International
The Favors Rilis Album Debut ‘The Dream’: Hangat, Intim, Dan Penuh Groove Nostalgia
The Favors, kolaborasi musikal antara FINNEAS dan Ashe, resmi merilis album debut berjudul ‘The Dream‘ melalui Darkroom Records. Album ini sekaligus memperkuat perjalanan kreatif keduanya setelah sebelumnya dikenal lewat kolaborasi yang sukses mencuri perhatian seperti “Moral of the Story” pada 2019 dan “Till Forever Falls Apart” di 2021.
Sebagai pengantar, mereka merilis single bertajuk “David’s Brother” lengkap dengan video musik garapan Claudia Sulewski. Berlatar di sebuah bar, video tersebut menampilkan kehangatan dan kebersamaan seluruh anggota band, memperlihatkan ikatan personal yang menjadi inti dari The Favors.
Lagu ini memiliki tempo cepat yang penuh dengan nuansa nostalgia, menggambarkan ketegangan emosional saat berhadapan dengan seseorang di sebuah bar, di mana perasaan yang ingin ditahan tak bisa disembunyikan. Dengan produksi yang dinamis dan aransemen kolaboratif, “David’s Brother” menunjukkan karakter musik album ini yang kaya akan groove dan kehidupan.
‘The Dream’ juga menampilkan harmoni dan interaksi vokal yang intim lewat lagu seperti “The Little Mess You Made” dan “The Hudson”. Kedua nomor ini memperlihatkan cara The Favors menyalurkan cerita personal dengan aransemen yang hangat, menjembatani kesedihan dan kedekatan dalam satu bingkai.

The Favors (credit: Muriel Margaret)
Album ‘The Dream’ dipromosikan sebagai proyek yang merayakan kembali kehangatan pop era ’70-an, dengan penulisan lagu yang tajam dan harmoni yang kaya, namun tetap memiliki sentuhan modern khas FINNEAS dan Ashe. Terinspirasi oleh era keemasan Laurel Canyon, album ini menyerap pengaruh dari Carole King hingga Simon & Garfunkel, disajikan melalui lensa sinematik yang menggabungkan narasi intim dengan nuansa matahari California.
Meski beberapa lagu memotret lanskap New York City, akar utama album ini tetap berada di Los Angeles. Sebagian besar materi bahkan ditulis dan direkam langsung di ruang tamu FINNEAS bersama Matthew Fildey (Ricky “Rat” Gourmet) dan David Marinelli (Marinelli), dua musisi yang juga menjadi bagian inti dalam band solonya.
Rekamannya dilakukan dengan format sederhana dan organik: hanya drum, piano listrik CP80 lawas, gitar, bass, serta vokal yang dibawakan secara langsung oleh FINNEAS dan Ashe.
“Begitulah cara setiap seniman bermimpi membuat album,” kata Ashe. “Orang-orang jarang lagi merekam vokal bersama-sama di satu ruangan, rasanya sangat romantis sekaligus menyenangkan.” Finneas menambahkan, “Ini adalah album long-play sejati. Jenis album yang kamu putar dari awal sampai akhir sambil memasak bersama teman-teman.”
Album ini dirancang untuk menghadirkan nuansa hangat, penuh kenyamanan, namun tetap menyisakan ruang bagi kepedihan. “Aku ingin pendengar merasa nyaman sekaligus patah hati,” tutup Ashe.
Peluncuran ‘The Dream’ akan dibarengi dengan rangkaian konser utama, dimulai dari panggung ikonik Hollywood Forever di Los Angeles, sebelum berlanjut ke berbagai kota lainnya. Album ini bukan hanya tonggak perjalanan baru bagi The Favors, tetapi juga sebuah undangan bagi pendengar untuk larut dalam musik yang intim, tulus, dan timeless.

