Connect with us

Gig Review

Synchronize Fest 2023 Menutup Perayaan “Bhinneka Tunggal Musik” Dengan Apik dan Monumental

Dipublikasikan

pada

Synchronize Fest 2023

Genap 8 hari paska penyelenggaraan Synchronize Fest 2023, namun nampak sulit untuk melupakan momen terbaik dari berkumpulnya seluruh penikmat musik tanah air di sini. Panggung yang berbunyi, mulai dari XYZ, Gigs, Forest, Lake, District, Dynamic, booth DJ (Kaleng Kerupuk di Record Market), serta booth lain sukses menghadirkan musisi dan genre yang beragam untuk menghibur Warga-Wargi (sebutan bagi penikmat Synchronize Festival, red).

It’s Not Just A Festivall, It’s a Movement bukan sekadar slogan yang bisa menyatukan semua pihak. Dengan semangat ini, penyelenggara juga berhasil membuktikan terjadinya sebuah eskalasi. Di mana standar festival pertunjukan yang diciptakan menjadi lebih megah dari sisi kekuratoran penampil, panggung, dekorasi, dan konsep festival secara keseluruhan.

Kemeriahan yang tak terlupakan dimulai sejak menyaksikan Setia Band, Slank, Kunto Aji, Nadin Amizah, Bilal Indrajaya, The Coconuttreez, Perunggu, Soegi Bornean, Idgitaf, Rendy Pandugo, Dewa Budjana, Majelis Lidah Berduri, dan sederet nama lainnya yang tampil bergantian di hari terakhir.

Slank Band

Slank – doc.synchronizefest2023

Slank yang sering kali menjadi band penutup mana pun festival mendapat kesempatan untuk bertemu Slankers lebih awal sekitar pukul 3 sore. Kaka, Bimbim, Ridho, Abdee, dan Ivanka membuka aksi mereka dengan “I Miss You But I Hate You” dan “Birokrasi Complex”.

Kaka yang selalu tampil nyentrik membuka jaket kulit yang dikenakan saat ia membawakan lagu ketiga “Virus” akibat udara panas tak sanggup lagi dibendung. Tak ketinggalan “Koepoe Liarkoe” pun masuk daftar lagu yang dimainkan oleh mereka.

Berbicara soal penempatan jadwal manggung yang tak terduga, seperti band-band besar tidak manggung di akhir festival. Aldila Karina selaku Director of Communications Synchronize mengatakan, bahwa penyelenggara sengaja melakukan ini demi memberikan pengalaman yang berbeda bagi Warga-Wargi.

Synchronize Fest meramu jadwal yang berbeda agar Wargi-Wargi dapat menikmati pengalaman berfestival sejak awal. Kapan lagi bisa nonton band-band besar dari sore [tertawa]. Ini sudah mulai kami terapkan sejak Synchronize Fest 2022,” ungkap Aldila.

Synchronize Fest 2023

doc.synchronizefest2023

Tulus yang menjadi penampil langganan Synchronize. Kali ini membuka setnya dengan visual sampul album-albumnya di panggung Dynamic. Lampu yang tadinya hanya menyorot ke Tulus di lagu pertama berganti menerangi semua. Ia membawakan materi album Manusia seperti “Nala”, “Interaksi”, dan “Kelana”.

Di panggung lain, Dewi Perssik mengucap syukur kepada Synchronize. “Terima kasih atas kebijaksanaannya membuat musik Indonesia maju di Synchronize Fest,” ungkap Dewi di panggung Lake.

Panggung Gigs hari terakhir merupakan kolaborasi Synchronize bersama Lamunai Records untuk menampilkan Kinder Bloomen, Bedchamber, Pullo, Pelteras, Crayola Eyes, Kadapat, F00ry, dan Fraktal.

Tata cahaya panggung unit post punk, Pelteras sesuai dengan karakter musik mereka. Lagu seperti “Floren” dan “Sarang/Kubangan” masuk setlist. “Senang sekali bisa berada kembali di sini,” ucap vokalis Pelteras, Techa Aurellia sebelum band membawakan nomor “Diadem”.

Panggung XYZ mendatangkan musisi Indonesia yang sudah menetap di luar negeri, Zeke Khaseli untuk menebus kerinduan para penggemarnya. Penampilan Zeke bersama The Popo lebih cepat dari jadwal dan “C Song” menjadi nomor sing along. “Sorry gue ngebelakangin ya,” kata Zeke lantaran keunikan panggung XYZ yang bisa ditonton dari segala sudut.

Di synchronize fest, pemain impor cuma dia nih,” sambut Leonardo Ringo di posisi drum.

Di waktu yang bersamaan dengan Zeke. Duo Matajiwa tengah melakukan kolaborasi dengan Suwijo Tejo dalam konsep Matajiwo. Pertunjukan wayang dan kisah-kisahnya menghiasi panggung Forest dengan gorden yang membentang tampak Matajiwa siluet dan Sudjiwo Tejo beberapa kali ikut nyanyi di kesempatan ini.

Sementara panggung yang berbeda, yaitu Lake kedatangan grup vokal yang sudah bangun dari masa hibernasi. GAC beranggota Gamaliel, Audrey, dan Cantika menyanyikan lagu “Cinta” disusul “Berlari Tanpa Kaki” yang mengisi original soundtrack film Cek Toko Sebelah.

Nama-nama yang mewakili genre hip hop turut hadir di Synchronize. Ada Tuan Tigabelas & REP dari Jakarta Barat dan Mukarakat asal Bali. Momen kolaborasi tercipta saat Tuan Tigabelas mengundang rapper Sun-D dan Mukarakat untuk membawakan “Indonesia vs Everybody”. Kemudian “Run” dibawakan medley “Move” menjadi lagu gi penutup aksi keseluruhan.

Tuan Tigabelas

Tuan Tigabelas – doc.synchronizefest2023

Setelah aksi Ungu, panggung District menghadirkan pertunjukan yang begitu hangat dengan kehadiran Bimbo Bersama Yanti Bersaudara. Set panggung mereka dibuat layaknya ruang tamu di rumah lengkap dengan foto-foto keluarga. Lagu-lagu yang membuka setnya, “Tante Sun” dan “Flamboyan”.

Saat ini akan kami panggilkan kakak-kakaknya Iin, Yanti Bersaudara. Kami ini satu pabrik, satu ibu satu bapak, lahir bertujuh, yang nyanyi berenam,” kata Sam Bimbo di panggung.

Yanti Bersaudara langsung menyanyikan “Badminton” dan Iin memberi sambutan, “Kita di sini sudah ninik-ninik dan aki aki, tapi nyanyi mah terus. Pokoknya kalo nyanyi mah sehat, liat kita sehat-sehat tuh”.

Selain menghadirkan band, Synchronize hari ketiga masih menyuguhkan penampil dengan set DJ antara lain Gentle Tuesday, Bosborot, Fever Soundsystem, Lala Rec X Radio Rumah Oma X Klub 73, dan lainnya di Kaleng Kerupuk yang terletak di area Record Market.

Synchronize memberi suguhan fresh dengan hadirnya B.O.H FM beranggota suami istri, Winky Wiryawan dan Kenes Andari membawa single perdana “Aku Rindu” yang dirilis Agustus lalu. Mereka mengajak kolaborator lagu tersebut, Oslo Ibrahim untuk manggung bersama.

Masyarakatkan nostalgia, nostalgiakan masyarakat,” kata Kenes di akhir setnya.

Penampilan Rizky Febian yang berbarengan waktu tampilnya dengan Zoo menjadi kesempatan yang spesial. Perdana manggung di Synchronize, Iky mengajak ayahnya berduet untuk menyanyikan “Susis” dan melakukan adu akapela di lagu “Kesempurnaan Cinta”.

Band eksperimental asal Yogyakarta, Zoo tampil bersama personel baru, Tesla Manaf. Kebisingan mereka membius penonton. “Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,” sambut Rully Shabara dengan tenang. Semakin keras ketukan dan bunyi-bunyian dari para personel. “Kami kelompok musik Zoo. Kami membawakan misi ajaran lama,” ungkap Rully.

Pee Wee Gaskins memunculkan nostalgia yang dengan khusus membawakan materi album The Sophomore di panggung Lake. Terdapat atraksi cheerleader begitu “Welcoming the Sophomore” dimainkan.

Pee Wee Gaskin

Pee Wee Gaskin – doc.synchronizefest2023

Ke panggung sebelahnya, Forest. Ananda Badudu dan Monita Tahalea bernyanyi dengan syahdu yang mulai percis pukul 22.30 WIB. Penonton sontak terbius dengan lagu-lagu yang dibawakan mereka hingga set keseluruhan ditutup sebuah persembahan untuk mendiang Jon Kastella yang berpulang beberapa hari sebelum Synchronize berlangsung dalam “Sampai Jadi Debu”.

Selesai dari menyaksikan Republik Cinta Management, Warga-Wargi digiring untuk menonton musisi-musisi senior 4 Sehat 5 Nambah di panggung District. Anggotanya yang sudah menginjak usia lanjut tetap berstamina menghibur penonton malam itu.

Panggung Dynamic ditutup pertunjukan Mesin Waktu 2.0: Teman-teman Menyanyikan Lagu NAIF tepat pukul 12 malam. Di antara band atau musisi yang ambil bagian dalam proyek kolaborasi ini seperti The Adams, Sentimental Moods, Nesia Ardi (NonaRia), Sisitipsi, GAC, Bilal Indrajaya, Endah N Rhesa, dan Kunto Aji. Lagu-lagu yang dimainkan seperti “Air dan Api”, “Curi – Curi Pandang”, “Piknik 72”, dan “Possesif”. Di barisan penonton juga tampak David Bayu dan Franki Indrasmoro yang ikut menyaksikan, tak dinyana ini menjadi momen persembahan terbaik bagi mereka para legenda.

Synchronize Fest 2023 mungkin memang baru saja berakhir, namun semangat dan gemanya akan terus tersiap di 362 hari kedepan, karena Synchronize Fest akan terus bergaung sepanjang tahun. Dari tahun ke tahun, Warga-Wargi sudah menjadi bagian penting dari penyelenggaraan Synchronize Festival. Tak berlebihan jika mereka disebut sebagai crowd terbaik di seluruh festival musik di Indonesia. Semua terangkum jelas dalam ingatan dengan adanya perubahan baik di tahun yang ke-8 ini. Bersiap lah menyambut Synchronize Festival 2024.

Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *