New Albums

Ricecooker Rilis “Favorite Dinner Guest”, Soundtrack Sunyi Setelah Jam Kantor

Profile photo ofrafasya

Diterbitkan

pada

Ricecooker

Sebulan sudah tahun baru berjalan. Resolusi yang dulu ditulis dengan penuh harap kini mungkin mulai terasa jauh, tergerus rutinitas dan perjalanan pulang yang senyap. Pertanyaan-pertanyaan kecil itu justru menjadi pintu masuk bagi Ricecooker dalam album perdana mereka, ‘Favorite Dinner Guest’.

Lewat album yang judulnya bisa diterjemahkan sebagai tamu makan malam favorit, band asal Jakarta ini memberikan kehadiran yang hangat bagi mereka yang kerap berhadapan dengan kesepian sehari-hari, terutama di tengah hiruk-pikuk kota yang tidak pernah benar-benar berhenti.

Selama dua tahun terakhir, Ricecooker telah merilis lagu demi lagu sambil perlahan membangun pijakan. Beberapa karya mereka berhasil menjangkau audiens yang lebih luas, seperti “Moving On” dan “Sunday Song” yang digunakan dalam serial “My Nerd Girl 3” di Vidio.

Mereka juga mencatatkan Original Soundtrack pertama lewat lagu “If You Let Me” untuk film “Cinta Tak Seindah Drama Korea”, yang sempat menduduki posisi teratas di Netflix Indonesia. Rangkaian pengalaman tersebut memberikan keyakinan baru bagi band ini.

Trio Ricecooker album Favorite Dinner Guest

Will Mara, salah satu anggota Ricecooker yang juga dikenal sebagai produser untuk nama-nama seperti Nadin Amizah dan Raissa Anggiani, menyatakan bahwa setelah berbagai kesempatan yang mereka terima, album penuh terasa sebagai langkah yang wajar dan perlu.

‘Favorite Dinner Guest’ lahir dari pengamatan sederhana tentang kehidupan urban masa kini. Bayangan tentang pulang kerja dengan tubuh lelah, duduk sendiri di kamar, menyantap makan malam sambil menatap layar dan mengikuti siaran langsung favorit bersama ribuan orang lain, tetapi tetap merasa sendirian, menjadi potret yang terasa akrab.

Alif Ibrahim, gitaris Ricecooker, menyebut tema besar album ini sebagai Loneliness Epidemic. Ia mengaitkannya dengan data dan diskursus global tentang minimnya koneksi bermakna antarmanusia. Menurutnya, kurangnya relasi yang tulus tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga bisa berujung pada masalah fisik jangka panjang.

Dari titik itu, album ini mengajak pendengarnya untuk menerima rasa sakit, membuka diri kembali, dan perlahan mencari sosok yang bisa hadir sebagai teman berbagi di meja makan, secara harfiah maupun emosional.

Unit musik Ricecooker

Di antara sebelas lagu yang ada, “Smitten” diposisikan sebagai pusat emosional album. Jerome Kurnia, vokalis Ricecooker yang tahun lalu meraih nominasi Festival Film Indonesia lewat film “Perang Kota”, menjelaskan bahwa kata smitten menggambarkan perasaan jatuh cinta yang intens, manis, dan sering kali sulit dijelaskan secara rasional.

Untuk menangkap nuansa tersebut, Ricecooker menggandeng Arash Buana sebagai kolaborator sekaligus produser. Pilihan ini tidak lepas dari karakter permainan piano Arash yang dianggap mampu menyampaikan emosi tanpa perlu banyak kata.

Sejak nada pertama, “Smitten” menyuguhkan melodi piano yang lembut, dipadukan dengan gesekan biola, alat musik tiup, dan paduan suara yang terasa intim. Lagu ini menjadi pengantar yang sempurna untuk keseluruhan album, yang menjelajahi antara refleksi sunyi dan harapan kecil akan kedekatan manusia.

‘Favorite Dinner Guest’, bersama sepuluh lagu lainnya, sudah dapat dinikmati di seluruh platform musik digital mulai 30 Januari 2026, sebagai teman baru bagi mereka yang sedang belajar berdamai dengan sepi.

Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *