Memperingati 1 tahun Kepergian Sang Ayah, AYA Anjani, Putri Yockie Suryo Prayogo, Membawakan Ulang Lagu “Juwita”

0
48

Suara yang manis, lirik-lirik lagu yang jenaka dengan kata-kata yang sederhana namun tetap dapat menyentuh sisi emosional saat mendengarnya, adalah deskripsi yang tepat untuk lagu-lagu AYA Anjani. Seorang penyanyi sekaligus pencipta lagu ini menyajikan sosoknya yang juga kurang lebih sama melalui setiap karyanya.

Tercermin dari kesuksesan dua lagu yang berjudul “Roman Romansa” yang dirilis terlebih dahulu pada Agustus 2018, lalu disusul dengan “Kucingku” pada September 2018, AYA menunjukkan perkembangan karyanya yang semakin mantap lewat sisi yang lebih dewasa dan autentik. Namun, ciri khas penulisan lagu yang manis, jenaka, dan sedikit melankolis tetap menjadi karakter yang kuat bagi karya AYA Anjani.

Tahun 2019 ini, AYA menyanyikan ulang sebuah lagu hits dari tahun 80an yang dibawakan oleh Alm. Chrisye yang ditulis oleh mendiang Ayahnya, Yockie Suryo Prayogo dan Junaedi S. Dalam rangka mengenang 1 tahun setelah kepergian Yockie Februari 2018 lalu, lagu berjudul “Juwita” ini dinyanyikan ulang dengan pendekatan produksi yang lebih modern tanpa mengubah aransemen dan esensi lagu aslinya. Nama Petra Sihombing dan Jonathan Mono akhirnya terpilih untuk memproduseri lagu ini.

“Selain karena ini adalah salah satu lagu masterpiece Indonesia, juga akhir-akhir ini aku memang lagi suka mengulik katalog lagu-lagu zaman dulu. Rasanya mau ngenalin lagu Juwita ini dengan pendekatan modern, dengan tetap tidak menghilangkan esensi serta memori yang mewakili generasi pada masa itu. Harapannya, lagu ini bisa tetap mewakili setiap generasi, baik yang baru mengenal maupun yang sudah hidup dengan lagu ini. Karena, menurut aku, penting bagi seorang musisi untuk membuat karya yang dapat dinikmati baik untuk saat ini dan masa depan, dan itu inspirasi besar yang kudapat dari karya-karya Papa.”

Meski menyandang status putri mendiang Yockie Suryo Prayogo, AYA Anjani tetap bermusik dengan gayanya sendiri. Beberapa karyanya mengusung pop yang lekat dengan gaya bermusik Jepang era 80-an.

“Besar dengan referensi kultur pop Jepang mungkin secara tidak sadar banyak mempengaruhi saya dalam berkarya. Dalam rilisan saya Agustus 2018 lalu (Roman Romansa) saya secara sengaja mengambil banyak referensi dari genre city-pop (aliran musik yang khas di Jepang era 80-an). Menurut saya genre city-pop pada masanya tidak jauh berbeda dengan musik pop Indonesia di era 80-an. Ini menjadi hal yang menarik buat saya karena belum banyak musisi yang mengulik hal tersebut”

Rilisnya lagu “Juwita” ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan mengenang 1 tahun kepergian Yockie yang diinisiasi keluarga lewat akun Instagram @yockie.suryo.prayogo dan tagar #1tahunYockie. Hal ini akan menjadi momentum untuk mengenang karya dan gagasan Yockie Suryo Prayogo mengenai musik Indonesia. Lagu “Juwita” dirilis pada tanggal 28 Februari 2019 atau tepatnya hari ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here