New Albums

Perjalanan Panjang Oele Pattiselanno Diabadikan Dalam ‘Ode to You’

Profile photo ofstreamous

Diterbitkan

pada

Oele Pattiselanno Ode to You
Oele Pattiselanno (press)

Kolaborasi antara tiga gitaris lintas generasi, Oele Pattiselanno, Dewa Budjana, dan Tohpati, dimulai dari pertemuan sederhana pada bulan Maret lalu. Dalam suasana yang santai, mereka berbagi cerita dan membahas rencana lama yang sempat tertunda: menciptakan sebuah album yang berfokus pada sosok Oele Pattiselanno.

Dari percakapan tersebut, sebuah kalimat spontan yang diucapkan Oele, “mumpung aku masih hidup”,  justru meninggalkan kesan mendalam bagi Budjana dan Tohpati. Dari momen tersebut, lahirlah komposisi instrumental berjudul “Ode to You”.

Dalam komposisi ini, kata “You” terinspirasi dari Oele. Namun, saat album ini diperdengarkan kepada publik, makna tersebut terbuka untuk siapa saja. “Ode to You” menyentuh ruang emosi yang khidmat dan penuh perasaan, menghadirkan nuansa penghormatan sekaligus kehangatan personal. Meskipun demikian, jika kita melihat latar belakang penciptaannya, arah penghormatan tersebut jelas ditujukan kepada perjalanan panjang Oele di dunia musik.

Album ini tidak hanya berisi “Ode to You”, tetapi juga menyajikan rangkaian karya yang dapat dibaca sebagai bentuk apresiasi dari para musisi yang terlibat. Oele Pattiselanno, yang memiliki nama lengkap Julius Sjoerd Pattiselanno, telah menempuh perjalanan panjang selama lebih dari enam dekade.

Oele Pattiselanno

Oele Pattiselanno

Pada 22 April 2026, ia akan genap berusia 80 tahun. Di usia tersebut, ia masih aktif berkarya dan terlibat langsung dalam proses rekaman. “Buat aku ini anugerah. Di umur 80 tahun, aku masih diberi kesempatan untuk terlibat bersama teman-teman,” ujarnya.

Perjalanan musik Oele dimulai pada tahun 1966 di Surabaya, saat ia mulai tampil sebagai gitaris profesional. Dua tahun kemudian, ia pindah ke Bandung dan bermain bersama saudara-saudaranya sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Sejak saat itu, gitar selalu menjadi bagian dari hidupnya. Ia dikenal sebagai musisi yang mampu menjelajahi berbagai genre, meskipun jazz tetap menjadi yang paling lekat dengan identitasnya.

Dalam skena jazz Indonesia, Oele sering dianggap sebagai sosok senior yang memiliki pengaruh besar. Indra Lesmana bahkan pernah menyebutnya sebagai salah satu gitaris dengan rasa swing yang paling kuat.

Dalam proyek musik tertentu, kehadiran Oele dianggap sangat penting untuk menjaga keseimbangan musikal, terutama dalam format big band yang memerlukan kontrol rasa yang presisi. Dalam jazz, elemen swing memang menjadi dasar yang menentukan arah permainan.

Oele telah melewati berbagai generasi dalam kariernya. Ia hadir di masa tokoh-tokoh seperti Jack Lesmana, Bubi Chen, hingga Ireng Maulana, dan tetap aktif ketika generasi berikutnya muncul. Hingga kini, ia masih terhubung dengan musisi dari berbagai usia, mulai dari yang lebih senior hingga generasi muda.

Gitaris Oele Pattiselanno

Ketika kabar mengenai album ini mulai beredar, respons dari kalangan musisi sangat positif. Banyak yang menyatakan keinginan untuk terlibat sebagai bentuk penghormatan terhadap sosok Oele yang dikenal rendah hati.

Proyek ini awalnya dirancang sebagai album instrumental, tetapi keinginan Dira Sugandi untuk berkontribusi membuka peluang baru dalam struktur album. Budjana dan Tohpati kemudian memilih lagu jazz klasik “Body and Soul” karya Johnny Green untuk diinterpretasikan kembali.

“Body and Soul” memiliki peran penting dalam tradisi jazz. Lagu ini menuntut kedalaman interpretasi yang tidak hanya teknis, tetapi juga emosional. Dalam versi terbaru ini, interaksi antara vokal Dira Sugandi dan permainan gitar Oele menciptakan dialog musikal yang terasa intim. Lagu ini juga mencerminkan hubungan panjang Oele dengan jazz, genre yang telah menjadi bagian dari hidupnya selama bertahun-tahun.

Album ‘Ode to You’ dapat dilihat sebagai pernyataan kolektif dari para musisi yang terlibat. Ini bukan hanya tentang merayakan perjalanan seorang gitaris, tetapi juga tentang bagaimana musik menjadi sarana untuk menyampaikan rasa hormat dan keterhubungan antargenerasi. Proyek ini dirilis melalui Demajors pada 30 April 2026 dan telah tersedia di berbagai platform streaming digital.

Melalui karya ini, perjalanan panjang Oele Pattiselanno dihadirkan kembali dalam format yang lebih reflektif. album ini adalah catatan tentang dedikasi, konsistensi, dan hubungan manusia yang terjalin lewat musik.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Advertisement
2 Komentar

1 Komentar

  1. Hendar Waskito

    30/04/2026 at 5:30 pm

    Album keren nih ,
    sebagai pengasuh acara jazz di radio Maestro bandung, tentu ingin mengetahui detail pemusik yg tampil disetiap lagu..,dimana saya bisa melihatnya..
    Terima kasih om Oele dan temen2 yang tampil dan memproduksi album ini…God bless you all..👌👍🙏

    • Profile photo ofrafasya

      Rafasya Arduino

      01/05/2026 at 2:25 am

      Terima kasih atas komentarnya.
      Sesuai informasi yang Gigsplay terima, para musisi yang terlibat bisa dilihat di daftar putar lagu Spotify di akhir artikel, yaitu Budjana, Tohpati dan Oele Pattiselanno.
      Untuk kolaborasi dengan vokalis Dira Sugandi di lagu “Body and Soul”, belum masuk ke album ini. Kami akan update jika sudah ada informasi lebih lanjut.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *