New Albums
Sunyiruri Dan Figura Renata Rilis EP ‘Menyanyikan Usman Arrumy’
Sunyiruri bersama Figura Renata resmi melepas EP bertajuk ‘Menyanyikan Usman Arrumy’, sebuah proyek musik yang lahir dari pertemuan antara puisi, kesunyian, dan eksplorasi bunyi yang intim. Lewat rilisan ini, keduanya mencoba menerjemahkan karya-karya penyair Usman Arrumy ke dalam lanskap musikal yang tenang, reflektif, dan penuh ruang untuk merenung.
Sebelum EP tersebut dirilis penuh, dua lagu lebih dulu diperkenalkan kepada publik, yaitu “Sembahyang” dan “Hunian”. Kedua nomor itu perlahan memberikan gambaran tentang emosi yang dibangun sepanjang ‘Menyanyikan Usman Arrumy’. Ada tema kehilangan, doa, kesepian, dan pencarian tempat pulang yang tidak selalu berarti rumah secara fisik, tetapi juga ruang aman di dalam diri kita.
Alih-alih menyajikan puisi dalam format pembacaan sastra yang kaku, Sunyiruri dan Figura Renata memilih untuk mengolahnya menjadi pengalaman mendengar yang lebih intim. Kata-kata mengalun pelan di antara lapisan folk ambient, dentingan instrumen minimalis, dan suasana tenang yang mendominasi sepanjang EP ini.
Karakter musik Sunyiruri yang dikenal atmosferik terasa menyatu dengan cara Figura Renata membangun vokal dan interpretasi lirik. Hasil akhirnya terdengar seperti percakapan lirih di ruang sunyi, bukan ledakan emosi yang dipaksa terdengar megah. Kesederhanaan justru menjadi kekuatan utama rilisan ini.

‘Menyanyikan Usman Arrumy’ juga memperlihatkan bagaimana puisi dapat hidup di medium lain tanpa kehilangan inti emosinya. Kata-kata yang sebelumnya hadir di halaman buku kini bergerak bersama bunyi, memberi pengalaman baru tanpa menghilangkan ruh aslinya.
Perwakilan Sunyiruri menjelaskan bahwa proyek ini muncul dari ketertarikan mereka terhadap bagaimana puisi berfungsi dalam kehidupan seseorang. Mereka berpendapat bahwa puisi sering kali hanya terpendam dalam pikiran, kemudian perlahan berkembang menjadi pengalaman yang sangat personal bagi setiap pembacanya. Dari situlah mereka berusaha menerjemahkan pengalaman tersebut ke dalam bentuk musik.
Sepanjang EP, keheningan terasa sama pentingnya dengan instrumen yang dimainkan. Ada banyak ruang kosong yang sengaja dibiarkan bernapas, memberi kesempatan bagi pendengar untuk masuk ke dalam lagu tanpa distraksi berlebihan. Ritme berjalan lambat, tapi tidak kehilangan daya emosionalnya.
Sunyiruri dan Figura Renata tampaknya tidak sedang mengejar kemegahan produksi atau ledakan dramatik. Mereka justru memilih jalur yang lebih sunyi dan intim, menghadirkan musik yang terasa seperti teman duduk di tengah malam panjang.
Melalui ‘Menyanyikan Usman Arrumy’, keduanya berharap pendengar dapat menemukan ruang untuk mendengarkan dengan lebih perlahan, tidak hanya terhadap musik, tetapi juga terhadap pikiran dan perasaan mereka sendiri.
EP ini kini sudah tersedia di berbagai platform streaming digital dan direncanakan akan disertai dengan rangkaian sesi dengar intim di beberapa kota dalam waktu dekat.
Support Gigsplay Dengan Saweria
