Music News
Record Store Day 2026 Kembali Digelar Di Yogyakarta
Perayaan tahunan Record Store Day kembali digelar di Yogyakarta pada 25–26 April 2026, mengambil lokasi di XT Square. Agenda ini merupakan bagian dari perayaan global yang berfokus pada dukungan terhadap keberlangsungan toko rilisan fisik, mulai dari piringan hitam, kaset, hingga CD, di tengah dominasi platform digital.
Dalam skala internasional, Record Store Day telah lama dikenal sebagai momentum penting yang menjaga kultur musik fisik tetap hidup. Di Indonesia, perayaan ini terus mendapat sambutan luas, dengan Yogyakarta sebagai salah satu kota yang konsisten memperlihatkan geliat kuat dalam ekosistem rilisan fisik.
Kehadiran berbagai pelaku industri, kolektor, hingga pendengar aktif turut memperkuat posisi kota ini sebagai salah satu titik penting dalam pergerakan tersebut.
Sejak pertama kali diinisiasi oleh Jogja Record Store Club pada 2015, Record Store Day Yogyakarta berkembang menjadi ruang interaksi yang mempertemukan berbagai lapisan dalam skena musik.

Record Store Day Yogyakarta 2025 (credit: Urakan Magz)
Tahun ini, penyelenggaraan acara akan menghadirkan Record Market yang diikuti oleh 71 lapak dari berbagai kota, di antaranya Yogyakarta, Semarang, Magelang, Klaten, Salatiga, Surakarta, Sragen, Karanganyar, Jakarta, Surabaya, hingga Kuala Lumpur. Kehadiran peserta dari berbagai wilayah ini memperlihatkan jaringan distribusi dan minat terhadap rilisan fisik yang terus bergerak.
Tidak hanya berfungsi sebagai pasar, Record Store Day Yogyakarta 2026 juga membawa pendekatan kolaboratif melalui tema “SETOR DAY”. Tema ini mengajak para pengkarya untuk berani memproduksi karya tanpa terlalu dibatasi oleh keraguan atau standar tertentu, dengan keyakinan bahwa setiap ide memiliki ruang untuk berkembang. Pendekatan ini selaras dengan semangat independen yang selama ini menjadi fondasi komunitas rilisan fisik.
Berbagai program turut disiapkan untuk memperluas pengalaman pengunjung. Di antaranya terdapat Stage Lab yang digarap oleh Kultura Space, Tamasya Musik oleh Bike & Lucu, hingga Setor Merch hasil kolaborasi Tanda Mata Raya dan The Jeblogs Merch. Selain itu, akan ada sesi diskusi yang diinisiasi oleh Musik Jogja bersama Debarbar, serta program lain seperti Setor Playlist dari Mantrino Records dan Distorzine oleh Tamasya Karsa.

Suasana Record Store Day Yogyakarta 2025 (credit: Urakan Magz)
Aktivitas tambahan seperti Goreng Cover oleh BigCity Noisy Club, workshop stencil oleh Cething, hingga live sablon dari Alpaca turut memperkaya rangkaian acara. Keterlibatan berbagai kolektif lintas disiplin ini memperlihatkan bagaimana perayaan ini tidak hanya berfokus pada musik, tetapi juga pada praktik kreatif yang lebih luas.
Melalui keseluruhan program yang dihadirkan, Record Store Day Yogyakarta 2026 ingin menghadirkan ruang yang inklusif tanpa batasan hierarki. Tidak ada pemisah antara pelaku besar maupun kecil, karena setiap individu yang terlibat memiliki kontribusi dalam membangun ekosistem kreatif yang dinamis. Pendekatan ini mencerminkan semangat kolektif yang terus dijaga sejak awal penyelenggaraannya.
Acara ini terbuka untuk umum tanpa biaya masuk agar memberi kesempatan bagi siapa saja untuk terlibat langsung dalam perayaan tersebut. Informasi lebih lanjut mengenai rangkaian kegiatan dapat diakses melalui akun Instagram resmi @recordstoredayjogja.
Dengan format yang terus berkembang, Record Store Day Yogyakarta kembali menghadirkan ruang bagi musik fisik untuk tetap relevan sekaligus mempertemukan berbagai elemen dalam satu perayaan yang hidup.

