New Albums

Brigade Of Bridge Tutup 2025 Dengan Album “Forever Punk” Dalam Format Kaset

Profile photo ofrafasya

Diterbitkan

pada

Brigade Of Bridge

Brigade Of Bridge kembali muncul ke permukaan pada akhir 2025, setelah hampir dua dekade bergulat dengan ritme hidup yang sering kali mematikan waktu luang dan energi kreatif. Kerja, keluarga, jarak lintas kota hingga lintas negara, rutinitas yang tak pernah selesai, ditambah rasa malas yang mengintai di sela hari, sempat mendorong band streetpunk asal Jakarta ini ke posisi mitos: dibicarakan, diingat, tapi lama tak terdengar.

Kini, mereka menepis anggapan itu dengan merilis album penuh ketiga berjudul ‘Forever Punk‘ dalam format kaset, dipasarkan di Indonesia melalui Toxic Noise Records dan dirilis bersama Joe Pogo Records dari Amerika Serikat.

Rilisan kaset ini melengkapi rangkaian format ‘Forever Punk’ yang sebelumnya hadir dalam bentuk vinyl 12 inci pada 14 Januari 2025, disusul format CD pada 23 Maret 2025 di bawah Joe Pogo Records yang juga didistribusikan di Eropa, Jepang, dan Asia Tenggara.

Versi digitalnya sudah mengudara sejak 31 Januari 2025 yang memberi kesempatan bagi pendengar lama maupun generasi baru untuk mengenal kembali karakter khas mereka sebelum rilisan fisik lengkap tersedia di tangan.

Band Brigade Of Bridge

Album ini memotret Brigade Of Bridge di fase yang lebih matang, tanpa melepas identitas streetpunk yang sejak lama mereka bawa. Sepuluh lagu di dalamnya tetap agresif, melodis, penuh hook, dengan karakter Oi! yang kuat dan semburan hardcore yang terasa lebih percaya diri. Secara musikal, jalur yang mereka ambil tidak jauh dari pola lama, tetapi ada peningkatan pada intensitas dan kualitas produksi yang membuat energi albumnya terasa lebih padat.

Side A langsung dibuka dengan “Angel With No Wings”, lagu tentang seseorang yang hadir tepat ketika semuanya runtuh. Lagu ini seperti pintu masuk sebelum band menekan pedal penuh. “Telling The Truth” menyorot pentingnya kejujuran keras di tengah budaya basa-basi yang semakin kuat; bukan seruan ramah, lebih seperti ludah yang menghantam muka kemunafikan.

“Wake Your Mind Up!!!” terdengar seperti alarm yang dibunyikan tanpa kompromi, mengajak pendengar berhenti menerima kegagalan kolektif sebagai hal wajar. Sementara “Inferiority Complex” menyorot amarah yang lama dipendam, tumpah tanpa sensor, mengajak pendengarnya berhenti mengecilkan diri di dunia yang senang menyingkirkan.

Lalu datang “Alerta Antifascista”, rilis energi langsung yang tidak memakai metafora. Sikapnya jelas: fasisme tidak punya tempat di skena mana pun, dan diam bukan pilihan.

Band Brigade Of Bridge Jakarta

Side B membuka suasana baru lewat “Jakarta Streetpunks Generation”, semacam arsip hidup tentang ekosistem streetpunk Jakarta; band, kru, label, kolektif, semua yang menyusun tulang punggung skena. “Rising Phoenix” bicara soal bangkit tanpa embel-embel dramatis; hanya proses pembentukan diri yang dingin dan perlu.

“Instant Generation” menjadi kritik paling tajam di album ini, menyorot generasi yang ingin hasil cepat, tapi ambruk saat hidup menuntut komitmen lebih dari sekadar siklus konten singkat.

“Lazy Punk” hadir seperti teguran lembut tapi tetap menusuk, karena kadang kegagalan bukan musuh paling besar, melainkan potensi yang tidak pernah dicoba. Album ini ditutup oleh “Forever Punk”, semacam manifesto kecil tentang alasan mereka masih bertahan, masih bermain, dan kenapa regenerasi adalah hal yang menjaga punk tetap hidup dan jujur.

Brigade Of Bridge lahir pada 1998 dari sebuah jembatan penyeberangan di Blok M yang pada masa itu lebih seperti pusat gravitasi daripada tempat menunggu angkutan. Blok M bukan sekadar lokasi; itu adalah ruang sosial tempat kaset berpindah tangan, zine dibaca bergiliran, dan info gig menyebar lewat percakapan cepat.

Dari atmosfer itu mereka menyerap semangat DIY era akhir ’90-an, masa ketika internet belum memudahkan segalanya dan keberanian untuk memulai sesuatu jauh lebih berperan daripada jaringan digital.

Mereka menyatukan pengaruh The Exploited, The Casualties, A Global Threat, sampai The Unseen, lalu meraciknya menjadi suara sendiri yang keras dan lugas. Formasi terbaru Brigade Of Bridge diisi oleh Giovanni Aldo pada vokal, Ganx dan Handy pada gitar, Fall pada bass, dan Tova di drum.

Mereka memulai perjalanan dengan album ‘Still One Still Proud Vol. 3’ pada 2000 di bawah Movement Records dan terus merilis materi yang menjaga tensi punk bawah tanah Indonesia tetap menyala.

Kini di penghujung 2025, Brigade Of Bridge kembali hadir dengan ‘Forever Punk’, rilisan yang tidak hanya melengkapi diskografi mereka, tetapi juga mengingatkan bahwa semangat streetpunk Jakarta belum pudar. Album ini seperti catatan yang tegas, menunjukkan bahwa mereka masih berdiri, masih bersuara, dan tetap relevan.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *