Connect with us

News

Perayaan Dalam Ketenangan di Mantra Mantra Live ++

Published

on

Kunto Aji, penyanyi kenamaan asal Yogyakarta, mengadakan pertunjukan Mantra Mantra Live ++ di Hall Basket Senayan pada Rabu (18/12) lalu. Pertunjukan tersebut merupakan showcase untuk album Mantra Mantra yang ia rilis pada September 2018. Selain untuk merayakan kemenangan Mantra Mantra pada AMI Awards 2019 di kategori Album Terbaik-Terbaik, konser ini juga untuk merayakan 11 tahun karier Kunto Aji sebagai penyanyi solo.

Perayaan identik dengan kemegahan dan sorak-sorai, namun tidak pada konser kali ini. Kunto Aji melakukan pendekatan yang berbeda yaitu dengan lebih menekankan pada terapi dan ketenangan.

Pada konser kali ini, penyanyi kelahiran 4 Januari 1987 tersebut mengajak seorang praktisi terapi emosi (emotional healing) bernama Adjie Santosoputro. Adjie sendiri sudah pernah bekerja sama dengan Kunto Aji pada album Pilu Membiru Experience, sebuah proyek yang melibatkan tiga penggemar yang merasa terhubung dengan lagu Pilu Membiru dan Adjie Santosoputro yang berkonsultasi dengan tiga penggemar tersebut.

Kunto Aji membagi pertunjukan ke dalam empat fase. Pergantian fase ditandai dengan visual siklus bulan. Fase pertama dibuka dengan lagu Sulung yang dimainkan sebagai latar suara. Kunto Aji kemudian naik panggung dan membawakan Jakarta Jakarta sebagai lagu pertama pada konser tersebut. Confetti kemudian dikeluarkan agar suasana lebih meriah. Penampilan dilanjutkan dengan lagu Konon Katanya dan Akhir Bulan. Fase ini memperlihatkan suasana riang dan meriah, sebelum akhirnya menjadi lebih tenang.

Adjie Santosoputro kemudian naik panggung. Ia lalu memberikan speech. Dalam speechnya, ia memberitahu bahwa konser ini adalah uluran tangan untuk membantu penerimaan diri. Sebagai praktisi terapi emosi, speech dari Adjie Santosoputro menenangkan seisi Hall Basket.

Fase kedua pun dimulai dengan lagu Saudade. Penampilan dilanjut dengan solo gitar akustik dari pengiring Kunto Aji yang membuka lagu Topik Semalam. Selanjutnya, lagu Amatiran menjadi lagu penutup fase ini.

Meskipun judul dari pertunjukan ini adalah Mantra Mantra Live ++, Kunto Aji juga membawakan lagu dari albumnya terdahulu yaitu Generation Y yang rilis pada 2015. Lagu Akhir Bulan pada fase pertama dan Amatiran pada fase kedua menjadi dua lagu pertama dari Generation Y yang dibawakan Kunto Aji pada konser ini. Pada fase selanjutnya, Kunto Aji akan lebih banyak membawakan lagu dari album Generation Y.

Fase ketiga dibuka dengan lagu Gema yang dinyanyikan Kunto Aji dengan mengajak band pengiringnya untuk bertepuk tangan dan menghentakkan kaki ke depan panggung. Seusai lagu, layar pun berganti menunjukkan petuah beserta speechnya yang intinya tentang kepasrahan. Serasi dengan speech tersebut, lagu yang dimainkan oleh Kunto Aji setelahnya adalah Saudade. Penampilan dilanjut dengan lagu Mercusuar. Kedua lagu tersebut dimainkan secara akustik dengan lighting yang redup.

Setengah pertunjukan berjalan, Kunto Aji baru menyampaikan speechnya. Ia menyampaikan terima kasih kepada penonton yang sudah datang, juga berdoa agar apresiasi yang diberikan penonton kembali berkali-kali lipat ke penonton.

“Selama malam teman-teman, saya cuman bisa bilang terima kasih banyak, semoga kebaikan hati kalian bisa berbalik ke kalian berkali-kali lipat,” ujar Kunto Aji.

Kunto Aji juga menyampaikan bahwa konser ini menjadi sebuah hal yang ia tunggu-tunggu sejak 11 tahun lalu, ketika ia memulai karier bermusik dengan mengikuti ajang pencarian bakat di sebuah stasiun televisi swasta.

“Bahkan punya konser yang segala macem konsep, sebelas tahun lalu sangat ga mungkin. Untuk berada di titik ini, itu sebelas tahun untuk bisa bikin ini sekarang,” kata Kunto Aji.

Penampilan dilanjutkan dengan lagu berjudul Pengingat dan Rancang Rencana sebagai penutup fase ketiga.

Lanjut pada fase keempat, fase inilah yang sangat menekankan pada terapi. Setelah speech mengenai cara menghargai masa lalu dari Adjie Santosoputro, lampu sorot beralih menyorot tribun. Ternyata terdapat tiga pemain biola pada masing-masing tribun. Setelah permainan biola selama dua menit, Kunto Aji membuka lagu Pilu Membiru. Lighting kuning redup dengan visual klise foto mengajak penonton untuk mengenang masa lalu. Adjie Santosoputro kemudian memberikan speech di tengah lagu untuk kemudian dilanjut lagi dengan koor dari penonton.

Penampilan dilanjut bukan dengan lagu, melainkan dengan meditasi yang dipimpin oleh Adjie Santosoputro. Lulusan cum laude Psikologi Universitas Gadjah Mada ini juga berprofesi sebagai meditator. Dengan meminta penonton untuk duduk bagi yang dapat duduk, ia mengajak penonton untuk mengambil nafas dan menenangkan pikiran. Ia juga mengajak penonton untuk menyayangi diri sendiri dengan memeluk diri sendiri, memanjatkan doa untuk orang yang disayangi, dan berbagi pelukan bagi mereka yang datang bersama teman. Total 20 menit meditasi dilakukan, beberapa orang terlihat menangis karena adanya meditasi ini, ditambah efek sesudah mendengar Pilu Membiru.

Fase keempat dan pertunjukan Mantra Mantra Live ++ secara keseluruhan akhirnya ditutup dengan lagu Rehat. Selesai penampilan, lagu Sulung diputar kembali. Kunto Aji sendiri tidak langsung turun panggung melainkan menyapa penonton di setiap sudut terlebih dahulu. Penyanyi yang akrab disapa Mas Kun ini total menghabiskan dua jam di atas panggung.

Konser yang disuguhkan Kunto Aji terbilang spesial dari segi konsep. Pun eksekusi di panggung sudah bagus. Visual yang ciamik dilengkapi dengan lighting yang sesuai dengan lagu membuat pertunjukan menjadi semakin mantap. Dari konser inilah kita dapat melihat bahwa perayaan tak selalu hingar-bingar. Penyampaian petuah dan meditasi juga dapat dilakukan dalam merayakan sesuatu, dalam hal ini kesuksesan album Mantera Mantera.

Teks: Aldrin Kevin
Foto: Ryan Abdul Aziz

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *