New Tracks
Shards of Sound Lawan Omong Kosong di Single “Nonsens”
Shards of Sound, unit pop punk asal Bandar Lampung yang berdiri sejak 2020, kembali meramaikan skena musik lokal dengan melepas single terbarunya berjudul “Nonsens”. Band ini sebelumnya dikenal lewat dua rilisan yang sarat motivasi, “Candu” (2023) dan “Semangat Baru” (2024), yang sama-sama membawa semangat positif bagi pendengarnya. Namun kali ini, mereka memilih jalur berbeda: mengulik kisah cinta yang tidak lagi manis.
“Nonsens” menjadi wadah luapan emosi saat rasa sayang berubah jadi jenuh. Liriknya berangkat dari perspektif seseorang yang sudah terlalu lelah mendengar janji kosong dan kata-kata manis tanpa bukti. Alih-alih sekadar menulis kisah asmara, Shards of Sound membungkusnya dalam energi khas pop punk modern yang mereka kuasai, sekaligus menambahkan bumbu rap untuk memberi warna baru.
Secara musikal, “Nonsens” memadukan riff gitar yang tajam dan mudah diingat dengan tempo yang berdenyut kencang. Vokalnya meluncur penuh tenaga, memperkuat karakter emosional lagu ini. Ada nuansa konfrontatif, namun dikemas dalam aransemen yang tetap terasa segar, membuatnya bisa dinikmati oleh pendengar lama maupun mereka yang baru mengenal band ini.
Jika “Candu” dan “Semangat Baru” adalah semacam dorongan untuk bangkit, “Nonsens” adalah ungkapan tegas untuk melepaskan hal-hal yang tidak lagi sehat. Dari sisi produksi, band ini tidak kehilangan ciri khasnya: permainan gitar yang rapat, drum yang dinamis, dan bass yang memberi fondasi kokoh di balik lapisan melodi. Penambahan unsur rap di beberapa bagian juga memberi napas kontemporer, menghubungkan mereka dengan tren pop punk era baru yang lebih beragam secara sonik.

Band ini tidak hanya memikirkan soal nada, tetapi juga memastikan liriknya punya bobot emosional. Tema “muak dengan omong kosong” bukan sekadar curahan hati pribadi, melainkan potret situasi yang akrab bagi banyak orang, terutama generasi muda yang semakin kritis terhadap hubungan yang tidak tulus. Dengan demikian, “Nonsens” punya peluang untuk menjadi anthem perlawanan terhadap drama yang melelahkan.
Bagi Shards of Sound, merilis single ini bukan hanya langkah artistik, tetapi juga pernyataan identitas. Mereka ingin menunjukkan bahwa pop punk bukan genre yang hanya bisa berbicara soal semangat hidup, tapi juga bisa menjadi medium jujur untuk mengungkapkan rasa kecewa, frustrasi, atau kemarahan.
Mereka berharap lagu ini dapat menjangkau berbagai kalangan, dari penggemar musik rock alternatif hingga pendengar kasual yang mencari lagu untuk melampiaskan perasaan.
Dengan “Nonsens”, Shards of Sound menegaskan komitmennya untuk terus berkembang tanpa kehilangan tenaga. Perpaduan antara ketegangan emosional dan kekuatan musikal dalam lagu ini menunjukkan bahwa mereka siap melangkah lebih jauh, baik di skena lokal maupun di panggung yang lebih luas.
Kalau dua single sebelumnya ibarat percikan semangat, maka “Nonsens” adalah letupan api yang panas dan tanpa kompromi. Dan di tengah arus musik pop punk yang kerap terdengar serupa, Shards of Sound berhasil menyelipkan suara mereka sendiri: keras, jujur, dan tepat sasaran.
