musik, tidak ada yang punya koneksi industri ketika kami mulai. Kami benar-benar memulai dari nol. Bisa sampai di titik ini adalah sesuatu yang tidak pernah kami anggap biasa,” kata Fathia Izzati.
Dalam konser mendatang, Reality Club berencana untuk menyusun repertoar yang mencakup seluruh katalog album mereka. Para pendengar akan menikmati lagu-lagu dari awal karier band hingga rilisan terbaru, termasuk beberapa materi yang jarang ditampilkan dalam format festival.
“Ini pertama kalinya kami membuat konser dengan kapasitas sebesar ini dan fokusnya bukan hanya satu album. Kami ingin merayakan sepuluh tahun perjalanan dan seluruh karya yang pernah kami rilis. Orang-orang yang datang akan mendengar set yang lebih panjang, ditambah cerita tentang perjalanan kami dari masa awal sampai sekarang,” ujar Faiz Novascotia Saripudin.
Selama satu dekade terakhir, perjalanan Reality Club tidak hanya berhenti pada perilisan album. Band ini sempat menjalani tur ke sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat dan beberapa wilayah Asia. Di dalam negeri, mereka juga meraih pengakuan melalui sejumlah penghargaan bergengsi, di antaranya dari Anugerah Musik Indonesia untuk kategori Album Alternatif Terbaik serta Duo/Grup/Kolaborasi Alternatif Terbaik.
Bagi Era Patigo, perayaan satu dekade ini memberi kesempatan bagi band untuk berhenti sejenak dari rutinitas tur dan produksi musik, lalu melihat kembali jalan panjang yang telah mereka tempuh.
“Perayaan sepuluh tahun ini seperti momen untuk menoleh ke belakang dan melihat apa saja yang sudah kami lakukan. Kami ingin benar-benar merasakan sejauh apa perjalanan yang sudah dilewati,” ujarnya.
Sementara itu, Nugi Wicaksono memandang pengalaman tersebut sebagai bukti bahwa mimpi bisa diraih melalui kerja keras yang konsisten. Menurutnya, pesan yang ingin mereka bagikan kepada pendengar sebenarnya cukup sederhana.
“Legacy kami sebenarnya sederhana: percaya pada mimpi. Tapi percaya saja tidak cukup. Harus ada tindakan,” katanya.
Konser ini juga didorong oleh respons pendengar yang sangat tinggi. Antusiasme tersebut membuat penyelenggara memindahkan acara ke venue dengan kapasitas yang lebih besar agar lebih banyak penonton dapat menikmati pertunjukan tersebut.
CEO Katarsis Live, Reyhana Zein, mengatakan bahwa timnya ingin menghadirkan pengalaman yang tidak hanya kuat secara audio dan visual, tetapi juga menyentuh secara emosional. Pendekatan storytelling yang selama ini menjadi ciri Katarsis Live akan tetap hadir dalam produksi konser ini.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman yang benar-benar terasa bagi penonton. Bukan hanya pertunjukan yang dilihat dari kejauhan, tetapi sesuatu yang bisa dirasakan secara emosional,” kata Reyhana.
Ia juga menjelaskan bahwa tingginya minat penonton, termasuk permintaan untuk membuka area tribun, membuat tim penyelenggara memilih lokasi yang lebih luas agar pengalaman menonton tetap nyaman.
Kolaborasi antara Katarsis Live dan Reality Club bukanlah hal yang baru. Sejak tahun 2023, mereka telah bekerja sama dalam berbagai showcase dan rangkaian tur. Tapi konser yang merayakan satu dekade ini menjadi proyek terbesar yang mereka kerjakan bersama.
Tiket konser “(10) Years of Reality Club – Live in Jakarta” telah tersedia melalui platform penjualan daring, dan sebagian kategori bahkan dilaporkan hampir habis.
Bagi Reality Club, pertunjukan ini bukan hanya perayaan perjalanan mereka sebagai band, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap para pendengar yang telah tumbuh bersama sejak hari-hari awal ketika musik mereka masih direkam di kamar dan lemari pakaian.



