New Tracks
Telephone Menyatukan Suara Dan Rupa Dalam Satu Narasi Di “Mahasemesta & Maharadja”
Visual yang dirancang Wai Santy memperluas semesta kreatif rilisan ini, menghadirkan hubungan yang kuat antara bunyi, emosi, dan imajinasi.
Telephone kembali hadir dengan rilisan terbaru berupa double single bertajuk “Mahasemesta & Maharadja” yang resmi tersedia di seluruh platform streaming digital sejak 31 Mei 2026. Melalui dua lagu yang berasal dari dua periode berbeda, grup ini menciptakan percakapan musikal yang menghubungkan masa lalu dan masa kini dalam satu narasi yang utuh.
Di antara dua lagu tersebut, “Mahasemesta” tampil sebagai karya baru yang memperlihatkan perkembangan musikal Telephone saat ini. Lagu tersebut menghadirkan karakter yang lebih terbuka dan tetap mempertahankan akar identitas yang telah lama melekat pada perjalanan mereka. Melalui komposisi ini, Telephone memperlihatkan keberanian untuk menjelajahi wilayah bunyi yang lebih luas tanpa kehilangan ciri khas yang telah dikenal pendengarnya selama bertahun-tahun.
Sementara itu, “Maharadja” yang pertama kali diperkenalkan pada 2003, kembali dihadirkan dalam aransemen baru. Kehadiran lagu ini adalah sebagai fondasi yang memperkuat hubungan emosional antara perjalanan kreatif Telephone di masa lalu dan apa yang mereka sajikan hari ini. Ketika dipasangkan dengan “Mahasemesta”, kedua lagu ini membentuk dialog lintas waktu yang saling melengkapi.
Dari sisi lirik, “Mahasemesta” bergerak di wilayah yang kontemplatif. Igo Blado merangkai kisah tentang perjalanan manusia yang terus bergulat dengan pertanyaan, keraguan, dan pencarian makna. Lagu ini menggambarkan seseorang yang terus melangkah di tengah ketidakpastian, hingga muncul keinginan untuk memahami sesuatu yang lebih besar dari dirinya sendiri.
Nuansa tersebut terasa kuat melalui salah satu penggalan liriknya, “mata jiwaku berkelana di batas ruang dan waktu”. Kalimat ini menggambarkan perjalanan batin yang sering kali tidak memiliki jawaban pasti, tetapi tetap mendorong seseorang untuk terus bergerak dan mencari. Oleh karena itu, “Mahasemesta” bisa terasa sangat personal bagi sebagian pendengar, sekaligus membuka ruang tafsir yang luas bagi siapa saja yang mendengarkannya.
Dari perspektif musikal, Hendra Fish melihat rilisan ini sebagai titik pertemuan antara karakter lama Telephone dan eksplorasi yang terus berkembang. Jika “Maharadja” berfungsi sebagai penegas identitas, maka “Mahasemesta” membawa kemungkinan baru melalui pengolahan bunyi yang lebih bebas dan dinamika aransemen yang lebih luas.
Pengalaman yang dibangun melalui rilisan ini juga tidak hanya berhenti pada aspek audio. Telephone melibatkan perupa Wai Santy untuk menciptakan artwork maxi single tersebut. Dengan ilustrasi pohon yang berdiri di tengah lanskap kosmik yang sunyi, Wai Santy menyajikan representasi visual tentang hubungan manusia dengan semesta, refleksi diri, dan ruang kontemplasi yang menjadi inti dari kedua lagu ini.
Sebagai Creative Director di Walt Disney Indonesia, Wai Santy dikenal dengan gaya visual yang emosional dan puitis. Sentuhan ini selaras dengan atmosfer yang ingin dibangun Telephone melalui “Mahasemesta & Maharadja”, menciptakan hubungan yang kuat antara bunyi dan visual.
Perjalanan rilisan ini juga akan berlanjut dalam waktu dekat. Telephone telah menyiapkan bonus single “Tak Seperti Yang Kau Bayangkan” yang akan hadir dengan aransemen terbaru pada 12 Juni 2026. Kehadiran lagu ini semakin memperkuat upaya mereka untuk membuka kembali katalog karya lama dengan perspektif yang berbeda.
