Music News

Setelah Hampir Satu Dekade, The Temper Trap Kembali Dengan “Lucky Dimes”

Profile photo ofArduino

Diterbitkan

pada

The Temper Trap
The Temper Trap. (Credit: @zimmermann.alberto)

Setelah hampir satu dekade tanpa kabar, The Temper Trap akhirnya kembali ke panggung musik dengan merilis single terbaru berjudul “Lucky Dimes” pada 14 Agustus lalu. Kembalinya band asal Melbourne ini terasa seperti momen penting, bukan sekadar nostalgia, melainkan sebuah bab baru yang siap mereka tulis.

Senang rasanya, setelah sembilan tahun sejak rilisan terakhir, kami masih punya sesuatu untuk disampaikan,” ujar Dougy Mandagi, vokalis sekaligus gitaris band ini, dalam wawancaranya dengan Billboard. “Proses membuat rekaman ini benar-benar menyenangkan, dan kami tidak sabar untuk membagikannya, bukan untuk mengulang masa lalu, tetapi untuk membuka lembaran selanjutnya.”

Di balik produksi “Lucky Dimes”, ada sentuhan Styalz Fuego, produser nominasi Grammy yang dikenal berkolaborasi dengan Charli XCX dan Troye Sivan. Ia memadukan riff gitar tajam dengan ketukan yang menghentak, menghasilkan komposisi yang terdengar kuat. Visual pendukung single ini dikerjakan oleh Joey Clough, seniman asal Melbourne yang memberikan nuansa artistik khas pada rilisan terbaru band tersebut.

The Temper Trap Band

The Temper Trap

Sejak awal terbentuk pada 2005, The Temper Trap dikenal lewat gebrakan besar mereka, “Sweet Disposition”, yang menjadi soundtrack film 500 Days of Summer pada 2009. Lagu tersebut membawa nama mereka melambung tinggi, bahkan menempati posisi pertama di Billboard Dance/Mix Show Airplay Chart, serta masuk ke peringkat tiga di Dance Club Songs Chart dan 17 di Hot Rock & Alternative Songs.

Hingga kini, “Sweet Disposition” telah diputar lebih dari 775 juta kali di Spotify, dengan lebih dari 15 juta pendengar bulanan yang masih setia menikmati musik mereka.

Lagu ikonik itu terus hidup berkat interpretasi ulang dari sejumlah DJ dunia, seperti John Summit, Vintage Culture, hingga Lost Frequencies. Belum lama ini, Triple J bahkan menempatkan “Sweet Disposition” di posisi ke-11 dalam daftar Hottest 100 Australian Songs, mempertegas warisannya sebagai salah satu lagu paling berpengaruh dalam dua dekade terakhir.

Kesuksesan mereka berlanjut dengan album debut ‘Conditions’, yang berhasil masuk jajaran 10 besar tangga album Australia. Dua album berikutnya semakin mengukuhkan reputasi mereka, bahkan keduanya menembus posisi puncak tangga album di negeri asal. Album self-titled yang rilis pada 2012 juga menembus Billboard 200, menduduki posisi ke-83.

The Temper Trap live di WTF 2016

The Temper Trap live di WTF 2016

Tahun lalu, mereka merayakan 15 tahun “Sweet Disposition” dengan merilis versi akustik dan edisi terbatas vinil reissue. Dalam refleksinya di media sosial, mereka menulis, “Kami tidak pernah tahu ketika sedang berada di studio kecil membuat lagu-lagu ini, bahwa karya tersebut masih akan terhubung dengan orang-orang bertahun-tahun kemudian. Terima kasih.”

Bahkan setelah sekian lama, nama The Temper Trap tetap relevan. Lagu mereka “Love Lost” sempat disampling oleh mendiang Mac Miller dalam mixtape “I Love Life, Thank You”. Sejak rilis ulang pascawafat sang rapper pada 2022, lagu itu sudah diputar hampir 400 juta kali di platform streaming.

Kini, band ini kembali menapaki panggung tur. Mereka baru saja tampil bersama Mt. Joy di Colorado pada 14 dan 15 Agustus. Pada November mendatang, The Temper Trap akan melanjutkan perjalanan dengan tur terbatas di Amerika Utara dan Eropa, dengan jadwal yang meliputi London, Toronto, New York, hingga berakhir di Los Angeles pada 9 November.

Kembalinya The Temper Trap lewat “Lucky Dimes” seolah menegaskan bahwa waktu tak pernah benar-benar menghapus suara mereka. Setelah sembilan tahun hening, mereka kembali dengan energi yang siap mengguncang dunia.

YouTube Video
Support Gigsplay Dengan Saweria

🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.

✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran
Pilihan metode pembayaran
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *