New Tracks

Jati Andito Kembali Mengajak Kita Merenungi Hidup Pekerja Modern Lewat “Rentan”

Diterbitkan

pada

Jati Andito

Jati Andito kembali menyalakan percakapan tentang dunia kerja lewat single terbarunya berjudul “Rentan”, yang kini sudah bisa didengarkan di berbagai platform musik digital. Lagu ini menjadi kelanjutan dari single debutnya, “Cerita Pekerja“, yang menyoroti realitas keseharian para pekerja.

Jika lagu pertamanya memotret dinamika kerja dan rutinitas yang melelahkan, maka “Rentan” membawa kisah yang lebih personal: tentang kerapuhan, kesepian, dan kehilangan arah di tengah roda produktivitas yang tiada henti.

Judul “Rentan” dipilih Jati bukan tanpa alasan. Baginya, kata itu mencerminkan kondisi banyak pekerja yang rapuh secara emosional, namun harus tetap tampak kuat demi bertahan hidup. Ia menggambarkan perasaan itu sebagai “kokoh tapi kosong, seperti bangunan tanpa penghuni”.

Dalam proses kreatifnya, lagu ini berangkat dari percakapan sederhana bersama seorang teman yang mempertanyakan makna hidup mereka sebagai pekerja.

Dia nanya, ‘Jat, emang ada waktu buat jatuh cinta? Kayaknya pikiran gue cuma deadline, atasan, tagihan, takut nggak bisa survive besok.’ Pertanyaan itu nyantol banget di kepala,” cerita Jati.

Dari situ, ia mulai merenung lewat musik. Hasilnya, “Rentan” hadir sebagai bentuk cerminan tentang manusia yang tenggelam dalam kerja tanpa sempat mengejar cinta atau mimpi. Lagu ini juga menjadi pengingat bahwa para pekerja berhak untuk berhenti sejenak, memberi ruang bagi diri sendiri untuk merasa dan bermimpi.

Solois Jati Andito single Rentan

Melalui lirik seperti “Ragu menderu, melesat seperti peluru, ingin kau ku kejar namun ku tak punya waktu”, Jati menyoroti paradoks hidup para pekerja: selalu ingin bergerak, tapi tak punya kesempatan untuk benar-benar hidup. Ia menggambarkan pekerja sebagai peluru:  cepat, tepat, tapi diarahkan oleh orang lain.

Aku sering ragu untuk ngejar mimpi, karena takut kalau fokus ke mimpi malah nggak bisa dapat penghasilan. Jadi ya, selalu nggak selaras antara kerja dan cita-cita,” ungkapnya.

Rentan dibangun dengan aransemen yang sederhana, memadukan elemen indie pop, punk, dan easy listening. Suara gitar yang lembut berpadu dengan dentuman drum yang ritmis, menciptakan suasana yang hangat sekaligus melankolis.

Dalam lagu ini, Jati tidak bekerja sendirian. Ia menggandeng FA Poetra Tiarda (Gulf Of Meru / In Inertia) sebagai produser audio sekaligus music director dan pemain bass, Putra “Babet” Buchari (Authentics / SCRUM / HabaHaba) di gitar elektrik, Raoul Dikka (Low Pink) di drum, serta Ghandiee_ sebagai vokal latar.

Kolaborasi ini membuat “Rentan” terdengar matang, penuh ruang, dan terasa jujur. Setiap instrumen seolah memberi napas bagi pesan yang ingin disampaikan Jati: bahwa kelelahan bukan tanda kelemahan, melainkan bagian dari kemanusiaan yang harus diakui. Ia ingin pendengarnya memahami bahwa rentan bukan berarti kalah, melainkan keberanian untuk jujur pada diri sendiri.

Menjelang akhir tahun, Jati berencana melanjutkan eksplorasinya di jalur musik bertema kehidupan pekerja. Baginya, masih banyak hal yang perlu disuarakan dari lorong-lorong kantor, pabrik, dan ruang kerja, tempat di mana banyak orang menukar waktu dan mimpi demi bertahan hidup.

Sebagai musisi sekaligus aktor suara dan seniman teater, Jati Andito membawa kedalaman ekspresi ke setiap karyanya. Setelah “Cerita Pekerja”, “Rentan” memperlihatkan sisi yang lebih reflektif, menegaskan posisinya sebagai penyanyi yang tidak hanya menulis lagu, tapi juga menggambarkan kenyataan sosial dengan empati dan kesadaran penuh.

“Rentan” kini tersedia di Spotify, Apple Music, dan seluruh platform digital. Lagu ini menjadi suara lembut yang mengajak para pekerja untuk berhenti sejenak, dan mengingat bahwa di balik rutinitas, ada hati yang juga butuh dihidupkan.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *