New Albums
‘Cursed Path’: Amarah Dan Paranoia Dibawa MAIO Ke Level Baru
Di tengah dinginnya udara di Bandung utara dan perjalanan panjang yang dipenuhi kegelisahan, unit hardcore/punk MAIO kembali melepas amarah mereka lewat album ketiga yang berjudul ‘Cursed Path’. Album ini resmi dirilis pada 22 Mei 2026 dengan dukungan dari Disaster Records dan menjadi rekaman paling kelam yang pernah diluncurkan selama perjalanan mereka di skena musik keras Indonesia.
Sebelum album ini tiba, MAIO lebih dulu memberi sinyal lewat maxi single “B4DTR1PP & BLACK CINDERELLA” yang meluncur pada akhir 2025. Dua nomor itu sudah memberi gambaran bahwa arah musikal MAIO kini bergerak menuju wilayah yang lebih dingin, lambat, dan emosional.
Jika rilisan-rilisan sebelumnya dipenuhi ledakan agresi dengan struktur yang padat dan teknikal, kali ini MAIO terdengar lebih lugas, muram, dan menusuk tanpa banyak basa-basi.

Formasi terbaru MAIO kini diperkuat oleh Aziz di vokal, Ridwan dan Abuy di gitar, Kikim di bass, serta Wisong yang menjaga tempo di belakang drum. Dengan susunan ini, mereka membangun ‘Cursed Path’ sebagai perjalanan sonik yang dipenuhi dengan paranoia, tekanan mental, kemarahan, dan rasa kehilangan arah.
Sembilan lagu dalam album ini terasa seperti catatan harian yang penuh luka. MAIO tidak hanya menghadirkan riff kasar dan breakdown yang penuh tekanan, tetapi juga menciptakan atmosfer yang suram dan mencekam dari awal hingga akhir. Ritme yang lebih lambat justru memberikan ruang lebih besar bagi emosi untuk berkembang, sementara distorsi gitar tetap menjadi fondasi utama yang menjaga identitas hardcore/punk mereka tetap liar.
Di banyak bagian, ‘Cursed Path’ terasa seperti suara manusia yang terpaksa melangkah di jalur penuh kutukan tanpa harapan untuk kembali. Tidak ada optimisme yang berlebihan di dalamnya. Yang terdengar hanyalah rasa jenuh, frustrasi, dan kemarahan yang terpendam lama, dilepaskan secara brutal melalui dentuman musik yang keras.
Karakter album ini juga menunjukkan sisi MAIO yang semakin tajam dalam menyusun dinamika. Mereka tidak lagi hanya mengandalkan kecepatan atau agresi mentah, tetapi mulai memainkan ruang hening dan ketegangan atmosferik sebagai bagian penting dari komposisi. Hasilnya, ‘Cursed Path’ terasa lebih berat secara emosional dibandingkan karya-karya sebelumnya.
Meski dipenuhi nuansa gelap, rilisan ini juga menjadi titik penting bagi perjalanan MAIO sebagai salah satu nama yang terus bergerak di skena hardcore/punk Bandung. Setelah album dirilis, mereka sudah menyiapkan rangkaian tur lintas kota dengan Pulau Sumatera sebagai pijakan pertama. Langkah tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa energi mereka belum habis, bahkan setelah melewati berbagai tekanan yang turut membentuk isi album ini.
MAIO juga sedang menyiapkan materi audio visual dari salah satu lagu di ‘Cursed Path’ yang dijadwalkan rilis pada bulan Juni mendatang. Materi visual tersebut diharapkan dapat memperluas atmosfer gelap yang telah dibangun sepanjang album
‘Cursed Path’ kini sudah tersedia di berbagai platform digital, lengkap dengan rilisan fisik serta merchandise eksklusif yang diproduksi terbatas. Seluruh informasi mengenai distribusi dan merchandise akan diumumkan melalui kanal resmi MAIO dan Disaster Records.
Support Gigsplay Dengan Saweria
