Connect with us

Flash News

Rekah Meluncurkan Video Musik Perdana Sekaligus Menayangkan Lagu Baru untuk Debut EP

Dipublikasikan

pada

Setelah merilis single “Belajar Tenggelam” pada Maret lalu, kini Rekah, grup post-hardcore asal Jakarta mempersembahkan sebuah video musik perdana untuk single yang sama sekaligus memperkenalkan sebuah lagu baru yang berjudul “Tentang Badai dan Pagi Setelahnya”. Video musik yang dikemas sebagai sebuah film pendek ini disutradarai oleh Katyusha “Katy” Methanisa, seorang sutradara muda underrated dengan dibantu oleh Junior Johan–penabuh drum Rekah–sebagai pengarah sinematografi. Video ini digarap sesuai dengan cerita yang ditulis oleh Tomo Hartono, gitaris dari Rekah.

Video yang berjudul “TENTANG BADAI / BELAJAR TENGGELAM” ini menceritakan kisah dua tokoh yang terjebak dalam sebuah hubungan tidak sehat. Dalam adegan demi adegan, diperlihatkan bagaimana kecemasan tak berdasar perlahan-lahan merusak hubungan dari kedua tokoh tersebut. Lewat video ini, penonton disuguhkan potret bagaimana gangguan mental mempengaruhi hubungan penderita dengan orang-orang di sekitarnya.

Tomo selaku penulis lirik menjelaskan bahwa semua cerita yang ditulisnya untuk EP “Berbagi Kamar” merupakan refleksi dari pengalaman pribadi yang dialaminya beberapa tahun lalu. Ia berharap dengan menuliskan pengalaman-pengalamannya dalam bergulat dengan gangguan mental, ia dapat membantu orang-orang yang mungkin menderita hal yang sama untuk tahu bahwa mereka tidak sendiri. “Menulis tentang pengalaman pribadi saya secara gamblang dalam berhadapan dengan gangguan ini ke dalam sebuah karya yang dirilis untuk publik merupakan salah satu usaha saya untuk melakukan destigmatisasi terhadap para penderita gangguan mental. Buruknya sistem bantuan untuk kesehatan mental tidak akan mendapat sorotan yang serius sampai kapanpun kalau kita tidak mulai membawa isu ini ke ranah publik,” jelas Tomo.

Dalam menerjemahkan musik Rekah dan naskah dari Tomo ke dalam medium visual, Katy banyak menggunakan cut cepat bergantian dengan long take untuk menyesuaikan dengan dinamika dan intensitas lagu. Sedangkan untuk menjelaskan pergulatan pribadi di dalam pikiran masing-masing tokoh, Katy banyak menggunakan split screen di mana ia menggunakan imaji-imaji acak sebagai representasi dari pikiran-pikiran yang menghantui kedua tokoh tersebut.

Kedua materi yang terdapat dalam video ini merupakan bagian dari debut EP Rekah yang berjudul “Berbagi Kamar.” Rilisan yang berdurasi kurang-lebih 25 menit ini digarap dengan pendekatan konsep, di mana tiap lagu ditulis saling berkaitan dalam menjalin suatu tema besar, yaitu tentang kesehatan mental. Di EP ini, Rekah memainkan post-hardcore dengan pengaruh black metal dan shoegaze yang kental. “Berbagi Kamar” akan rilis oleh Royal Yawns, sebuah label independen asal Bandung di tanggal yang belum ditentukan.

Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *