International

Joyce Manor Hidupkan Lagi Punk Rock Di Single “All My Friends Are So Depressed”

Diterbitkan

pada

Joyce Manor
Joyce Manor / Photo by Dan Monick

Joyce Manor kembali hadir dengan karya terbaru setelah tiga tahun tanpa merilis musik baru. Unit punk rock asal California Selatan ini resmi melepas single sekaligus video musik berjudul “All My Friends Are So Depressed”.

Lagu ini diproduseri oleh Brett Gurewitz, sosok penting di kancah punk Amerika, dan memperlihatkan bagaimana band ini berani meramu pengaruh yang tak biasa: memadukan nuansa melodius ala The Smiths dengan energi eksperimental 100 Gecs. Hasilnya tetap terasa baru, sekaligus menegaskan posisi Joyce Manor sebagai salah satu band punk yang konsisten menjaga karakter musikalnya.

Single ini hadir menyusul album mereka pada 2023, ’40 oz. to Fresno’, yang mendapat sambutan hangat dari berbagai media musik. Album tersebut bahkan dipuji oleh New York Times dengan julukan “all-killer, no-filler” karena dianggap mampu menjaga kualitas setiap lagunya tanpa ruang untuk pengisi belaka. Dengan reputasi itu, rilisan terbaru ini semakin memperpanjang catatan apik band yang sudah lebih dari satu dekade bergerak di jalur punk rock.

Barry Johnson, vokalis sekaligus gitaris Joyce Manor, membagikan cerita unik di balik terciptanya lagu ini. Ia menjelaskan bahwa ide awal datang ketika dirinya melintas di jalan tol sepulang dari Fresno menuju Long Beach. Di perjalanan, ia melihat sebuah truk pengantar bir Tecate dengan gambar religius di bodinya. Dari situ lahirlah kalimat pertama, “lord above in a Tecate truck”. Saat mencoba mencari rima yang pas, muncul baris “why even exist? Who gives a fuck!?” yang akhirnya menjadi fondasi konsep “All My Friends Are So Depressed”.

Joyce Manor Band

Joyce Manor (credit: Dan Monick)

Johnson menggambarkan lagu ini sebagai versinya sendiri dari lirik ala Lana Del Rey. Hanya saja, alih-alih menghadirkan suasana cool Americana ala tahun 50-an, Joyce Manor membawa gambaran yang lebih kusut: karpet usang, asap bong, kaset ‘Peter Frampton Comes Alive’, pai jeruk nipis, dan ide-ide kelam seputar keputusasaan. Flow vokalnya sendiri terinspirasi dari 100 Gecs, duo hyperpop yang sangat ia dengarkan sepanjang 2023. Secara musikal, band ini juga mengaku mengambil referensi dari The Libertines, Tiger Army, X, hingga The Smiths.

Meski baru merilis musik lagi sekarang, Joyce Manor tidak benar-benar menghilang. Mereka tetap aktif menjalani tur panjang, termasuk kolaborasi dengan Weezer. Salah satu lagu klasik mereka, “Constant Headache”, bahkan baru-baru ini muncul dalam The Bear musim ketiga di FX, yang kembali mengangkat nama band ini ke khalayak yang lebih luas. Tak hanya itu, mereka juga merayakan sepuluh tahun album ‘Never Hungover Again‘, salah satu rilisan paling dicintai penggemar.

Kini, setelah melepas “All My Friends Are So Depressed”, Joyce Manor bersiap membawa musiknya melintasi benua. Mereka akan menjalani tur Inggris dan Eropa pada musim gugur mendatang, ditemani oleh Tiger’s Jaw, Oso Oso, serta Ways Away.

Dengan catatan perjalanan musik yang terus konsisten, kolaborasi besar dengan nama-nama penting, hingga lagu baru yang menantang ekspektasi, Joyce Manor seolah memastikan bahwa mereka tetap relevan di tengah perubahan wajah punk rock masa kini.

YouTube Video
Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *