New Tracks
Party at Eden Tebar Perlawanan Dan Ambisi Di “Crown of the Emperor”
Party at Eden (P.A.E), unit metal progresif asal Jakarta, kembali tebar amunisi dengan merilis single terbaru berjudul “Crown of the Emperor” pada 1 Oktober 2025. Lagu ini menjadi momen penting sekaligus penanda langkah baru perjalanan band yang berdiri sejak 2020 itu.
Bersamaan dengan peluncuran single, P.A.E juga mengumumkan kolaborasi eksklusif sebagai Brand Ambassador HAIRCOOLEST BARBERSHOP, yang mengusung konsep modern metal barbershop pertama di dunia.
“Crown of the Emperor” menampilkan formasi anyar dengan hadirnya Keisha Andaviar sebagai vokalis baru sekaligus frontwoman. Keisha, putri dari gitaris legendaris Ovy Andaviar (/Rif), langsung mendapat sorotan lewat penampilan perdana bersama band. Single ini juga menampilkan kolaborasi khusus bersama screamer tamu Dhika Dongeng, yang menambahkan intensitas pada vokal dan memperkuat atmosfer agresif dalam aransemen lagu.
Secara musikal, lagu ini memadukan kompleksitas progresif metal dengan energi djent dan sentuhan modern metal yang khas. Liriknya bercerita tentang seorang kesatria penyendiri yang lelah dengan kehidupannya dan ingin keluar dari siklus stagnan.

Mengandung pesan pemberontakan terhadap standar sosial yang mengekang, lagu ini mengajak pendengar untuk percaya pada diri sendiri dan menolak pengakuan palsu dari orang lain. “Tidak semua orang pantas mengenakan apa yang dimiliki orang lain,” ujar Vincent Atmadja, drummer sekaligus pendiri band.
Bagi Keisha, keterlibatan dalam P.A.E merupakan ruang baru untuk menyalurkan ekspresi musikal yang lebih liar dan menantang. Dukungan penuh datang dari sang ayah, Ovy Andaviar, yang menyebut langkah Keisha sebagai bagian dari perkembangan generasi baru dalam musik metal progresif di Indonesia.
“Saya senang dia menemukan tempat untuk berekspresi sesuai musik yang dia minati. Ditambah dipercaya jadi ambassador, itu bukti orang melihat potensinya. Double kebanggaan buat saya,” kata Ovy.
Ovy juga menilai genre yang digarap Party at Eden menuntut kemampuan teknis yang tinggi. “Genre ini lagi lumayan berkembang. Mainin genre ini nggak gampang, pemainnya harus tight banget. Tapi anak-anak sekarang secara teknis sudah banyak yang melampaui musisi era saya,” tambahnya.
Sejak merilis single perdana “Alphawave” pada 2021, diikuti “Virus” (2022), “The Wish Key” (2023), dan “Pink Like Candy” (2024), Party at Eden terus mengasah identitasnya melalui gaya yang mereka sebut “Edgy Djenty”, sebuah campuran djent, groove metal, metalcore, hingga post-hardcore. Reputasi mereka semakin menanjak setelah masuk nominasi New Beast di Hammersonic Awards 2023, yang mencatatkan kiprah mereka di kancah musik keras nasional.
Kini dengan “Crown of the Emperor”, Party at Eden mempertegas evolusi musikal mereka, sekaligus memperkenalkan formasi baru yang lebih matang. Single ini dirilis di seluruh platform streaming digital, sementara video musik resminya sudah tersedia di kanal YouTube mereka.
Tidak hanya sebagai karya musikal, lagu ini juga berfungsi sebagai Haircoolest Theme Song, yang memperkuat identitas Party at Eden sebagai representasi urban metal yang berani, eksperimental, dan autentik.


