Connect with us

Gig Review

Hammersonic 2015: Gelaran Metal Termahsyur di Region Asia Tenggara

Published

on

Crowd

Crowd

Kian tahun kian mahsyur, mungkin kalimat tersebut yang pantas untuk disemat kepada gelaran Hammersonic Festival 2015. Dengan alih-alih yang terbesar se wilayah Asia Tenggara, Hammersonic Festival 2015 berhasil membuktikan kelasnya sebagai ajang kumpul serta silaturahmi para manusia kepala baja yang paling luar biasa dalam ruang lingkup Asia Tenggara.

Tidak perlu meragukan kepiawaian sang promotor Revision Live dalam mengemas pesta yang penuh dengan hujan distorsi ini. Tiga tahun kebelakang, taji mereka kian terasah. Puncaknya terjadi ketika sedari awal Revision Live yang kini dibantu oleh pihak Magnitude mengumumkan sang dewa metal dari Richmond, Amerika Serikat, Lamb Of God akan membakar habis bumi Lapangan D Senayan, Jakarta.

Revision Live juga nampaknya merupakan sosok yang memang betul-betul banyak belajar dari pengalaman. Salah satu yang cukup menarik adalah ketika gelaran ini berjalan tepat waktu sesuai dengan yang tertera di rundown, dari awal ke akhir puncak acara. Berturut-turut Moses Bandwitch, Nails Of Imposition, Salahudin Al Ayubi, Malvomed, Animistic dan Warkvlt membuka panasnya Hammersonic Festival 2015 yang dimulai tepat pukul 11.00 WIB.

Thrashline

Thrashline

Banyaknya deret penampil, membuat setiap band tidak begitu banyak mendapatkan waktu bermain. Fraud serta Inlander yang merupakan salah dua dari sekian banyak band terpengaruh punk yang tampil di Hammersonic Festival 2015, cukup menarik massa untuk kian merapat ke panggung lewat dentum cadas mereka.

Masih terus berlanjut lewat rentet death metal yang dibawa oleh Prosatanica, Demented Heart, hingga Nectura, para penonton sudah tidak malu-malu untuk menghantam satu sama lainnya di siang bolong tersebut. Tak lama kemudian, giliran komplotan deathcore berbakat Revenge The Fate dan Thrashline selaku perwakilan thrash dari ibukota menghentak Hammersonic Festival 2015.

Mesin Tempur

Mesin Tempur

Jelang sore, dua mesin gerinda kebanggaan kota Bandung, Mesin Tempur juga Beside ditugaskan untuk menambah semarak Hammersonic Festival 2015. Kredit khusus wajib diberikan kepada Mesin Tempur yang tampil sangat menghibur lewat aksi bagi-bagi indomie dan pakaian dalam kala itu. Lalu Straightout serta Death Vomit menjadi penghantar jelang penampilan Roxx yang menutup Hammersonic Festival 2015 untuk sementara waktu karena jam sudah memasuki sesi cooling down atau break maghrib.

Makin malam suasana semakin liar. Komplotan band import yang kini mendapatkan jatah tampil. Didatangkan langsung dari Spanyol, Amerika Serikat dan Swedia, band-band seperti Avulsed, Warbringer dan Deathstar mampu membius penonton. Bebunyian death metal, thrash metal hingga industrial sukses membius penonton yang kian ramai berdatangan memenuhi bibir panggung.

Dan satu-satunya headliner yang bukan band metal didaulat untuk naik pentas. Ya, mereka adalah Ignite. Penyiar hardcore punk ini juga tak kalah cadas menghibus para penggemarnya. Bahkan teriakan encore “We want more! we want more! we want more!” untuk pertama kali terdengar di Hammersonic Festival 2015 saat Ignite undur diri.

Kemudian Vader, Unearth dan The Faceless memporak-porandakan penonton tanpa jeda. Moshpit malam itu luluh lantah oleh tarian perang masing-masing yang saling hantam. Vader yang tanpa ampun menggilas, The Faceless yang sangat progresif dan Unearth yang sungguh agresif diberi sambutan sangat meriah dari para hadirin karena mereka memberikan aksi terbaik malam itu.

Mayhem

Mayhem

Semakin mendekati puncak acara, kini Terrorizer mengambil alih perhatian dari Sonic Stage. Trio grindcore yang dikomandoi oleh sang drummer legendaris Pete Sandoval menggerinda penggemar mereka tampa jeda. Terrorizer tak lupa membawakan nomor-nomor terbaik mereka dari album World Downfall seperti “Corporation Pull-In” hingga “Dead Shall Rise”.

Beralih ke kiri, Hammer Stage sudah siap menjadi singgasana dari sesepuh black metal asal Norwegia, Mayhem. Mayhem memang sangat bengis ketika berlaga membawakan materi andalan semacam “Deathcrush”, “De Mysteriis Dom Sathanas”, serta “Freezing Moon”. Attila Csihar yang tampil berdarah-darah malam itu lengkap dengan tengkorak kepala manusia menambah kengerian Mayhem saat menjalankan tugas mereka mengkotbahi para jemaat black metal di Senayan.

Tidak lain dan tidak bukan adalah nama Lamb Of God yang ditasbihkan menutup kemegahan pesta metal paling gagah di Indonesia tersebut. Dengan backdrop digital bertuliskan Pure American Metal, Lamb Of God seakan memberi sinyal bahwa musik yang mereka bawakan adalah musik metal tulen dari Amerika Serikat.

Mulai dari awal setlist menggeber dengan “Desolation”, “Ghost Walking”, “Ruin” serta “Walk with Me In Hell”, semua penonton bergerak membabi buta berkaraoke massal menyanyikan lagu-lagu cadas tersebut mengawal imam besar Randy Blythe. “Set To Fail”, “In Your Words”, “Something To Die For”, “Laid To Rest” adalah rentet pengisi repertoar yang kian memanaskan malam di Hammersonic Festival 2015. Circle pit dibuat dimana-mana sehingga tidak lagi ada tempat untuk mereka yang hanya ingin menyaksikan Lamb Of God dengan santai.

Randy Blythe (Lamb Of God)

Randy Blythe (Lamb Of God)

Malam itu berkali-kali Randy Blythe mengucap terima kasih kepada para penggemar sejati mereka di Indonesia. Berbanding lurus dengan sang idola, penonton yang memang mayoritas di malam itu menanti Lamb Of God juga memberikan puja-puji terbaik untuk kelima idola mereka diatas panggung. Lamb Of God malam itu ibarat pulang ke kampung halamannya, diperlakukan bak raja dan seluruh hadirin menuruti apa-apa saja komando dari Randy Blythe.

“Vigil”, “Redneck” juga “Black Label” menutup keriaan Lamb Of God, lengkap dengan sebuah kembang api besar yang meledak ke langit Senayan malam itu. Usai Lamb Of God melangkah mundur dari panggung, para penonton masih mengharap mereka akan melangsungkan encore, namun nihil. Meski demikian, senyum lebar dan bincang haru dari berbagai penjuru terlihat dan terdengar untuk Hammersonic Festival 2015, karena mereka sekali lagi sukses menasbihkan diri sebagai gelaran metal termahsyur di region Asia Tenggara.

photo: Doc. Hammersonic Festival 2015

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *