New Albums

Setelah Drama Internal, Trendy Reject Kembali Menggila Lewat “Akustik Nakal”

Diterbitkan

pada

Trendy Reject Palembang

Trendy Reject tampaknya belum kehabisan tenaga. Setelah melewati periode penuh gesekan internal, pergantian personel, hingga situasi pelik yang terjadi di tengah tur album kedua mereka, “The Last Step”, pada pertengahan 2024, unit Oi!/street punk asal Palembang itu justru terus bergerak liar. Belum lama melepas album ketiga “Sirkel Anarki” lewat Toxic Noise Records, kini mereka kembali menggeber rilisan baru bertajuk “Akustik Nakal”.

Jika kebanyakan band punk memilih mengencangkan distorsi untuk menjaga amarah tetap menyala, Trendy Reject malah mengambil arah yang tidak terduga. Lewat ‘Akustik Nakal’, mereka membiarkan gitar akustik, ritme yang lebih longgar, dan nuansa jalanan yang kasar bertemu dalam satu kemasan yang tetap membawa karakter band ini: keras kepala, urakan, dan penuh sindiran terhadap realitas di sekitarnya.

Bassis Icad Discharge mengungkapkan bahwa perjalanan mereka belakangan ini terasa sangat cepat. Dalam setahun terakhir, Trendy Reject telah merilis dua album penuh.

Yang perlu diingat, kami ngeluarin dua album dalam kurun waktu satu tahun. Pilat, nak ngegas nian,” ujarnya sambil bercanda.

Band Trendy Reject

Alih-alih melambat setelah drama internal yang sempat mengguncang formasi band, Trendy Reject justru seperti semakin sulit dihentikan. Mereka masih mempertahankan posisi sebagai salah satu nama penting skena street punk Sumatera Selatan yang sepak terjangnya terus diperhitungkan, baik di lingkup lokal maupun jaringan punk yang lebih luas.

“Akustik Nakal” lahir sebagai ruang ekspresi untuk membahas berbagai situasi sosial yang mereka lihat sehari-hari. Walau dikonsep dengan instrumen yang lebih minimal, materi di album ini tetap membawa semangat jalanan yang kasar dan jujur. Mereka melihat rilisan ini sebagai jalur alternatif sebelum kembali masuk ke materi yang lebih beringas untuk album atau EP berikutnya.

Di balik konsep akustiknya, pengaruh musik yang membentuk album ini juga cukup beragam. Nama-nama seperti Motörhead lewat proyek “Whorehouse Blues”, Social Distortion, Rancid, Mötley Crüe, hingga Joe Strummer disebut memberi pengaruh kuat terhadap arah musikal album ini. Dari dalam negeri, mereka juga banyak menyerap semangat musisi seperti Andy Liany, Boomerang, Kantata Takwa, hingga berbagai musik folk dan pop khas Sriwijaya.

Trendy reject Akustik Nakal

“Akustik Nakal” mulai dikerjakan sejak Oktober 2025 dan rampung pada Januari 2026. Proses kreatif album ini turut melibatkan Diamond Demon untuk pengerjaan layout cover, sementara Dadjon Oi! membantu proses pencarian tempat replikasi kaset tape yang dinilai mampu menghasilkan kualitas produksi sesuai harapan mereka.

Album ini dijadwalkan rilis pada 20 Mei 2026 dalam format kaset pita lewat Serigala Sriwijaya Records. Untuk memperluas distribusi, Trendy Reject juga bekerja sama dengan sejumlah label dan kolektif lintas kota seperti Lawless Jakarta, Disaster Records, Mata Merah Record, Illo Merch, Dimensi Liar, Fukyu Records, hingga Terror Street.

Dengan “Akustik Nakal”, Trendy Reject seperti ingin membuktikan bahwa musik jalanan tidak selalu harus hadir lewat distorsi tebal dan tempo menghajar. Kadang suara paling liar justru muncul ketika semuanya terdengar lebih pelan, lebih mentah, dan lebih telanjang.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *