New Tracks
Debut Partai Urak Di “Kontra” Penuh Distorsi Dan Sindiran Sosial
Dari sudut Tangerang Selatan, Partai Urak muncul membawa amarah mentah, riff kasar, dan semangat punk yang tidak banyak basa-basi. Trio yang diperkuat Dewo pada bass, Raka di belakang drum, serta Efri sebagai gitaris sekaligus vokalis ini resmi memperkenalkan diri lewat single perdana bertajuk “Kontra”, sebuah nomor keras yang lahir dari keresahan terhadap banyak hal ganjil yang perlahan dianggap biasa dalam kehidupan sehari-hari.
Partai Urak terbentuk pada 2025 dari pertemuan tiga personel yang sama-sama aktif di komunitas Green Day Indonesia. Berawal dari obrolan santai sesama penikmat musik punk rock, mereka akhirnya memutuskan untuk melangkah lebih jauh daripada sekadar menjadi pendengar. Dengan formasi minimalis yang terdiri dari tiga orang, band ini memilih untuk memainkan musik yang langsung menghantam tanpa banyak lapisan yang rumit.
Karakter musik mereka dibangun di atas fondasi punk rock yang lugas, tetapi tidak terjebak dalam satu warna saja. Di “Kontra”, Partai Urak memasukkan energi rock kasar dengan sentuhan grunge tipis yang samar tapi terasa jelas di atmosfer lagunya. Hasilnya adalah komposisi yang terdengar mentah, padat, dan penuh tekanan.

Single ini juga menjadi langkah awal menuju EP debut mereka yang sedang dipersiapkan untuk dirilis pada akhir 2026. Mereka sedang menyelesaikan total tujuh lagu secara bertahap sejak awal tahun ini. Proses pembuatan materi dilakukan dengan serius, mulai dari penulisan lagu hingga pengolahan aransemen yang dikerjakan bersama oleh seluruh personel.
“Kontra” mengangkat keresahan tentang realitas sosial yang semakin absurd. Dengan lirik yang penuh sindiran dan nada yang agresif, Partai Urak mempertanyakan banyak perilaku manusia modern yang mereka anggap perlahan kehilangan nurani. Ada rasa gelisah tentang bagaimana hal-hal yang salah justru menjadi hal yang biasa, bahkan diterima secara luas tanpa banyak pertanyaan.
Efri menyatakan bahwa lagu ini lahir dari kondisi nyata yang mereka saksikan sehari-hari. Menurutnya, isi “Kontra” sangat relevan dengan keadaan saat ini. Sementara Dewo menggambarkan lagu itu dengan tiga kata sederhana: catchy, lugas, dan berani. Raka juga memberikan komentar singkat yang mencerminkan karakter band ini secara keseluruhan, “to the point.”
Dalam hal produksi, “Kontra” direkam di Jian Music Studio, Cipete. Tidak hanya musiknya yang dikerjakan bersama, proses pengerjaan artwork juga dilakukan secara kolektif oleh ketiga personel. Semangat DIY terasa cukup kuat di tubuh Partai Urak, sesuatu yang memang sejak lama menjadi bagian penting dari kultur punk.
Meski terinspirasi oleh kecintaan mereka terhadap Green Day, Partai Urak tidak terdengar seperti band tribute atau sekadar meniru idola. Pengaruh tersebut memang masih terasa pada energi dan ritme lagu, tetapi mereka berusaha membangun identitas sendiri lewat karakter musik yang lebih kasar dan penuh tekanan.
Sebagai pendatang baru, Partai Urak terdengar seperti band yang tidak terlalu peduli untuk tampil rapi. Mereka memilih untuk tampil apa adanya, keras, dan sedikit berantakan, mencerminkan keresahan yang mereka sampaikan dalam lagu “Kontra”.
Dengan debut yang kuat ini, trio asal Tangerang Selatan tersebut tampaknya tidak ingin hanya menjadi pengisi lineup di gigs. Mereka ingin menjadi pemandu untuk memanaskan suasana pertunjukan dan menghadirkan kekacauan di tengah skena punk lokal.

