Connect with us

Gig Review

Bhinneka Tunggal Ika Movement 2014: Konser Sekaligus Syukuran Ulang Tahun Perak Jasad

Published

on

Setelah menggelar dua pra event sebelumnya, “Dialog 4 Presiden” (12/11/2014) dan “Bebersih Kota” (16/11/2014), gelaran Bhinneka Tunggal Ika pun mencapai puncaknya di Lapangan Tegalega, Jalan Otista, Bandung (22/11/2014). Acara gratis yang berlangsung sejak siang hari ini menyedot perhatian berbagai lapisan masyarakat untuk hadir. Tak hanya kawula muda, kalangan anak dan dewasa pun terlihat turut menikmati perhelatan tersebut.

Usai penampilan Rosemary, akhirnya tiba giliran jasad sebagai pemangku hajatan didaulat tampil. Tepat pukul 20.00, sebuah paduan suara mengumandangkan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” sebagai pembuka. “Sekarang yang datang itu banyak dari mana-mana. Ada dari Subang, Sukabumi, Jakarta, dll. Ada juga anak metal, punk, dan semuanya. Nah ini yang namanya Bhinneka Tunggal Ika. Malam ini mari kita senang-senang sesaat,” sambut Man.

Sebanyak 11 lagu dibawakan dengan selalu ada titipan pesan di setiap jedanya. Pesan yang disampaikan sangat beragam namun tetap dalam semangat persatuan. “Semua ajaran itu baik, kalian jangan etnosentris ya. Merasa budayanya yang paling baik. Saya melihat sekarang masyarakat beragama tetapi tidak bertuhan. Sedih banget. Ayo sebarkan kasih sayang karena persaudaraan adalah benteng terakhir bangsa kita!” teriak Man yang disambut riuh penonton.

“Pasukan Karuhun”, “Diamaton”, “Precious Moment To Die”, “Sunyaruri”, “Nagara”, Getih Jeung Getih”, “Rebirth of Jatisunda”, “Urine Campur Nanah”, “Cengkram Garuda”, “Siliwangi”, hingga “Kujang Rompang” digelontorkan untuk memuaskan dahaga. Penampilan solo drum dan kolaborasi bersama Rampak Kendang—kesenian tradisional Jawa Barat berupa pertunjukan gendang bersama-sama—semakin membuat event ini layak disaksikan sampai akhir.

Sempat ada kejutan berupa kemunculan para kru Jasad sembari membawa birthday cake dengan iringan lagu “Selamat Ulang Tahun”. Rupanya malam itu memang sekaligus sebagai syukuran ulang tahun ke-25 Jasad. “Ceuk saya mah death metal teh disebat sport oge da nu nongton jeung nu maenna sarua kesangan (kata saya sih death metal itu disebut olahraga juga karena yang nonton dan mainnya sama-sama berkeringat, –red.),” sambung Man yang kemudian menutup perhelatan dengan kover lagu “Karmila” milik Farid Hardja. Gelaran ini pun selesai pukul 21.30 dan penonton membubarkan diri dengan tertib.

Terdapat 9 band hasil audisi dalam album kompilasi Bhinneka Tunggal Ika yang juga turut memberikan penampilan terbaiknya di atas panggung. Mereka adalah Glebod (Sukabumi), Syahdat (Bekasi), Demigod (Majalengka), Different (Garut), Dirty Victory (Tasikmalaya), Gosky Soul (Serang), One More Suck (Indramayu), Apoptosis Gutrectomy (Karawang), dan Humuliation (Soreang).

Kehadiran komunitas bawah tanah dari berbagai daerah pun tak ayal membuat helatan ini semakin dibalut dengan semangat positif. WARS, Rebel Dirt Bike, Hermit, HRCN, Record Fest, Taringbabi, Jakarta Core, Banten Jero Lemah, Distortion Brotherhood Bogor, Distortion Brotherhood Tangerang, Distortion Brotherhood Jakarta Barat, Karawang Underground, BUGS (Bekasi Underground Society), hingga Sukabumi Rempug Distorsi bersatu menyemarakkan acara. Sampai jumpa di Bhinneka Tunggal Ika berikutnya! ***

Foto dan teks: Hanifa Paramitha Siswanti

Gigsplay adalah media online yang menyajikan informasi musik lokal dan internasional dengan beragam ulasan dan di berita seputar band, gigs, dan review.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *